Taubatan Nasuha

 

Batu, 20190404

Taubatan Nasuha

Taubatan nasuha adalah taubat yang benar-benar taubat atau taubat yang sebenarnya. Taubat yang dilkaukan dengan bersungguh-sungguh dan tidak akan mengulanginya lagi. Tobag yang dilakukan dengan bersungguh sungguh pasti akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Allah yang maha pengampun.

Taubat yang sungguh-sungguh harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

Pertama : menyesali kesalahan.

Menyadari bahwa kesalahan yang telah dilakukan sebagai kesalahan dan kemudian ikrar dalam hati dengan penyesalan karena telah terlanjur melakukannya. Hati yang sedih karena telah melakukan kesalahan merupakan tanda penyesalan. Seseorang yang telah menyesali terhadap kesalahannya menandakan bahwa dirinya telah bertaubat. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda “Penyesalan adalah pertanda beratubatnya seseorang.” (HR. Abu Dawud dan Al-Hakim)

Kedua : mengakui bahwa dirinya bersalah.

Seseoarang yang telah melakukan kesalahan dan kemudian mengakui bahwa dirinya bersalah, kemudian bertekad tidak akan mengulanginya lagi, maka seseorang tersebut dinyatakan telah bertaubat.  Sebagaimana firman Allah yang terjemahannya seagai berikut “Dan juga orang-orang uyang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri-sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran 3: 135).

Ketiga : membutuhkan ampunan Allah subhanahu wa ta’ala

Allah maha pengampun, ampunan Allah sangat dibutuhkan ketika kita ingin mensucikan hati dari perbuatan dosa yang telah kita lakukan. Tindakan seperti ini pernah dilakukan oleh nabi Adam alaihissalam dan ibu Hawa saat mereka melanggar perintah dan larangan Allah subhanahu wa ta’ala. “Keduanya (Adam dan Hawa) berkata: ‘Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS: Al-A’raf 7: 23).

Keempat : Tidak mengulangi lagi perbuatan dosa.

Berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan dosa yang pernah dilakukan adalah pertanda bahwa ia telah bertaubat. Kemudian dosa yang pernah dilakukannya harus diganti dengan amalan-amalan shalih, jika taubatnya ingin diterima Allah yang maha pengampun.

Tirmidzi meriwayatkan dalam kitabnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa salam telah bersabda, “Aku benar-benar mengetahui orang terakhir yang keluar dari neraka. Orang itu dihadapkan pada hari kiamat lalu dikatakannya dihadapannya, Tunjukkan kepadanya dosa-dosanya yang kecil.’ Sedang dosa-dosanya yang besar disembunyikan. Dikatakan, ‘Pada hari ini dan itu aku berbuat begini dan begitu.’ Orang itu mengakui dan tidak menyangkalnya. Dia merasa kasihan kepada diri sendiri karena dosa-dosanya yang besar. Dikatakan, ‘Berikan kepadanya satu kebaikan pengganti dari satu keburukan yang dilakukannya.’ Orang itu berkata, ‘Aku mempunyai beberapa dosa yang tidak kulihat di sini.’ Abu Dzar tersenyum dan berkata, ‘Kulihat Rasulullah tersenyum, hingga terlihat gigi gerahamnya.”

Dapat juga dikatakan bahwa setiap keburukan orang yang bertaubat diganti dengan kebaikan karena ia menyesalinya. Penyesalannya merupakan taubatnya dari keburukan itu, sebab penyesalan itu juga sudah merupakan taubat sedangkan taubat dari setiap dosa adalah kebaikan.

Iklan

PENYUSUNAN RPP DENGAN PENDEKATAN STEM

PENYUSUNAN RPP DENGAN PENDEKATAN STEM

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih.

  1. Komponen RPP

Komponen RPP terdiri atas:

  1. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  3. kelas/semester;
  4. materi pokok;
  5. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
  6. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  7. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
  8. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  9. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
  10. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  11. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,
    atau sumber belajar lain yang relevan;
  12. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  13. penilaian hasil pembelajaran.

 

  1. Prinsip Penyusunan RPP

Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
  2. Partisipasi aktif peserta didik.
  3. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
  4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
  5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
  6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
  7. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
  8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
  9. Sistematika RPP

Sistematika RPP selalu berkembang dan berubah-ubah sesuai kebijakan yang berlaku, tetapi prinsip-prinsip pengembangannya tidak terlalu berbeda. Contoh sistematika RPP pada Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013.

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  1. Identitas

 

  1. Sekolah :
  2. Mata pelajaran :
  3. Kelas/Semester :
  4. Materi Pokok :
  5. Alokasi Waktu :
  6. Kompetensi Inti (KI)
    [disajikan Deskripsi Rumusan KI-1 dan KI-2 seperti yang dinyatakan dalam Kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran]

KI 3:

KI 4:

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    KD 3 :

Indikator Pencapaian Kompetensi:

KD 4 :

Indikator Pencapaian Kompetensi:

 

  1. Tujuan Pembelajaran ( Karakter diintegrasikan dalam deskripsi tujuan)

Pertemuan 1: ………………………………………………………………………………………………….. Pertemuan 2: …………………………………………………………………………………………………..

 

  1. Materi Pembelajaran

(disajikan materi pokok saja, rincian materi setiap pertemuan dinyatakan dalam Lampiran)

 

  1. Pendekatan/ Model/Metode Pembelajaran:

 

  1. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran:

 

 

  1. Sumber Belajar:

 

  1. Langkah-langkah Pembelajaran
  2. Pertemuan Pertama: (…JP)
  3. Kegiatan Pendahuluan
  4. Kegiatan Inti

[disajikan garis besar alur berpikir pembelajaran secara lengkap, materi rinci
pembelajaran dimuat pada Lampiran Materi Pembelajaran Pertemuan 1

  1. Kegiatan Penutup

 

  1. Pertemuan Kedua: (…JP)
  2. Kegiatan Pendahuluan
  3. Kegiatan Inti [disajikan garis besar alur berpikir pembelajaransecara lengkap, materi rinci pembelajaran dimuat pada Lampiran Materi Pembelajaran Pertemuan 2]
  4. Kegiatan Penutup
  5. Pertemuan seterusnya.
  6. Penilaian
  7. Teknik Penilaian:
  8. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
  9. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan*)
  10. Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek*)

*) coret yang tidak perlu

  1. Bentuk Penilaian:
  2. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
  3. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
  4. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
  5. Portofolio : penilaian laporan
  6. Instrumen Penilaian (terlampir)

 

……………, ……….. 2018

Mengetahui :

Kepala Sekolah,                                                               Guru Mata Pelajaran,

 

 

……………………………                                                 ………….………………………

NIP ……………………..                                                   NIP ……………………………

 

 

LAMPIRAN :

  1. Bahan ajar
  2. Instrumen Penilaian

Sumber: “STEM Materi IHT Instruktru Pelatihan Pembelajaran Berbasis STEM” Kerjasama antara SEAMEO, QITEP in Science dengan PPPPTK BOE, halaman 112

Menghilangkan Noda Lem

Hai sobat, mungkin diantara sobat sekalian punya masalah dengan bekas lem stiker, atau noda cipratan aspal pada body motor maupun mobil yang cukup mengganggu ?

Berikut ini pengalaman pribadi saya terkait masalah tersebut, ketika melepas stiker pada bodi mobil yang bekas lemnya masih menempel dan susah untuk dibersihkan. Beberapa kali ketika melintas di jalanan yang sedang ada pengerjaan pengaspalan kemudian cipratan aspal atau minyak ter hitam yang menempel di bodi mobil, sungguh mengganggu. Noda noda tersebut tidak bisa dibersihkan menggunakan air sabun saat mencuci mobil.

Ada beberapa alternatif bahan cair yang bisa digunakan untuk membersihkan noda noda tersebut.

  1. Bahan pabrikan berupa cairan khusus yang memang diperuntukkan menghilangkan noda noda bekas lem maupun aspal. Cairan jenis ini biasanya memang dijamin aman untuk permukaan cat bodi.
  2. Bahan berikutnya adalah bahan bakar mobil seperti bensin. Cairan ini memang bisa digunakan untuk mengelupas sisa lem atau noda aspal, tetapi cairan ini juga mempengaruhi permukaan cat mobil.
  3. Bahan cairan yang berikutnya ini adalah minyak kesehatan atau minyak kayu putih. Minyak kayu putih mempunyai sifat dapat menguraikan minyak atau lem. Cairan ini juga cukup mudah didapat dan murah serta lebih aman terhadap permukaan cat dari pada penggunaan bensin. Aplikasinya juga mudah yaitu cukup dioleskan pada tisu atau lap kering dan bersih kemudian dioleskan atau teteskan cairan minyak kayu putih langsung ke permukaan bernoda yang ingin dibersihkan, diamkan beberapa saat (mungkin cukup beberapa detik). Langkah berikutnya adalah gosoklah permukaan tersebut menggunakan tisu atau lap yang sudah diberi minyak kayu putih tadi, sehingga bersih. Arah gosokan searah saja ya supaya kotoran bekas gosokan tidak kembali lagi. Setelah dianggap bersih, lanjutkan untuk mengelapnya menggunakan lap bersih sehingga bekas gosokan dan minyak kayu putih benar benar bersih. Jangan lupa sebelum aplikasi minyak kayu putih, permukaan bernoda diusahakan dibersihkan dulu dari debu atau kotoran lainnya. Selamat mencoba.

CAIRAN YANG MEMPENGARUHI CAT MOBIL

Merawat kendaraan adalah salah satu pekerjaan rutin yang terpaksa maupun sukarela harus kita lakukan, tetapi kalau tidak dilakukan dengan benar dan berhati-hati, malahan apa daya duit melayang. Cairan berbahaya akan mengancam cat mobil anda.
Menambah minyak rem atau membersihkan jamur kaca merupakan perawatan yang bisa Anda kerjakan diwaktu senggang.Namun bila dilakukan dengan tidak benar maka proses ini bisa membuat Anda harus mengeluarkan biaya ekstra. Karena cairan-cairan tersebut berisiko membuat rusak cat kendaraan.
Ada juga cairan lainnya yang bisa menyebabkan resiko kebakaran bila Anda tidak mengetahui bahaya yang tersembunyi dibaliknya.Apa saja cairan berbahaya yang kerap Anda gunakan ketika merawat kendaraan? Berikut ini diuraikan beberapa Tips agar cat mobil anda awet terlindungi;

1.MINYAK REM
adalah Fluida dalam sistem rem dimobil ini menyimpan potensi tinggi sebagai perusak cat mobil. Cat mobil bila terkena oleh cairan ini dapat mengelupas sehingga beresiko timbulnya karat atau korosi.
Jika sampai tumpah,sesegera mungkin siramkan air kebagian cat yang terkena minyak rem. Namun sebelum menyiram, Anda perlu memperhatikan bahwa tutup reservoir minyak rem telah tertutup rapat sehingga air tidak mungkin masuk .Sebab bila penutup tidak tertutup, maka akan beresiko kemasukan air dan akibatnya reservoir minyak rem dan sistem rem perlu dikuras.

2.OLI MESIN
Anda perlu berhati-hati saat mengisi atau menambah oli melalui lubang pengisian dibagian atas mesin. Posisi lubang pengisian oli mesin dekat dengan lubang busi,memungkinkan cecerannya menggangu sistem pengapian, mengakibatkan gejala mesin tersendat atau sulit distart.
Apalagi pada mesin mobil modern yang biasanya tertutup oleh cover plastik sehingga lebih sulit untuk dideteksi apakah ada oli yang tercecer atau tidak dan cover mesin ini juga membuat pembersihan ceceran oli jadi lebih sulit.

3.PEMBERSIH JAMUR KACA
Dipasaran banyak beredar obat pembersih jamur kaca mobil.Namun penghilang jamur yang sedianya berfungsi menghilangkan bercak dipermukaan kaca justru menimbulkan noda permanen. Selain itu cairan ini juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Jadi berhati-hatilah menggunakannya. Gunakan sarung tangan karet dan siapkan air untuk membasuh atau menyiram cairan pembersih jamur yang terkena bagian lain. Paling penting pastikan cairan pembersih yang digunakan tidak merusak atau menimbulkan noda permanen pada kaca.Jadi sebelum menggunakan pada seluruh permukaan kaca, coba dulu pada bagian tersembunyi untuk memastikan cairan tersebut cocok dan tidak merusak kaca.

4.MINYAK POWER STEERING
Bagi kendaraan lawas yang telah mengadopsi power steering sebaiknya perlu berhati-hati terhadap kebocoran.Dibeberapa kasus,kebocoran bisa berakibat kebakaran ketika minyak power steering tumpah dan mengenai exhaust manifold panas yang terbuat dari baja cor. Membasuh dengan air bersih setelah penambahan atau penggatian minyak power steering perlu dilakukan, supaya bekas ceceran minyak tersebut bersih.

5.AIR AKI
Konsentrasi asam yang tinggi pada cairan elektrolit aki bisa menyebabkan korosi bila terkena logam.Tak heran jika beberapa produsen aki merancang sistem sirkulasi uap air aki dengan menggunakan slang.Hal ini bertujuan untuk meminimalkan penyebaran kandungan asam diruang mesin.

6.ADITIF BAHAN BAKAR
Pada beberapa kasus,larutan kimia yang digunakan untuk meningkatkan kualitas bahan bakar pun dapat menyebabkan noda pada cat.Noda yang tercipta tidak dapat dihilangkan dengan pemoles cat yang banyak dijual dipasaran.

7.DETERJEN
Deterjen sering digunakan untuk mencuci pelek atau ban mobil.Tapi tidak sedikit tempat pencucian mobil menggunakannya saat membersihkan bodi.Masalahnya,kandungan deterjen dapat merusak lapisan pelindung cat mobil,memudarkan warna cat,dan membentuk noda.Gunakan sampo khusus mobil yang memiliki pH seimbang.

Tips Merawat Kaca Mobil

Kotoran yang menempel di kaca mobil, seperti jamur kaca, membuat kita harus kerja keras.  Pandangan ke depan menjadi tidak bersih, terhalang dan bahkan kalau malam hari akan menjadi silau jika terkena lampu dari depan atau dari kendaraan yang berlawanan arah. Tampilan mobil menjadi tidak kinclong. Hal ini berujung untuk membersihkannya juga susah. Tidak cukup cuma membilas dengan air saja. Berikut tips yang bisa dilakukan.

  1. Pembersih kaca yang mengandung bahan ammonia termasuk efektif untuk menghilangkan kotoran yang menempel di kaca. Tinggal diusapkan ke kaca dan kotoran pun akan hilang. Tidak perlu khawatir kalau sewaktu usapan pertama kaca seperti tergores-gores. Usapan kedua bisa menghilangkan goresan tersebut. Perlu diingat, sewaktu mengusap lap jangna ditekan terlalu keras ke kaca.
  2. Shampo mobil yang dicampur dengan air dapat juga dipakai untuk membersihkan kaca. Sebaiknya tidak menggunakan sabun cuci biasa dikarenakan mengandung bahan kimia yang dapat merusak cat mobil. Untuk kotoran yang menempel dan susah dihilangkan, usap kaca dengan lap sampai berbusa. Tunggu beberapa menit lalu busa tadi dilap lagi. Selanjutnya bilas dengan air.
  3. Larutan pembersih kaca yang efektif dapat didapat dengan mencampurkan air dan cuka. Perbandingan campuran kira-kira 10:1. penggunaannya dengan cara menyemprotkan ke kaca. Setelah itu usap dengan koran bekas sampai bersih. Tinta pada koran berfungsi sebagai bahan pengkilap.
  4. Untuk kotoran yang susah dihilangkan, lebih baik gunakan bahan pemoles kaca. Usapkan bahan tersebut seperti menggunakan pemoles mobil. Biarkan mengering lalu bilas hingga bersih. Setelah itu keringkan dengan lap. Jika masih ada sisa-sisa kecil dari kotoran yang tetap menempel, gunakan sikat gigi halus untuk menghilangkannya.
  5. Kaca bagian dalam kadang tampak buram lantaran pengaruh dari uap bahan vinyl dan plastik interior mobil. Bahan-bahan untuk membersihkannya sama seperti untuk membersihkan mobil bagian luar. Namun, jangan langsung disemprotkan ke kaca dikarenakan takut merusak interior lainnya. Gunakan lap dan usapkan ke kaca.