Memperkuat Ikatan Ukhuwah Islamiyah

Rasulullah ﷺ pernah membuat gambaran indah tentang persaudaraan antar pemeluk agama Islam. Beliau melukiskan bahwa persaudaraan dalam ikatan keislaman itu seperti satu tubuh. Beliau bersabda:

مثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وتَرَاحُمِهِمْ وتَعاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَداعَى لهُ سائِرُ الْجسدِ بالسهَرِ والْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang yang beriman, dalam saling mencintai, saling menyantuni sesama mereka, adalah laksana kesatuan tubuh. Apabila satu bagian dari tubuh itu menderita sakit, maka seluruh badan turut merasakannya.” (HR. Muslim)
Setidaknya ada lima hal yang harus kita lakukan untuk membentengi persatuan kita sesama umat Islam. Kelima hal ini termasuk dalam hak dan kewajiban ukhuwah yang ditetapkan dalam Islam.
Pertama, menutup aib saudara seiman.
Rasa-rasanya tidak ada manusia yang terbebas dan bersih dari aib, cacat dan kekurangan diri. Setiap orang pasti punya kelemahan. Karenanya, tidak selayaknya kita menjadi bak bunyi pepatah, “Gajah di pelupuk mata tak tampak, namun kuman di seberang lautan tampak.”
Kedua, memaafkan saudara seiman.
Langkah kedua ini diperlukan dalam hubungan kita sebagai makhluk sosial. Di sela interaksi sosial yang kita lakukan mungkin ada friksi dan hal-hal lain yang mengakibatkan kesalah-pahaman.
Ketiga, melepaskan kesulitan sesama Muslim.
Jika kita diminta untuk memilih antara kemudahan dan kesulitan, nyaris setiap kita lebih suka kemudahan dan tidak menginginkan kesulita. Namun, hidup tidak selalu berjalan mulus. Ada rintangan dan hambatan yang membuat perjalanan hidup tidak seperti yang diharapkan.
Keempat, berbaik sangka kepada sesama Muslim.
Sikap baik sangka tidak berarti kita kehilangan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan seseorang. Baik sangka adalah akhlak yang diajarkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada para hamba-Nya. Kita dianjurkan untuk berbaik sangka kepada saudara kita. Tidak mudah terjebak dalam buruk sangka yang bisa mengakibatkan gangguan dalam hubungan antara sesama kita.
Kelima, berdoa untuk sesama Muslim, baik semasa hidupnya maupun setelah wafat.
Doa yang baik akan kembali kepada kita yang mendoakannya. Demikian pula sebaliknya. Kita doakan saudara-saudara kita yang dekat atau jauh. Kita kirimkan doa terbaik kita untuk seluruh umat Islam khususnya mereka yang sakit, terkena musibah, tertimpa kesulitan, maka kita pun akan mendapatkan kebaikan dan pahala dari doa kita sendiri.

*Selengkapnya di : https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2018/10/11/152486/lima-langkah-memperkuat-ikatan-ukhuwah-islamiyah.html

 

Iklan

BERSEDEKAH DI HARI ASYURO

[08:56, 9/21/2018] +62 812-9479-xxx

BERSEDEKAH DI HARI ASYURO

Dikisahkan, ada satu keluarga miskin yang berpuasa di tanggal 10 Muharram (Asyuro). Pada hari itu mereka tidak memiliki apa pun untuk digunakan berbuka puasa pada sore harinya. Dengan sangat terpaksa si ayah berkeliling mencari pinjaman. Barangkali ada dermawan yang rela menghutangkan uangnya.
Setelah berkeliling berjalan kaki hingga jauh tidak membuahkan hasil, ia masuk ke sebuah toko emas yang dimiliki oleh seorang saudagar muslim. Setelah mengucapkan salam, laki-laki miskin itu menyampaikan maksudnya,
“Saya adalah orang miskin. Saya berharap anda sudi menghutangkan uang 1 dirham yang saya gunakan untuk membeli makanan berbuka untuk keluargaku. Dan saya akan mendoakan untuk anda di hari istimewa ini.”
Saudagar muslim itu memasang muka tidak suka seraya memalingkan wajahnya. Dia tidak memberikan apapun untuk orang yang telah memohon dengan halus itu.
Orang miskin itu keluar dari toko emas dengan perasaan pedih. Air mata meleleh di pipinya.
Tanpa disadari, ada saudagar pemilik toko emas beragama Yahudi yang menyaksikan kejadian tersebut. Saudagar Yahudi itu lantas mengikuti orang miskin yang berjalan pulang dengan langkah berat itu. Setelah berhasil menyusulnya, saudagar Yahudi itu berkata,
“Aku melihat anda berbicara dengan tetanggaku tadi.”
“Ya. Saya ingin meminjam uang 1 dirham untuk aku gunakan berbuka keluargaku di rumah. Tapi dia menolak dengan cara yang menyakitkan hati. Padahal aku menjanjikan akan ku doakan khusus pada hari ini.”
“Memangnya saat ini hari apa?”
“Ini hari asyuro.”
Orang miskin itu menjelaskan keutamaan beramal baik di hari Asyuro. Saudagar Yahudi itu mendengarkan dengan seksama. Dia merogohkan tangan ke sakunya mengambil uang 10 dirham dan diberikan kepada orang miskin di hadapannya.
“Ambillah uang ini. Belanjakan untuk keluargamu untuk memuliakan hari ini.”
Orang miskin itu mengucapkan terima kasih dan segera membelanjakan uang yang diterimanya.
Pada malam harinya, saudagar muslim bermimpi dalam tidurnya. Dilihatnya kiamat telah tiba. Dia merasakan haus yang luar biasa. Setelah melihat ke kanan dan ke kiri, ia mendapati sebuah istana megah dari berlian berwarna putih dan pintunya dari yaqut berwarna merah. Dia mendongakkan kepalanya dan berkata,
“Wahai penghuni istana, berikanlah aku seteguk air.”
Didengarnya ada suara dari dalam,
“Istana ini kemarin milikmu. Namun saat kamu menolak memberi pinjaman orang miskin dan melukai hatinya, namamu dihapus dari daftar pemilik istana ini. Dan sudah digantikan oleh tetanggamu yang beragama Yahudi yang telah memberi orang miskin itu 10 dirham dengan cuma-cuma.”
Saudagar muslim itu terbangun dari tidurnya dengan perasaan sedih penuh penyesalan. Dia menyalahkan dirinya sendiri akibat sikapnya hari kemarin.
Akhirnya dia datangi rumah tetangganya yang Yahudi.
“Anda adalah tetanggaku. Kita harus saling menolong. Aku membutuhkan bantuan anda saat ini.” kata saudagar muslim.
“Apa itu?”
“Juallah kepadaku pahala sedekah 10 dirham yang anda berikan kepada orang miskin yang datang padaku kemarin
. Aku bayar dengan uang 100 dirham.”
“Demi Allah, tidak akan aku berikan meski anda bayar seratus ribu dinar sekalipun. Bahkan walaupun anda hanya ingin sekedar memasuki pintu istana yang kamu lihat dalam mimpimu tadi malam, aku tidak akan mengizinkannya.”
Sontak terkaget saudagar muslim itu, mendengar tetangganya yang beragama Yahudi mengetahui mimpi yang dialaminya tadi malam. Dia belum bercerita kepada siapa pun tentang isi mimpinya. Dengan bibir bergetar dia bertanya,
“Siapa yang memberitahumu suatu rahasia dalam mimpiku itu?”
“Dia yang mengatakan kepada segala yang wujud kun fayakun. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” tegas saudagar Yahudi yang sudah menjadi muallaf itu.

Sumber:
– Kitab I’anantut Tholibin juz 2
– Di Balik Ketajaman Mata Hati karya Imam Al Ghazali.

Menjaga Generasi Penerus Kita dari Inhiroof (Salah Pergaulan)

[13:08, 9/21/2018] +62 838-7722-xxxx

Menjaga Generasi Penerus Kita dari Inhiroof (Salah Pergaulan)

DR. Nabil Al Awadhy, seorang ulama asal Kuwait, menulis artikel:

Proyekku – Anak-anakku
DR. Nabil Al-Awadhy
حينما أتكاسل عن أداء النوافل أتذكر أبنائي ومصائب الدنيا!! وأتأمل قوله تعالے: [وكان أبوهما صالحا] فأرحمهم وأجتهد
-تفكير مُخلص-
Ketika aku malas mengerjakan amalan Nawaafil (sunnah) aku teringat anak-anakku dan musibah kehidupan dunia yg telah terjadi dan masih menanti!!
Lalu aku teringat firman Allah dalam surat Al Kahfi
“Dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang shalih”,….
lalu karena teringat firman Allah itu, aku pun bertanya2,
“apa yang akan aku wasiatkan kepada anak² ku?”
Akhirnya akupun bersungguh-sungguh lagi beribadah dan mentaati perintah Allah agar menjaga mereka dari kehidupan yang salah (inhiroof) serta api neraka.
مشروعك الناجح هو (أولادك)، ولنجاح هذا المشروع، اتبع ماأخبرنا به الصحابي الجليل “عبدالله بن مسعود” عندما كان يصلي في الليل وابنه الصغير نائم فينظر إليه قائلاً:
من أجلك يا بني، ويتلو وهو يبكي قوله تعالى:
“وكان أبوهما صالحاً”.
Dan aku pun menyimpulkan, bahwa proyekku yang paling harus aku jaga keberhasilannya adalah “anak-anakku”.
Untuk mensukseskan proyek ini, coba ikuti pesan sahabat Abdullah bin Mas’ud Radhiallahuanhu, sahabat mulia ini ketika shalat malam dia sempat memandangi anak2 nya yang masih kecil yang sedang tidur.
Lalu dia bergumam, “aku melakukan keshalihan ini disertai dengan do’a agar engkau meneladaniku juga wahai buah hatiku”,
lalu dia shalat sambil menangis mentadabburi firman Allah:
“Wa Kaana Abuuhuma Shaalihaan ….” (dan dahulu ayah dari kedua anak itu adalah orang yang shalih), (surah.alkahfi.)
نعم إن هذه هي الوصفة السحرية لصلاح أبنائنا، فإذا كان الوالد قدوة وصالحاً وعلاقته بالله قوية، حفظ الله له أبناءه بل وأبناء أبنائه، فهذه وصفة سحرية و(معادلة ربانية).
Ya. Inilah resep dan wasiat yang baik untuk masa depan anak-anak kita yakni, “Memberi warisan teladan yang baik kepada anak2 kita.”
Ketika sang ayah menjadi qudwah, salih, dan dekat ‘alaqah nya kepada Allah, maka Allah akan menjaga anak anaknya, bahkan keturunannya. Ini adalah resep yang bagus dan merupakan Skenario Rabbaniyyah yang layak dilaksanakan.
كما أنه في قصة سورة الكهف حفظ الله الكنز للوالدين بصلاح جدهما السابع.
Sebagaimana di kisah surat Alkahfi itu Allah ternyata menjaga harta peninggalan orang tua yang sholeh itu untuk kedua anak mereka yang yatim sebagai karunia atas kesholehan mereka.
ويحضرني في سياق هذا الحديث أني كنت مرة مع صديق عزيز عليَّ-ذو منصب رفيع بالكويت ويعمل في عدة لجان حكومية- ومع ذلك كان يقتطع من وقته يومياً ساعات للعمل الخيري
فقلت له يوماً: “لماذا لاتركز نشاطك في عملك الحكومي وأنت ذو منصب رفيع”؟!
فنظر إليَّ وقال: “أريد أن أبوح لك بسر في نفسي، إن لديَّ أكثر من ستة أولاد وأكثرهم ذكور، وأخاف عليهم من الانحراف، وأنا مقصر في تربيتهم، ولكني رأيت من نعم الله عليّ أني كلما أعطيت ربي من وقتي أكثر كلما صلح أبنائي”.
Dan aku pun teringat ungkapan temanku, teman yang dekat bagiku, yang bekerja di kerajaan Kuwait dan memiliki jabatan yang tinggi.
Aku melihatnya selalu menyempatkan diri menyisihkan waktu beberapa saat dalam sehari semalam khusus untuk melakukan amal kebaikan (kesholehan).
Aku bertanya kepadanya, “bagaimana engkau bisa melakukan kesholehan dan tidak hanya terfokus saja bekerja dalam posisi jabatan pemerintahanmu, padahal engkau memiliki jabatan yang tinggi??!!”
Dia memandangku lalu menjawab,
_”aku ingin membocorkan “satu rahasia” yang ada dalam diriku padamu.
“Aku memiliki putra lebih dari 6 orang dan mereka semuanya laki-laki. Aku takut mereka terjerumus pada kehidupan yang salah (inhiroof). Sedang aku (dalam kesibukanku). Muqasshir (tidak optimal) dalam mendidik mereka. Dan aku ingin melihat dan membuktikan resep Allah SWT*
semakin banyak aku memberikan waktuku untuk Rabbku, semakin baik pula duniaku, khususnya
keadaan anak-anakku”_
Karena aku telah mewarisi teladan yang baik untuk mereka.
– اخترتها لك لأني أحب لك ما أحب لنفسي… أسعدك الله في الدنيا والآخرة وجعلك ووالديك ومن تحب من عتقائه من النار.
Aku menceritakan ini padamu karena aku mencintaimu dan ingin berbagi tentang apa yang aku cintai untuk diriku kepadamu…
Jadi, pelajarannya adalah, “jagalah anak2 mu dari musibah dunia dan api neraka dengan menjadi teladan bagi mereka. Niscaya, Allah akan menjaga anak2 mu dan hartamu untuk mereka dari musibah dunia.”
Semoga Allah memberikan kebahagiaan untukmu di dunia dan di akhirat, dan menjadikanmu, kedua orangtuamu dan orang2 yang engkau cintai sehingga terbebas dan dijauhkan dari api neraka. Aamiin.
اللهم إني نويت هذه الرسالة صدقة لأبنائي فاحفظهم من الانحراف ومن الشرور كلها.
أعيدوا إرسالها إلى أحبائكم بنية الصدقه ﻷبنائكم.
Ya Allah aku berniat membagi risalah singkat ini sebagai sedekah untuk anak-anakku agar terjaga dari inhiroof (salah pergaulan) dan dari kejahatan kehidupan dunia ini.
Kirimlah kepada orang2 yang anda cintai dengan niat sedekah untuk putra putrimu.

أرسلوها للآباء والأمهات

Sejenak Pagi: “IKHLAS”

Siti Hajar protes.

Mengapa suaminya meninggalkan dia dan Ismail anaknya yang masih kecil di padang pasir yang tak bertuan. Seperti jamaknya dia hanya bisa menduga bahwa ini akibat kecemburuan Sarah, istri pertama suaminya yang belum juga bisa memberinya putra.  Hajar mengejar Ibrahim AS, suaminya, dan berteriak :

“Mengapa engkau tega meninggalkan kami disini, bagaimana kami bisa bertahan hidup?”

Ibrahim AS terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh.  Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran.

Hajar masih terus mengejar sambil terus menggendong Ismail, kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit, “Apakah ini Perintah Tuhanmu?”

Kali ini Ibrahim AS, Sang Khalilulloh, berhenti melangkah.

Dunia seolah berhenti berputar.  Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Ibrahim AS. Butir pasir seolah terpaku kaku. Angin seolah berhenti mendesah.

Pertanyaan atau lebih tepatnya gugatan Hajar membuat semuanya terkesiap. Ibrahim AS membalik tegas, dan berkata “Iya!”.

Hajar berhenti mengejar, dan dia terdiam.

Lantas meluncurlah kata-kata dari bibirnya, yang mengagetkan semua Malaikat,

butir pasir dan angin.

“Jikalau ini perintah Tuhanmu, pergilah, tinggalkan kami di sini. Jangan khawatir. Alloh akan menjaga kami.” Ibrahim AS pun beranjak pergi. Dilema itu punah sudah. Ini sebuah Pengabdian, atas nama Perintah Alloh, bukan pembiaran.

 

Peristiwa Hajar dan Ibrahim AS adalah Romantisme Keberkahan.

Itulah Ikhlas…

  • Ikhlas adalah wujud sebuah Keyakinan Mutlak, pada Sang Maha Mutlak.
  • Ikhlas adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah.
  • Ikhlas itu adalah ketika engkau sanggup berlari melawan dan mengejar, namun engkau memilih patuh dan tunduk.
  • Ikhlas adalah sebuah kekuatan menundukkan diri sendiri, dan semua yang engkau cintai.
  • Ikhlas adalah memilih jalan-Nya, bukan karena engkau terpojok tak punya jalan lain.
  • Ikhlas bukan lari dari kenyataan. Ikhlas bukan karena terpaksa. Ikhlas bukan merasionalisasi tindakan, bukan mengkalkulasi hasil akhir.
  • Ikhlas tak pernah berhitung,tak pernah pula menepuk dada.
  • Ikhlas itu Tangga menuju-Nya. Mendengar Perintah-Nya, Mentaati-Nya.
  • Ikhlas adalah Ikhlas, titik !!!

“Belum cukupkah engkau memahami apa itu ikhlas dari perginya Ibrahim dan diamnya Hajar?”

Dan aku, kamu, serta kita… saatnya tertunduk pasrah bersama malaikat, butir pasir dan angin….

Wallahua’lam

Semoga kita menjadi lebih baik dan bermanfaat, penuh keikhlasan hanya berharap ridho Alloh.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

PETIKAN PIDATO BAPAK PIMPINAN DALAM PERINGATAN PERISTIWA 19 MARET 1967 (PERSEMAR)

PETIKAN PIDATO BAPAK PIMPINAN DALAM PERINGATAN PERISTIWA 19 MARET 1967 (PERSEMAR)
1. Peringatan Persemar bukanlah hari libur namun pelajaran dan pendidikan penting yang merupakan salah satu referensi kepondokmodernan.
2. Hati-hati dengan penyakit merasa paling tahu, merasa paling berjasa dan juga penyakit membanding-bandingkan. Sebaik-baiknya pondok dan sesukses-suksesnya pondok tetap ada kekurangan dan tetap ada kekecewaan terhadapnya.
3. Apapun yang terjadi pada dirimu, apapun yang kau rasakan dan apapun yang kau dapati, pastikanlah dirimu tetap menjadi pribadi yang baik.
4. Jangan jadi seperti ikan yang tidak pernah mengambil pelajaran dari terpancingnya teman-temannya dengan umpan pada kail pancing.
5. Persemar terjadi berawal dari rasa kecewa yang berakibat pada sifat mengecewakan dan berakhir dengan mengajak orang lain untuk ikut-ikutan kecewa.
6. Kalau kita ingin mencari aibnya seseorang tidak akan pernah ada habisnya. Begitu juga pondok, kalau ingin mencari kekurangannya akan selalu ada.
7. Bagaimanapun juga, kita yang berada di pondok tetaplah taat dan tidak membantah terhadap apa yang ada di pondok.
8. Jangan membanding-bandingkan antara kyai dengan kyai, guru dengan guru, pondok dengan pondok. ITU TIDAK ETIS!
9. Nilai-nilai yang sudah ada di pondok jangan diganggu karena sudah baku, solid serta konsisten.
10. HATI-HATI…! Tahun ini adalah tahun politik. Kita berpolitik cerdas dengan membaca keadaan yang ada namun tetap TIDAK BERPOLITIK PRAKTIS. TIDAK BOLEH ADA KAMPANYE DI PONDOK!
11. Pondok tidak berada di bawah lembaga manapun. DI ATAS HANYA ALLAH DIBAWAH HANYA TANAH. Siapa saja dan apa saja yang masuk Gontor, HARUS BERPUTUS ASA UNTUK MEMPENGARUHI GONTOR!
12. Kita mungkin termasuk orang yang berjasa namun kita juga takut jangan-jangan apa yang kita berikan tidak diterima di sisi Allah karena kurangnya keikhlasan.
13. Banyak hal-hal yang di pondok yang tidak bisa diterangkan dengan kata-kata dan hanya bisa dirasakan dalam hati. Itulah SAKRALNYA KEHIDUPAN PONDOK.
14. Kultur dan struktur pondok harus berjalan beriringan. Kita sama-sama mengawal dan mengawasi.
15. Internal pondok tidak terpengaruh atau tergoda dengan keadaan eksternal. Keterbukaan YES, intervensi NO.
16. Orang-orang yang hatinya kotor tidak pernah rela pondok berjalan dengan baik. Tidak rela pondok berjiwa tauhid karena yang ada dalam benak mereka bagaimana ingin mengatur dan menguasai sekehendak mereka.
17. Kalau kamu mau maju, MAJULAH! Tidak harus mengajak orang lain untuk maju dan tidak usah menunggu diajak untuk maju.

Senin, 19 Maret 2018

(Ustadz Iqbal Viqry, Grup WA Gontor For All, 19 Maret 2018)

Nasihat Ustadz Xball Vic di Bulan Ramadhan 1438

Kumpulan Nasihat Ustadz Xball Vic di Bulan Ramadhan 1438 (diambil dari sebuah group media sosial). Kumpulan nasehat tersebut disampaikan oleh Ustadz setiap hari selama bulan Ramadhan ini. Jadi terdapat nasihat mulai hari pertama sampai dengan hari yang ke 29. Mohon maaf nama Ustadz sengaja saya samakan dengan yang tertera pada status medsosnya.

Semoga bermanfaat.

 

20170624

Sabtu

Ramadhan….

Saat engkau datang, kami semua bergembira menyambutmu.

Masjid-masjid kami penuhi demi bermunajat kepada Dzat yang memilikimu.

 

Ramadhan….

Engkau datang pada kami dengan segala fadhilah serta kemuliaanmu.

Engkau adalah salah satu bukti kasih sayang Pemilikmu terhadap umat ini.

 

Ramadhan….

Betapa semangatnya kami menggapai segala bentuk keistimewaan yang ada pada dirimu.

Ibadah kami yang biasanya hanya ala kadarnya, mampu kami tingkatkan demi mencapai ridlo Dzat yang memilikimu.

 

Namun…

Maafkan kami Ramadhan….

Dengan berjalannya waktu, semangat kami dan kegembiraan kami saat menyambutmu, menguap entah kemana.

Seolah-olah kami tidak berada bersamamu dan lupa dengan segala keistimewaanmu.

 

Maafkan kami Ramadhan….

Ternyata puasa kami hanya sebatas menahan lapar dan dahaga tanpa mampu menahan godaan hawa nafsu yang ada pada diri kami.

Dengan berjalannya waktu, banyak dari kami yang pergi meninggalkanmu demi memuaskan nafsu duniawi kami.

 

Maafkan kami Ramadhan….

Bahkan di saat engkau akan meninggalkan kami, tak ada perasaan sedih kami rasakan seakan-akan engkau tak pernah mendatangi kami.

Tak ada kado perpisahan istimewa yang kami siapkan saat engkau akan berpisah dengan kami. Padahal kami tidak pernah tahu akankah kami masih bisa bertemu kembali  denganmu di waktu yang akan datang.

 

Namun begitu….

Kami selalu memohon kepada Dzat yang memilikimu agar memberikan kami kesempatan untuk bertemu kembali denganmu guna menambal kekurangan-kekurangan saat berada bersamamu saat ini.

 

Sampai jumpa kembali Ramadhan….

Semoga engkau tidak marah pada kami serta mau memaafkan kesalahan kami dan bersedia menemui kami kembali dengan izin dari Dzat yang memilikimu.

 

#harikeduapuluhsembilan

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

#semogabukanyangterakhir

#sampaiberjumpakembali

 

20170623

Jum’at

Kita sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW harusnya merasa malu dengan apa yang kita perbuat selama ini. Kita belum benar-benar mampu meneladani kehidupan beliau untuk kita terapkan di kehidupan kita. Kita mengaku cinta nabi namun jauh dari sunnah-sunnahnya.

 

Beliau sehari semalam beristighfar lebih dari 70 kali padahal beliau mendapat gelar “maksum” yang diampuni dosanya baik yang lalu maupun yang akan datang. Sedangkan kita dengan dosa yang mungkin tak terhitung lagi jumlahnya, masih enggan beristighfar.

 

Beliau melakukan sholat tahajjud dalam semalam sampai kakinya bengkak padahal beliau sudah pasti masuk surga dengan derajat tertinggi. Sedangkan kita yang belum tentu masuk surga, jangankan sholat tahajjud, yang wajib saja masih sering terabaikan.

 

Beliau adalah kekasih Allah dan manusia paling mulia di sisi-Nya namun memilih untuk hidup sederhana apa adanya. Sedangkan kita yang masih hina di hadapan Allah, betapa kita tamak untuk menjadi orang yang kaya.

 

Beliau adalah manusia yang paling lemah lembut terhadap sesama dan paling mudah memaafkan kesalahan sesama. Sedangkan kita dengan mudahnya marah dan dendam terhadap sesama hanya karena masalah sepele.

 

Betapa cinta dan rindunya beliau kepada kita sebagai umatnya sampai di akhir hayatnya beliau masih khawatir dengan keadaan kita. Sedangkan sebagian dari kita masih saling mengklaim bahwa dirinyalah yang paling benar dan hanya dirinya dan kelompoknya lah yang berhak dianggap sebagai umat Muhammad SAW.

 

Wahai Nabiku, mungkin kami belum mampu menjadikanmu sebagai teladan kami sepenuhnya. Mungkin engkau akan kecewa jika engkau melihat keadaan kami saat ini. Tapi cinta dan rindu kami kepadamu tidak akan pernah surut dan padam. Semoga itu cukup untuk menjadi alasan bagi kami untuk mendapatkan syafaatmu serta berjumpa denganmu kelak di hari akhir.

 

#harikeduapuluhdelapan

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170622

Kamis

Kita sebagai manusia seringkali tidak tahu diri. Kita sering menuntut hak kita tapi melalaikan kewajiban kita. Saat kita berdoa kepada Allah, kita memohon kepada-Nya sekian banyak permintaan bahkan sampai dalam taraf memaksakan kehendak. Namun di satu waktu, kita lalai dengan kewajiban kita terhadap-Nya.

Sholat fardhu sering telat. Sholat jamaah malas-malasan. Sedekah enggan-engganan. Sholat sunnnah diabaikan. Ikut pengajian atau majelis ta’lim jarang-jarang. Baca Qur’an kadang-kadang. Dan banyak kewajiban-kewajiban yang lain terhadap-Nya yang sering kita lalaikan.

Bahkan lebih parahnya lagi, sebagian dari kita merasa sudah cukup dengan amalannya. Merasa yakin bahwa amalannya selama ini sudah diterima di sisi Allah. Tidak cukup sampai disitu, dengan amalan yang pas-pasan yang belum tentu diterima, sebagian dari kita merasa lebih baik dari pada yang lain dan menganggap remeh amalan sesama. Astaghfirullahaladzim…..

Maka benarlah sabda Rasulullah SAW bahwa yang menyebabkan kita masuk surga adalah bukan semata-mata amal perbuatan kita melainkan rahmat Allah SWT atas kita dan satu lagi yaitu syafaat Nabi Muhammad SAW.

 

#harikeduapuluhtujuh

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170621

Rabu

Allah sering menyindir kita melalui firman-firmanNya. Dia berfirman “Apakah kalian tidak berfikir?” atau di ayat yang lain, “Apakah kalian tidak berakal?” atau bahkan yang lebih menusuk lagi, “Apakah kalian tidak melihat?”

Memang sudah menjadi fakta dan realita yang tak terbantahkan bahwa kita manusia yang diciptakan oleh Allah secara spesial, justru malah tidak menggunakan keistimewaan yang Dia berikan. Banyak dari kita belum mampu atau bahkan tidak mau menggunakan akal dan pirikan kita untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Kita lebih sering kalah oleh hawa nafsu kita sehingga keistimewaan yang Allah berikan kepada kita justru menjerumuskan kita kepada hal-hal yang tak Dia ridloi. Betapa banyak orang yang dianggap pintar dan pandai namun justru kepintaran serta kepandaiannya membuatnya melakukan hal-hal yang tidak baik.

Maka yang sebenarnya terjadi adalah bukannya kebutaan pada mata melainkan kebutaan pada mata hati yang disebabkan oleh ketiadaan nur hidayah yang menyinari hati tersebut. Dan nikmat yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu menggunakan rezeki yang Allah berikan kepada untuk hal-hal yang Dia ridloi.

 

#harikeduapuluhenam

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170620

Selasa

Lisan kita seringkali mengucapkan kalimat takbir. Bahkan dalam satu hari berkali-kali kita mengucapkan takbir pada saat sholat. Namun sayangnya kita masih belum benar-benar memaknai arti dari lafadz takbir.

Lafadz takbir yang bunyinya Allahu Akbar yang bermakna Allah Maha Besar, mengandung arti bahwa lafadz tersebut menutup segala bentuk celah sekecil apapun dari pengakuan kebesaran selain kepada Allah SWT. Lafadz tersebut juga bermakna bahwa tidak ada cela bagi kita untuk “merasa”. Bahwa Dia adalah satu-satunya Dzat Yang Maha Besar dan selain Dia adalah kecil.

Ketika kita telah berhasil dalam sebuah pekerjaan, ingatlah bahwa itu adalah karena kebesaran Allah.

Ketika kita ingin sombong atas kekayaan atau kepintaran kita, ingatlah bahwa kita kecil di hadapan Allah.

Ketika kita sedang mempunyai hajat yang ingin terpenuhi, ingatlah bahwa hajat kita kecil di hadapan Allah dan mintalah pada-Nya niscaya Dia akan memenuhinya.

Ketika kita sedang dihimpit masalah-masalah dalam hidup, ingatlah bahwa masalah tersebut kecil di hadapan Allah dan memohonlah pada-Nya niscaya Dia akan menolong kita.

Ketika kita merasa lemah dalam menghadapi musuh-musuh Allah, ingatlah bahwa Allah-lah sumber segala kekuatan dan pertolongan.

Dia-lah Allah Tuhan kita Yang Maha Kuasa sedangkan kita hanyalah hamba-Nya yang lemah yang tak punya daya maupun upaya kecuali dari-Nya.

 

#harikeduapuluhlima

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170619

Senin

Seringkali Allah mengajak kita dan memberikan kita kesempatan untuk berbuat kebaikan namun kita tidak menyadarinya.

Ketika kita mendengar adzan berkumandang, hati kita tergerak untuk segera melaksanakan sholat berjamaah saat itu Allah sedang memanggil kita.

Ketika kita terbangun tak sengaja di malam hari, saat itu Allah mengajak kita untuk sholat malam.

Ketika kita bertemu atau didatangi seorang fakir miskin maupun anak yatim, saat itu Allah memberikan kesempatan bagi kita untuk bersedekah.

Ketika kita melihat Al-Quran dan dalam hati kita terbersit perasaan untuk membacanya, saat itu Allah sedang ingin berbincang dengan kita melalui firman-firmanNya.

Ketika kita melakukan safar lalu adzan berkumandang dan kita lewat depan sebuah masjid, saat itu Allah sedang mengajak kita agar segera melaksanakan sholat.

Betapa sering Allah berbisik pada hati kita untuk mengajak kita berbuat baik namun betapa sering pula kita mengabaikannya. Allah tak akan pernah bosan untuk mengajak dan memberikan hamba-Nya kesempatan untuk mendulang pahala kebajikan.

Bersyukurlah jika kita masih tergerak untuk selalu berbuat kebaikan. Itu tandanya Allah masih berkehendak kebaikan untuk kita.

Khawatirlah jika kita merasa berat untuk memenuhi panggilan Allah untuk berbuat kebaikan atau bahkan hati kita tidak tergerak untuk itu, mungkin saat itu hati kita mulai tertutup noda-noda dosa disebabkan banyaknya maksiat yang kita perbuat kepada-Nya.

 

#harikeduapuluhempat

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170618

Ahad

Berdoa adalah bentuk penghambaan manusia kepada Allah SWT. Dengan berdoa kita mengakui bahwa diri kita adalah hamba yang lemah tak berdaya sedangkan Dia adalah Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seorang hamba tidak berdoa kepada Allah maka Dia akan marah pada hamba tersebut.

Sebagian dari kita dalam memenuhi hajatnya, mendahulukan usaha daripada doa. ‘Berusahalah kemudian iringi dengan doa’ adalah ungkapan yang sering kita dengar bahkan kita pakai. Tapi rasanya ungkapan tersebut perlu dibetulkan menjadi ‘Berdoalah meminta kepada Allah Yang Maha Kuasa kemudian iringilah dengan usaha’. Karena segala hal yang terjadi pada diri kita bahkan di alam semesta ini adalah karena kehendak Allah. Sedangkan berusaha adalah bagian dari sunnatullah yang berlaku di alam semesta ini.

Oleh karena itu, jika kita memiliki hajat yang ingin terpenuhi, kita minta kepada Allah Yang Maha Kuasa agar memenuhi hajat kita lalu kemudian kita laksanakan kewajiban kita dengan berusaha sebagai bagian dari sunnatullah. Tak mungkin kita jadi sukses tanpa bekerja.

Jika kita mendahulukan doa daripada usaha, maka di saat berhasil kita akan mengatakan bahwa ini adalah karena kuasa dan kehendak Allah SWT. Wallahu a’lam.

 

#harikeduapuluhtiga

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170617

Sabtu

Ada yang hidupnya sederhana pas-pasan namun bahagia bersama keluarganya.

Ada yang tak kaya namun gemar bersedekah.

Ada yang ilmunya tidak terlalu tinggi namun bermanfaat bagi sesama.

Ada yang anaknya belajar di sekolah yang biasa-biasa saja namun berakhlaq luhur.

Itulah beberapa contoh efek keberkahan dalam hidup. Berkah adalah dimana nikmat yang Allah berikan dalam hidup kita dapat membuat kita semakin dekat dengan-Nya. Berkah tidak diukur dari kuantitas nikmat atau rezeki namun dari kualitas diri kita pasca mendapat kenikmatan tersebut.

Allahumma baarik lana fiima rozaqtana wa qina adzabannaar adalah doa yang kita baca setiap sebelum makan maupun minum yang artinya Ya Allah berkahilah segala apa yang Engkau rezekikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari api neraka. Dari doa tersebut dapat kita pahami bahwa jika rezeki atau nikmat dari Allah tidak berkah maka akan membawa kita kepada kemurkaan-Nya yang berujung pada siksa api neraka.

 

#harikeduapuluhdua

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

20170616

Jum’at

Terkadang kita secara tidak sadar mencoba-coba mendahului takdir. Bagaimana bisa? Allah dengan kemaha kuasaan-Nya telah menciptakan alam ini beserta isinya sekaligus dengan takdirnya masing-masing. Namun kita sering menerka-nerka takdir Allah dengan prasangka yang tidak-tidak.

Bagaimana kalau nanti kita gak makan? Bagaimana bisa kita mencapai hal itu? Gak mungkin…. Bagaimana nanti kalau terjadi ini dan itu? Dan seterusnya adalah beberapa ungkapan yang keluar lisan kita seakan-akan kita tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Tak sepantasnya kita sebagai makhluk yang serba terbatas ini untuk meragukan kekuasaan Allah sekaligus keteraturan kehendak-Nya. Tugas kita adalah memanfaatkan masa yang ada sebagai hadiah dari Allah untuk kita dengan sebaik-baiknya lalu kemudian kita

serahkan sepenuhnya kepada Allah sekaligus yakin bahwa Dia-lah sebaik-baik Dzat Yang Berkehendak.

“Tak perlu kau hina agama-Nya untuk menghina Tuhanmu. Jika engka ragu akan masa depanmu, engkau telah menghina-Nya.” ungkap seseorang bijak.

 

#harikeduapuluhsatu

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170615

Kamis

Berapa banyak dari kita yang mempunyai rekening di bank. Sebagian besar dari kita menabung sedikit maupun banyak secara bertahap untuk kepentingan di masa yang akan datang. Baik saja dan tidak salah namun jangan lupa untuk menabung untuk persiapan masa depan yang haqiqi yaitu akhirat.

Ketika kita bersedekah, mengajar, menasehati sesama maka ketika kita itu kita menabung untuk persiapan di akhirat. Hasil tabungan tersebut akan kita tuai hasilnya kelak di akhirat sebagai bekal untuk mengarungi hidup yang abadi.

Betapa banyak manusia sibuk mencari bagaimana hidup yang baik namun lalai untuk mempersiapkan bagaimana mati yang baik.

 

#harikeduapuluh

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170614

Rabu

Betapa banyak manusia tapi tidak banyak yang beriman.

Betapa banyak manusia yang beriman tapi tidak banyak yang memperjuangkan imannya.

Betapa banyak manusia yang berilmu tapi tidak banyak yang mengamalkannya.

Betapa banyak manusia yang beramal tapi tidak banyak yang ikhlas dalam amalannya.

Betapa banyak manusia yang mendapat banyak nikmat dan rezeki dari Allah tapi tidak banyak yang mensyukurinya.

Betapa banyak manusia yang sibuk dengan urusan duniawi tapi tidak banyak yang menjadikannya sebagai persiapan menuju kehidupan ukhrawi yang abadi.

Marilah kita menjadi bagian dari orang-orang yang “tidak banyak” tersebut. Sebagaimana doa yang dipanjatkan oleh salah seorang di zaman Khalifah Umar RA dan terdengar olehnya, “Allahummajj’alni minal qoliil”. Ya Allah jadikan aku dari bagian orang-orang yang sedikit.

 

#harikesembilanbelas

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170613

Selasa

Setan telah berpengalaman ribuan tahun dalam menggoda manusia. Sekian banyak cara telah mereka gunakan untuk menyesatkan manusia dari jalan yang ridloi oleh Allah. Salah satunya adalah dengan meniupkan sifat sombong pada diri manusia.

Kesalahan pertama iblis yang menyebabkan di diusir dari surga adalah kesombongan dia atas penciptaan Adam As. Oleh karena itu menurut iblis cara paling mudah untuk menggelincirkan manusia dari jalan Allah adalah dengan meniupkan sifat sombong pada diri manusia. Dan iblis beserta para keturunannya pun berhasil melakukan hal itu.

Betapa banyak manusia yang merasa dirinya lebih baik, lebih kuat, lebih mulia, lebih pintar dan lebih lebih yang lainnya. Ketika itu terjadi maka tanpa kita sadari kita sudah meniru apa yang telah diperbuat oleh iblis. Rasulullah SAW pun bersabda bahwa tidak akan masuk surga seseorang yang dalam hatinya ada benih kesombongan.

Marilah kita berbuat baik sebanyak-banyaknya tanpa merasa lebih baik dan lebih mulia dari yang lain. Tanamkan selalu perasaan bahwa kitalah manusia yang paling sedikit amalnya dan paling banyak dosanya.

#harikedelapanbelas

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170612

Senin

Kisah Inspiratif

WARISAN KAUS KAKI ROBEK

Alkisah, seorang kaya raya (miliarder), sedang sakit parah. Menjelang ajal menjemput, ia mengumpulkan anak-anak tercintanya. Beliau berwasiat, “Anak-anakku, jika ayah sudah dipanggil Yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian, tolong pakaikan kaus kaki kesayangan ayah walaupun kaus kaki itu sudah robek. Ayah ingin memakai barang kesayangan semasa bekerja di kantor, dan sebagai kenangan, ayah minta kaus kaki itu kalian pakaikan bila ayah dikubur nanti.”

 

Singkat cerita, akhirnya sang ayah meninggal dunia. Saat mengurus jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya meminta kepada pengurus jenazah untuk memakaikan kaus kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya. Akan tetapi, sang pengurus jenazah menolak.

 

“Maaf, secara syariat hanya dua lembar kain putih saja yang boleh dipakaikan kepada mayat….,” kata sang pengurus jenazah.

 

Terjadi diskusi panas antara anak-anak yang ingin memakaikan kaus kaki robek dan pengurus jenazah, yang juga seorang ustadz, yang melarangnya.

 

Karena tidak ada titik temu, penasihat keluarga sekaligus notaris dipanggil. Beliau menyampaikan, “Sebelum meninggal, Bapak menitipkan surat wasiat. Ayo kita buka bersama-sama, siapa tahu ada petunjuk…”

 

Maka, surat wasiat almarhum miliarder untuk anak-anaknya yang dititipkan kepada notaris tersebut dibuka bersama-sama. Begini bunyinya, “Anak-anakku, pasti sekarang kalian sedang bingung karena dilarang memakaikan kaus kaki robek pada mayat ayah. Lihatlah anak-anakku, padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah dimana-mana, rumah mewah banyak, tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati. Bahkan, kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yang ikhlas mencintai yang akan menemani kita saat kita mati. Anak-anakku, inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara. Salam sayang dari ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju kebahagiaan di akhirat.”

 

20170612

Senin

Ada yang banyak uangnya namun tak pernah puas dengan apa yang dimiliki tapi ada juga yang hidup apa adanya namun tak pernah risau dengan kekurangan.

Ada yang punya rumah besar namun tak pernah dihuni tapi ada juga yang rumahnya sederhana namun cukup menampung satu keluarga yang selalu berkumpul tiap harinya.

Ada yang punya mobil lebih dari satu bahkan selalu ingin berganti dengan merk terbaru tapi ada juga yang cukup dengan satu motor namun bisa bermanfaat untuk satu keluarganya.

Ada yang bangga punya anak yang sekolah di luar negeri namun tak pernah ada rindu untuk saling bertemu tapi ada juga yang punya anak yang hanya sekolah tak jauh dari rumahnya namun tiap hari bisa bertatap muka dan melepas rindu.

Maka benarlah Allah SWT dengan segala firman-Nya bahwa orang kaya yang sebenarnya adalah mereka yang merasa cukup atas rezeki yang diberikan oleh Allah padanya serta pandai mensyukurinya.

#hariketujuhbelas

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170611

Ahad

Renungkanlah…..

Begitu bangganya kita bersafari ke berbagai tempat, namun lupa bersilaturahmi dengan tetangga.

Begitu bangganya kita bisa bepergian ke tempat yang jauh, tapi masjid yang dekat jarang kita kunjungi.

Begitu mudahnya kita menghamburkan uang untuk shopping di mall, tapi saat kotak amal lewat di depan kita seolah kita merasa tak punya uang.

Begitu semangatnya kita begadang sampai tengah malam untuk nonton bola atau ngobrol, tapi begitu sulitnya bangun untuk sholat subuh berjamaah.

Begitu nyamannya kita mainkan gadget kita untuk waktu yang lama, tapi begitu beratnya membaca Al-Quran walau hanya selembar.

Begitu rapinya pakaian kita saat menghadap pimpinan kita di perusahaan, tapi di saat shalat menghadapi Allah SAW yang penting aurat tertutupi.

Begitu bergegasnya kita saat ada panggilan tugas dari kantor, tapi betapa mudahnya kita mengabaikan panggilan Allah saat adzan berkumandang.

Dan masih banyak kedzaliman-kedzaliman lain yang tanpa kita sadari kita perbuat terhadap Allah SWT.

Astaghfirullahaladzim….. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami karena kami tahu tidak ada yang mampu mengampuni dosa kami selain Engkau Sang Maha Pengampun

#harikeenambelas

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170610

Sabtu

Hidup ini secara keseluruhan adalah ujian dari Allah untuk hamba-Nya. Baik itu yang berwujud kebaikan maupun keburukan. Hanya mereka yang lulus ujian di dunia inilah yang berhak mendapat derajat yang tinggi di akhirat yaitu surga-Nya.

Sebagian besar dari kita lebih sering menyadari dirinya sedang diuji saat mendapat kesulitan-kesulitan dalam hidup. Namun lalai saat diuji dengan kenikmatan hidup.

Saat kita mendapatkan kenikmatan dalam hidup, kita sering lupa bahwa itu juga merupakan ujian dari Allah untuk kita. Allah menguji kita dengan kenikmatan hidup untuk mengetahui siapa dari hamba-Nya yang bersyukur dan siapa pula yang kufur.

Semua yang kita dapatkan pada hidup kita adalah dari Allah. Masalahnya kita bersyukur atau tidak?

 

#harikeempatbelas

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

hitungan hari terbalik dengan yang kemarin karena kelalaian penulis

 

20170609

Jum’at

Disaat Allah menciptakan manusia maka disaat itu pula sudah Dia tentukan kadar rezeki untuknya. Kita tidak pernah tahu kadar rezeki kita dan kadar rezeki setiap dari kita tidak ada yang sama.

Sayangnya, kita terkadang masih terlalu sempit memaknai rezeki. Sebagian dari kita masih menganggap rezeki hanya sebatas yang berbentuk materi atau uang. Padahal bentuk rezeki dari Allah untuk makhluk-Nya ada bermacam-macam.

Kesehatan, keluarga yang sakinah, teman yang baik, tetangga yang baik, lingkungan yang baik adalah beberapa bentuk rezeki dari Allah untuk kita. Sungguh kita masih jauh dikatakan sebagai hamba yang bersyukur disaat Allah begitu murah membagikan rezeki-Nya untuk kita. Sehingga yang sering terjadi kita hanya mengeluh dengan kekurangan serta sedikit bersyukur atas apa yang sudah kita miliki.

 

#harikelimabelas

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

2010608

Kamis

Nasib manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Sama sekali tidak ada yang sama. Itulah salah satu tanda kekuasaan Allah Sang Pencipta.

Jika begitu adanya, maka kita tak perlu membanding-bandingkan nasib kita dengan orang lain. Apalagi nauzubillah sampai iri dan dengki kepada mereka yang kita anggap hidupnya lebih baik daripada kita.

Setiap orang punya jatah rezekinya dan jalan hidupnya masing-masing. Maka yakinlah bahwa hidup kita saat ini sudah menjadi suratan takdir dari-Nya. Tak ada gunanya iri dan dengki. Tak akan merubah nasib kita. Malah menambah jumlah dosa kita.

 

#hariketigabelas

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170607

Rabu

Siapa kita dan apa hak kita melarang-larang orang lain berbuat baik. Apalagi kalau merasa hanya perbuatan kita yang baik dan menganggap yang lain tidak seperti kita. Terlalu sombong…. Astaghfirullahaladzim.

Allah SWT Maha Menghargai usaha hamba-Nya dalam berbuat kebaikan. Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya, ada pahalanya. Bahkan pahala tersebut bisa berlipat ganda sepuluh kali lipat atau lebih dari itu. Rasulullah SAW pun bersabda agar tidak menganggap remeh perbuatan baik sekecil apapun walaupun hanya sekedar senyuman kepada sesama.

Jika ketika kita merasa lebih baik daripada orang lain dan menganggap remeh kebaikan mereka, ingatlah bahwa sangat mungkin amalan mereka yang diterima oleh Allah sedangkan amalan kita malah tidak berarti apa-apa di sisi-Nya dan malah menambah dosa kita yang sudah banyak.

 

#harikeduabelas

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170606

Selasa

Semenjak dahulu kala, pihak-pihak yang menyampaikan kebenaran selalu mendapatkan musuh yang tidak sedikit jumlahnya. Bahkan yang memusuhi lebih banyak daripada yang mengikuti.

Terlebih di zaman sekarang. Zaman dimana kebenaran terkadang menjadi sebuah hal yang asing dikarenakan merajalelanya kebatilan.

Inilah sunnatullah. Dimana mereka-mereka yang menyampaikan kebenaran selalu diuji sedemikian rupa. Mereka diuji sampai dimana kesabaran dan keteguhan mereka dalam berpegang teguh serta menyampaikan kebenaran. Tidak mudah memang. Karena beratnya resiko dan konsekuensi itulah, balasan kesabaran tersebut hanya satu yaitu surga dan hanya hamba-hamba Allah yang terpilihlah yang dapat meraihnya.

 

#harikesebelas

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170605

Senin

Jika Allah menyegerakan hukuman untuk manusia atas dosa-dosa yang mereka perbuat di atas bumi-Nya ini, sungguh tidak akan tersisa satupun manusia diakibatkan terlalu banyaknya dosa yang mereka perbuat. Namun Allah menunda siksaan-Nya dan memberi manusia kesempatan untuk bertobat kepada-Nya.

Kita sadari maupun tidak sungguh telah banyak dosa yang telah kita perbuat. Bahkan sampai di bulan suci Ramadhan ini yang dimana setan-setan telah dibelenggu. Astaghfirullahaladzim….

Jika begitu, sepatutnya kita terus beristighfar memohon ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Selama kita memohon ampun, selama itu pula Allah akan mengampuni dosa-dosa kita selain dosa syirik.

Rasulullah SAW saja yang notabene punya predikat maksum, beristighfar setiap harinya lebih dari 70 kali. Lha kita yang bukan siapa-siapa, berapa kali????

 

#harikesepuluh

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170604

Ahad

Sejarah akan terus berulang. Itulah kenapa dua pertiga dari isi Qur’an adalah kisah-kisah. Kita diharapkan mampu mengambil pelajaran dari sejarah. Kalau baik kita ikuti. Kalau buruk kita tinggalkan.

Sejarah telah mencatat bahwa kebenaran tidak mudah begitu saja diterima oleh banyak pihak. Para Nabi dan Rasul pada awal dakwah mereka, tidak banyak jumlah pengikutnya. Bahkan pengikut para Nabi dan Rasul yang jumlahnya sedikit tersebut mendapat tekanan serta gangguan yang tidak sedikit dari pihak-pihak yang belum menerima kebenaran.

Ya itulah sunnatullah. Dengan ujian-ujian terhadap hamba-hambaNya yang berpegang teguh pada kebenaran tersebut, Dia ingin mengetahui siapa yang benar-benar siap menerima kebenaran dengan segala resikonya.

Siapkah kita menerima ujian sebagai konsekuensi dari kebenaran yang kita yakini?

 

#harikesembilan

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170603

Sabtu

Para Nabi dan Rasul adalah para manusia pilihan. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang paling dekat dengan-Nya. Namun begitu, sejarah menunjukkan bahwa kedekatan mereka dengan Allah tidak serta merta membuat hidup mereka di dunia ini berjalan mudah tanpa kesulitan. Justru merekalah manusia-manusia yang paling banyak ujian hidupnya.

Dari sini kita bisa belajar bahwa salah satu indikasi cintanya Allah terhadap hamba-Nya adalah ujian hidup yang Allah timpakan pada hamba-Nya tersebut. Semakin banyak ujian yang Dia timpakan kepada hamba-Nya, semakin cinta Dia kepada hamba-Nya.

Maka, jika kita mendapatkan kesulitan-kesulitan dalam hidup, bersyukurlah karena Allah sedang mempersiapkan bagi kita derajat yang lebih tinggi agar kita semakin dekat dengan cinta-Nya.

 

#harikedelapan

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170601

Kamis

Tidak ada manusia yang tidak mengharapkan surga. Sebagaimana tidak ada pula yang ingin masuk neraka. Karena semuanya punya tujuan yang sama, maka seyogyanya kita pun bahu-membahu untuk menuju tujuan tersebut. Tak perlu kita saling menyalahkan dan saling mengklaim dirinya serta kelompoknya yang paling benar. Kalau memang ada yang kurang tepat, cukuplah dengan nasehat yang bijak. Selebihnya kita serahkan kepada Allah Yang Maha Memberi Hidayah.

 

#harikeenam

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170531

Rabu

Siapa dari kita yang tidak pernah berbuat salah dan dosa? Siapa pula dari kita yang tidak pernah berbuat kebajikan?

Semua dari pernah berbuat kebajikan maupun dosa. Tinggal masalahnya lebih banyak mana, kebajikan atau dosa yang kita perbuat.

Marilah kita berbuat kebajikan sebanyak mungkin. Semoga kebajikan tersebut bisa menutupi serta menghapus kesalahan serta dosa yang tanpa kita sadari juga telah banyak kita lakukan.

 

#harikelima

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170530

Selasa

Bukan masalah siapa yang pintar dan siapa yang bodoh melainkan siapa yang bermanfaat terhadap sesama.

Bukan masalah siapa yang kaya dan siapa yang miskin melainkan siapa yang membantu sesama.

Bukan masalah siapa yang tampan dan siapa yang buruk rupanya melainkan siapa yang baik budi pekertinya.

Bukan masalah siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin melainkan siapa yang menyayangi sesama.

Semuanya akan bernilai dan berarti di sisi-Nya jika diniatkan ibadah kepada-Nya dan mengundang ridlo serta rahmat-Nya.

 

#harikeempat

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170529

Senin

Apa yang sekarang kita miliki sejatinya bukanlah milik kita melainkan titipan dari Allah Sang Maha Kuasa. Tugas kita adalah menjaganya sebaik-baiknya dengan cara menunaikan hak-hakNya dari titipan-Nya tersebut. Karena semuanya adalah titipan dari-Nya, maka Dia berhak mengambilnya dari kita sewaktu-waktu dan dengan cara yang Dia kehendaki. Kita gak boleh protes sedikitpun. Sebagaimana tukang parkir yang gak boleh protes ketika pemilik motor atau mobil mengambil miliknya dari lahan parkir yang dia jaga.

 

#hariketiga

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170528

Ahad

Terkadang tanpa kita sadari, sebagian dari kita sering memaksakan kehendak terhadap Allah. Kita sering meminta sesuatu kepada Allah dan pokoknya permintaan tersebut harus terpenuhi. Kalau tidak, sedih dan galau sudah pasti. Padahal Allah Yang Maha Mengatur telah merencanakan sesuatu terhadap setiap hamba-Nya. Silahkan saja engkau meminta apa yang engkau mau kepada Allah tapi setelah itu serahkan semuanya kepada-Nya biarkan Dia mengatur sekehendak-Nya.

 

#harikedua

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati

 

20170527

Sabtu

Bulan Ramadhan adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-hambaNya. Dia Yang Maha Tahu tahu bahwa hamba-hambaNya dalam menjalani hari-harinya lebih banyak menuai dosa daripada pahala. Maka Dia jadikan bulan suci dengan segala keutamaannya sebagai kesempatan bagi hamba-hambaNya untuk menebus 11 bulan yang telah berlalu yang penuh dengan dosa. Akankah kita sia-siakan kesempatan emas ini? Waliyadzu Billah

 

#haripertama

#ramadhankareem

#bulanberkah

#berbagikebaikan

#salingmenasehati