Taubatan Nasuha

 

Batu, 20190404

Taubatan Nasuha

Taubatan nasuha adalah taubat yang benar-benar taubat atau taubat yang sebenarnya. Taubat yang dilkaukan dengan bersungguh-sungguh dan tidak akan mengulanginya lagi. Tobag yang dilakukan dengan bersungguh sungguh pasti akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Allah yang maha pengampun.

Taubat yang sungguh-sungguh harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

Pertama : menyesali kesalahan.

Menyadari bahwa kesalahan yang telah dilakukan sebagai kesalahan dan kemudian ikrar dalam hati dengan penyesalan karena telah terlanjur melakukannya. Hati yang sedih karena telah melakukan kesalahan merupakan tanda penyesalan. Seseorang yang telah menyesali terhadap kesalahannya menandakan bahwa dirinya telah bertaubat. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda “Penyesalan adalah pertanda beratubatnya seseorang.” (HR. Abu Dawud dan Al-Hakim)

Kedua : mengakui bahwa dirinya bersalah.

Seseoarang yang telah melakukan kesalahan dan kemudian mengakui bahwa dirinya bersalah, kemudian bertekad tidak akan mengulanginya lagi, maka seseorang tersebut dinyatakan telah bertaubat.  Sebagaimana firman Allah yang terjemahannya seagai berikut “Dan juga orang-orang uyang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri-sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran 3: 135).

Ketiga : membutuhkan ampunan Allah subhanahu wa ta’ala

Allah maha pengampun, ampunan Allah sangat dibutuhkan ketika kita ingin mensucikan hati dari perbuatan dosa yang telah kita lakukan. Tindakan seperti ini pernah dilakukan oleh nabi Adam alaihissalam dan ibu Hawa saat mereka melanggar perintah dan larangan Allah subhanahu wa ta’ala. “Keduanya (Adam dan Hawa) berkata: ‘Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS: Al-A’raf 7: 23).

Keempat : Tidak mengulangi lagi perbuatan dosa.

Berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan dosa yang pernah dilakukan adalah pertanda bahwa ia telah bertaubat. Kemudian dosa yang pernah dilakukannya harus diganti dengan amalan-amalan shalih, jika taubatnya ingin diterima Allah yang maha pengampun.

Tirmidzi meriwayatkan dalam kitabnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa salam telah bersabda, “Aku benar-benar mengetahui orang terakhir yang keluar dari neraka. Orang itu dihadapkan pada hari kiamat lalu dikatakannya dihadapannya, Tunjukkan kepadanya dosa-dosanya yang kecil.’ Sedang dosa-dosanya yang besar disembunyikan. Dikatakan, ‘Pada hari ini dan itu aku berbuat begini dan begitu.’ Orang itu mengakui dan tidak menyangkalnya. Dia merasa kasihan kepada diri sendiri karena dosa-dosanya yang besar. Dikatakan, ‘Berikan kepadanya satu kebaikan pengganti dari satu keburukan yang dilakukannya.’ Orang itu berkata, ‘Aku mempunyai beberapa dosa yang tidak kulihat di sini.’ Abu Dzar tersenyum dan berkata, ‘Kulihat Rasulullah tersenyum, hingga terlihat gigi gerahamnya.”

Dapat juga dikatakan bahwa setiap keburukan orang yang bertaubat diganti dengan kebaikan karena ia menyesalinya. Penyesalannya merupakan taubatnya dari keburukan itu, sebab penyesalan itu juga sudah merupakan taubat sedangkan taubat dari setiap dosa adalah kebaikan.

Iklan

PENYUSUNAN RPP DENGAN PENDEKATAN STEM

PENYUSUNAN RPP DENGAN PENDEKATAN STEM

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih.

  1. Komponen RPP

Komponen RPP terdiri atas:

  1. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  3. kelas/semester;
  4. materi pokok;
  5. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
  6. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  7. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
  8. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  9. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
  10. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  11. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,
    atau sumber belajar lain yang relevan;
  12. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  13. penilaian hasil pembelajaran.

 

  1. Prinsip Penyusunan RPP

Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
  2. Partisipasi aktif peserta didik.
  3. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
  4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
  5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
  6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
  7. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
  8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
  9. Sistematika RPP

Sistematika RPP selalu berkembang dan berubah-ubah sesuai kebijakan yang berlaku, tetapi prinsip-prinsip pengembangannya tidak terlalu berbeda. Contoh sistematika RPP pada Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013.

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  1. Identitas

 

  1. Sekolah :
  2. Mata pelajaran :
  3. Kelas/Semester :
  4. Materi Pokok :
  5. Alokasi Waktu :
  6. Kompetensi Inti (KI)
    [disajikan Deskripsi Rumusan KI-1 dan KI-2 seperti yang dinyatakan dalam Kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran]

KI 3:

KI 4:

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    KD 3 :

Indikator Pencapaian Kompetensi:

KD 4 :

Indikator Pencapaian Kompetensi:

 

  1. Tujuan Pembelajaran ( Karakter diintegrasikan dalam deskripsi tujuan)

Pertemuan 1: ………………………………………………………………………………………………….. Pertemuan 2: …………………………………………………………………………………………………..

 

  1. Materi Pembelajaran

(disajikan materi pokok saja, rincian materi setiap pertemuan dinyatakan dalam Lampiran)

 

  1. Pendekatan/ Model/Metode Pembelajaran:

 

  1. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran:

 

 

  1. Sumber Belajar:

 

  1. Langkah-langkah Pembelajaran
  2. Pertemuan Pertama: (…JP)
  3. Kegiatan Pendahuluan
  4. Kegiatan Inti

[disajikan garis besar alur berpikir pembelajaran secara lengkap, materi rinci
pembelajaran dimuat pada Lampiran Materi Pembelajaran Pertemuan 1

  1. Kegiatan Penutup

 

  1. Pertemuan Kedua: (…JP)
  2. Kegiatan Pendahuluan
  3. Kegiatan Inti [disajikan garis besar alur berpikir pembelajaransecara lengkap, materi rinci pembelajaran dimuat pada Lampiran Materi Pembelajaran Pertemuan 2]
  4. Kegiatan Penutup
  5. Pertemuan seterusnya.
  6. Penilaian
  7. Teknik Penilaian:
  8. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
  9. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan*)
  10. Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek*)

*) coret yang tidak perlu

  1. Bentuk Penilaian:
  2. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
  3. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
  4. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
  5. Portofolio : penilaian laporan
  6. Instrumen Penilaian (terlampir)

 

……………, ……….. 2018

Mengetahui :

Kepala Sekolah,                                                               Guru Mata Pelajaran,

 

 

……………………………                                                 ………….………………………

NIP ……………………..                                                   NIP ……………………………

 

 

LAMPIRAN :

  1. Bahan ajar
  2. Instrumen Penilaian

Sumber: “STEM Materi IHT Instruktru Pelatihan Pembelajaran Berbasis STEM” Kerjasama antara SEAMEO, QITEP in Science dengan PPPPTK BOE, halaman 112

Review Buku Mikrokontroler

Sekilas tetang buku Informatika

Identitas Buku

Judul                    :    Pemrograman Mikrokonroler AVR Atmega 16 Menggunakan Bahasa C (Code Vision AVR)

Penerbit               :    Informatika, Bandung

Penulis                 :    Heri Andrianto

ISBN                     :    978-602-1514-79-5

Tebal                   :    7 halaman i dan 232 halaman isi

Ukuran                 :    16 x 24 cm

Isi                         :    27 Bab

Tambahan           :    CD tutorial dan contoh program

 

Review singkat

Bab 1 Mikrokontroler AVR Atmega 16

Penulis mengenalkan mengenai mikrokontroler yang telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari mulai di rumah, kantor, sekolah, bank, perhotelan, industri dan lain-lain. Sebagian besar sistem elektronik telah menggunakan mikrokontroler sebagai komponen utama antara lain sistem manajemen mobil, keboard komputer, piano elektronik, alat rekam digital, televisi, radio, remot kontrol, router, robot, printer, scanner dan lain-lain.

Dalam bab ini dijelaskan sejarah perkembangan mikrokontroler. Sejarah penemuan maupun pemanfaatan mikrokontroler tidak lepas dari sejarahnya mikroposesor. Diawali dari penemuan mikroposesor, kemudian komputer dan kemudian mikrokontroler. Diawali tahun 1617, John Napier menemukan sistem untuk perkalian dan pembagian berdasarkan logaritma sehingga tahun 1948 ditemukan transistor sebagai hardware penting setelah dikembangkan konsep software. Dari hardware transistor maka pada tahun 1958 dikembangkan dalam bentuk integrated citcuit (IC), perkembangan ini mendorong Intel membuat mikroprosesor berjuluk Intel 4004 adalah mikroposesor pertama buatan intel yang terusun dari 2250 transistor. Intel 4004 adalah mikroposesor 4 bit. Selanjutnya Intel mengembangkan mikroposesor generasi ke yaitu Intel 8008 merupakan mikroposesor 8 bit pada tahun 1974. Mikroposesor Intel 8008 memproses data lebih banyak dari mikroposesor generasi sebelumnya.

Perkembangan mikroposesor yang pesat sehingga pada tahun 1980 Intel membuat Mikroposesor Intel 8051 yang dikenal sebagai keluarga mikrokontroler MCS51. Mikrokontroler ini sangat populer saat itu sehingga beberapa vendor seperti Philips, Siemens, Atmel yang mengadopsi Intel 8051. Atmel mengadopsi Intel 8051 untuk membuat mikrokontroler MCS51 yaitu mikrokontroler Atmel seri AT89xxx, misalnya AT89S51 dan AT89S52. Berikutnya pada tahun 1996 Atmel mengembangkan mikrokontroler yang menggunakan on-chip flash memory untuk menyimpat program yaitu Atmel AVR.

Perbedaan antara mikroprosesor, mikrokomputer dan mikrokontroler dijelaskan dalam bab ini.

Arsitektur mikroposesor

Sampai dengan saai ini dikena terdapat 2 macam arsitektur mikroposesor yaitu:

  1. CISC (Conplex Instruction Set Komputer)

Mikroposesor yang berasitektur CISC ini hardwarenya kompleks, intruksinya kompleks dan lengkap, sehingga dimensinya besar.

Software asembly lebih sederhana dan siklusnya lebih panjang.

Contohnya : Intel 80C51 (MCS 51), Motorola 68 HC 11.

  1. RISC (Reduce Instruction Set Computer)

Mikroprosesor jenis ini, hardwarenya lebih sederhana, instruksinya dasar dan umumnya hanya butuh 1 siklus.

Dimensinya Mikroproesor jenis ini lebih kecil dan irid daya.

Contohnya : ATMEL AVR, Microchip PICR12/16 CXX, National Semi conduktor C0P8.

Masih dalam bab ini dejlaskan mengenai Mikrokontroler ATMEL AVR RISC.

AVR adalah Advanced Versatile RISC atau Alf and Regard’s Risc Prosesor. Sedangkan AVR adalah mikrokontroler RISC 8 bit berdasarkan arsitektur Havard.

Keunggulan AVR adalah pada kecepatan ekskusi yang hanya butuh 1 siklus clock. AVR mempunyai fitur lengkap (ADC internal, EEPROM internal, timer/counter, watchdog timer, PWM, Port I/O, komunikasi serial, komparator I2C, dll) sehingga desainer dan programmer dapat menggunakan untuk berbagai aplikasi sistem elektronika. Disebutkan 5 kelompok AVR yaitu: 1. AT Tiny, 2. AT 90 Sxx, 3. ATMega, 4. AVRXMega, dan 5. AVR32 UC3.

Pemrograman Mikrokontroler AVR ada dua macam yaitu :

  • Low level language (assembly)bahwa bahasa assembly bersifat
  • High level language (C, BASIC, Pascal, JAVA, dll) tergantung compiler yang digunakan.

Diungkapkan bahwa bahasa assembly bersifat umum memiliki kesamaan instruksi, sehingga penguasaan pemrograman satu jenis mikrokontroler maka lebih mudah menguasai pemrograman mikrokontroler AVR lainnya. Dalam penggunan bahasa, lebih memilih menggunakan bahasa C karena lebih mudah dipelajari dari pada assembly dan juga bahasa C dapat melakukan hampir semua operasi dari bahasa mesin (assembly). Bahasa C lebih sederhana dan mudah.

Praktik pemrograman yang dilakukan menggunakan mikrokontontroler jenis AVR yaitu ATMega 16 dan software compilernya adalah Code Vision.

Mengenai hardware ATMega 16 dalam bab ini dijelaskan mulai dari Fitur-fiturnya, konfigurasi pin, Block diagram, kemudian arsitektur Mikrokontroler AVR RISC, General Purpose Register AVR, Stack Pointer, serta peta memori AVR ATMega 16. Penjelasan tersebut dilengkapi dengan gambar dan diagram sehingga lebih mudah memahaminya.

Peta memori AVR ATMega 16 meliputi memori program, memori data (SRAM) serta memori data EEPROM. Dijelaskan pula mengenai Status Register (SREG) yang merupakan bagian inti dari CPU mikrokontroler.

Bab 2 menerangkan mengenai Pemrograman Mikrokontroler AVR ATmega 16. Mikrokontroler buatan ATMEL sistemnya dikembangkan menggunakan software AVR Studio dan Code Vision AVR.

AVR Studio adalah software khusus untuk bahasa Asembly yang fungsinya lengkap. Fungsi tersebut meliputi penulisan program, kompilasi, simulasi dan down load program ke IC Mikrokontroler AVR. Sedangkan Code Vision AVR adalah software C-Cross Compiler. Programnya dapat ditulis dalam bahasa C. Code Vision AVR empunyai IDE (Integrated Development Environment) yang lengkap meliputi penulisan program, compile, link, asembler (pembuatan kode mesin), download program ke chip AVR. Terdapat juga fasilitas terminal (port) untuk melakukan komunikasi serial dengan mikrontroler lain yang sudah terprogram. Dicontohkan penulisan program menggunakan bahasa assmbly dan menggunakan bahasa C.

Selanjutnya dijelaskan pula mengenai struktur dan unsur pemrograman seperti Identifiers, Konstanta, Tipe Data, Operator, Program Kontrol, Array, Fungsi beserta contoh penerapannya. Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai Library Function pada CodeVision AVR.

Bab 3 Penggunaan Code Vision AVR

Bab ini menjelaskan mengenai program yang dapat dipakai sebagai editor dan compiler untuk mikrokontroler AVR, salah satunya adalah Code Vision AVR. Code Vision AVR adalah alat bantu pemrograman (programming tool) yang bekerja dalam lingkungan pengembangan perangkat lunak yang terintegrasi (integrated Development Environment, IDE). Code Vision Avr dilengkapi dengan source code editor, compiler, linker, dan dapat memanggil Atmel AVR Studio untuk debugger nya. Selanjutnya dijelaskan langkah-langkah penggunaan Code Vision Avr versi 3.17

Code Vision Avr dapat juga digunakan untuk upload program ke arduino compatible board jika proyeknya menggunakan target IC/chip mikrokontroler ATmega 8, ATmega 168, ATmega 328, ATmega 1280 dan ATmega 2560.

Bab 4 Modul Evaluation Board Mikrokontroler ATmega 16

Langkah awal pemrograman mikrokontroler adalah harus mempunyai minimum system AVR atau evaluation board AVR. Spesifikasi modul evaluation board AVR yang digunakan dalam proyek ini adalah antara lain :

  1. IC ATMega 16
  2. Programmer ISP +DB25+Kabel (menggunakan parallel port computer)
  3. IC ULN2803A untuk mengendalikan motor stepper dan relay
  4. IC L293D driver untuk mengendalikan Motor DC (robot)
  5. IC Max232 untuk komunikasi RS232
  6. Kabel DB9 untuk komunikasi RS232
  7. 8 buah LED
  8. 2 buah Seven Segment
  9. 2 buah push button
  10. 8 input sensor (bisa sensor analog maupun digital)
  11. Konektor / interface ke LCD 2×16 karakter
  12. Voltage devider untuk input ADC
  13. Led untuk PWM (mengatur intensitas cahaya Led menggunakan PWM)
  14. Input komparator
  15. 4 buah port konekor yang dapat diekspansi ke luar (Port A, Port B, Port C, dan Port D)
  16. Regulator LM7805
  17. Kabel-kabel konektor/jumper

Bab-bab selanjutnya memuat penjelasan mengenai Input Output Mikrokontroler AVR ATmega 16, penjelasan mengenai berbagai aplikasi seperti aplikasi antarmuka dengan seven segment, aplikasi antarmuka dengan matrix Led, aplikasi antarmuka dengan motor stepper, aplikasi antarmuka dengan LCD, aplikasi antarmuka dengan keypad, aplikasi antarmuka dengan sensor inframerah, timer/counter, interupsi, EEPROM, komunikasi data USART, ADC (Analog to Digital Converter), Sensor suhu (LM35), PWM (Pulse Width Modulation), Robot Mobil, Line Follower Robot, aplikasi antarmuka dengan motor servo, RTC (Real Time Clock), sensor ultrasonic, RGB LED, Bluetooth, Pengondisian Sinyal, Sensor Suhu dan kelembaban (DHT11).

PETIKAN PIDATO BAPAK PIMPINAN DALAM PERINGATAN PERISTIWA 19 MARET 1967 (PERSEMAR)

PETIKAN PIDATO BAPAK PIMPINAN DALAM PERINGATAN PERISTIWA 19 MARET 1967 (PERSEMAR)
1. Peringatan Persemar bukanlah hari libur namun pelajaran dan pendidikan penting yang merupakan salah satu referensi kepondokmodernan.
2. Hati-hati dengan penyakit merasa paling tahu, merasa paling berjasa dan juga penyakit membanding-bandingkan. Sebaik-baiknya pondok dan sesukses-suksesnya pondok tetap ada kekurangan dan tetap ada kekecewaan terhadapnya.
3. Apapun yang terjadi pada dirimu, apapun yang kau rasakan dan apapun yang kau dapati, pastikanlah dirimu tetap menjadi pribadi yang baik.
4. Jangan jadi seperti ikan yang tidak pernah mengambil pelajaran dari terpancingnya teman-temannya dengan umpan pada kail pancing.
5. Persemar terjadi berawal dari rasa kecewa yang berakibat pada sifat mengecewakan dan berakhir dengan mengajak orang lain untuk ikut-ikutan kecewa.
6. Kalau kita ingin mencari aibnya seseorang tidak akan pernah ada habisnya. Begitu juga pondok, kalau ingin mencari kekurangannya akan selalu ada.
7. Bagaimanapun juga, kita yang berada di pondok tetaplah taat dan tidak membantah terhadap apa yang ada di pondok.
8. Jangan membanding-bandingkan antara kyai dengan kyai, guru dengan guru, pondok dengan pondok. ITU TIDAK ETIS!
9. Nilai-nilai yang sudah ada di pondok jangan diganggu karena sudah baku, solid serta konsisten.
10. HATI-HATI…! Tahun ini adalah tahun politik. Kita berpolitik cerdas dengan membaca keadaan yang ada namun tetap TIDAK BERPOLITIK PRAKTIS. TIDAK BOLEH ADA KAMPANYE DI PONDOK!
11. Pondok tidak berada di bawah lembaga manapun. DI ATAS HANYA ALLAH DIBAWAH HANYA TANAH. Siapa saja dan apa saja yang masuk Gontor, HARUS BERPUTUS ASA UNTUK MEMPENGARUHI GONTOR!
12. Kita mungkin termasuk orang yang berjasa namun kita juga takut jangan-jangan apa yang kita berikan tidak diterima di sisi Allah karena kurangnya keikhlasan.
13. Banyak hal-hal yang di pondok yang tidak bisa diterangkan dengan kata-kata dan hanya bisa dirasakan dalam hati. Itulah SAKRALNYA KEHIDUPAN PONDOK.
14. Kultur dan struktur pondok harus berjalan beriringan. Kita sama-sama mengawal dan mengawasi.
15. Internal pondok tidak terpengaruh atau tergoda dengan keadaan eksternal. Keterbukaan YES, intervensi NO.
16. Orang-orang yang hatinya kotor tidak pernah rela pondok berjalan dengan baik. Tidak rela pondok berjiwa tauhid karena yang ada dalam benak mereka bagaimana ingin mengatur dan menguasai sekehendak mereka.
17. Kalau kamu mau maju, MAJULAH! Tidak harus mengajak orang lain untuk maju dan tidak usah menunggu diajak untuk maju.

Senin, 19 Maret 2018

(Ustadz Iqbal Viqry, Grup WA Gontor For All, 19 Maret 2018)

Sesuatu Tentang Ide

Ide adalah gumpalan-gumpalan ilmu yang diperoleh kapan saja, di mana saja, dari siapa saja. Tuhan telah mengaruniakan kepada kita makhluk bernama indera. Dengan mata kita mampu melihat banyak hal untuk kita cerna sebagai bahan tulisan yang bisa menggugah. Dengan pendengaran kita bisa menangkap getaran-getaran hikmah yang tersampai lewat suara. Dengar dan kumpulkan kalimat serta penggalan kata yang mungkin diucapkan oleh orang lain, yang kita dengar secara sengaja atau tidak sengaja.

Ide bisa muncul dari banyak hal. Bisa bersumber dari memoar, pengalaman, cita-cita, imajinasi, pengamatan, penelitian, literatur, diskusi. Dan tugas kita adalah melihat dengan lebih peka terhadap hadirnya ide-ide itu. Cobalah tuliskan kristal-kristal ide itu dalam kalimat-kalimat yang padat dan mewakili ide yang sedang kita peroleh itu. Ikatlah ide-ide yang beterbangan itu dengan mencatatnya. Ya, selamatkan potongan-potongan pengalaman, peristiwa, impian, harapan, renungan, serta reaksi terhadap berbagai hal yang kita saksikan dengan menuliskannya segera. Saat itu juga. Karena jika ide itu telah terlupa, mungkin ia tak akan pernah hinggap lagi di kepala kita untuk kedua kalinya.

Memang, inilah bagian terpenting untuk menulis buku. Karena jika ide sudah ditemukan, maka menulis bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Jika ide telah digenggam, saksikanlah, karakter-karakter akan mulai bermunculan. Rincian-rincian bab sangat mudah dibuat. Kalimat-kalimat pun akan bermunculan.

Dikopi dari Ahmad Rifai Rif’an

Yudisium ala Gontor

Batu, 9 Juni 2017

Sepengalaman ketika menghadapi yudisium di perguruan tinggi tempat kuliahku, terasa sebagai kegiatan yang sudah dapat diperhitungkan sejak semula. Mengikuti yudisium terasa biasa saja ketika semua syarat dan ketentuan sudah dipenuhi. Syarat yang harus dipenuhi misalnya jumlah SKS dan Angka kredit yang memenuhi standar serta poin unit kegiatan yang juga harus memenuhi standar. Begitulah ketik semuanya sudah memenuhi syarat dan ketentuannya maka bisa dipastikan lulus kuliah dan tinggal menunggu jadwal wisuda saja.

Hari Selasa pagi mulai jam 7 pagi kami bersama dengan hampir semua wali santri mengikuti acara yudisium untuk menentukan kelulusan santri di kampus pusat Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo. Kegiatan tersebut sebenarnya tidak wajib diikuti oleh wali santri, kalaupun mengikuti  maka wali santri tidak diperbolehkan mendekat ke lokasi, tetapi hanya boleh melihat atau mengikuti sesuai batas yang telah ditentukan panitia.

Sebelum kegiatan yudisium, wali santri diundang oleh pondok pada acara Resepsi Khataman yang diselenggarakan pada malam sebelum yudisium. Acara tersebut bisa dimiripkan sebagai acara wisuda lulusan karena berisi serangkaian pembukaan, sambutan-sambutan, tausiah dan doa serta penutup. Acara dimulai dengan pembacaan Basmalah dlanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya berikutnya lagu Himne Oh Pondok ku. Acara semakin khusuk ketika dibacakan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Haj ayat 77-78.

Sambutan dimulai dari sambutan perwaklian siswa KMI kelas 5 (adik kelas), berikutnya sambutan perwakilan siswa KMI kelas 6 dan dilanjutkan dengan sambutan perwakilan wali santri. Bapak Direktur KMI dalam sambutannya menyampaikan laporan tentang pelaksanaan ujian akhir KMI serta jumlah peserta ujiannya menurut kriteria kriteria tertentu, misalnya asal provinsi, umur, lamanya belajar, latar belakang orang tua dan lain-lain.

Acara utama yang ditunggu-tunggu semua hadirin adalah tausian dari Kiai Ahmad Sahal yang berisi petuah-petuah yang sangat berguna bagi calon lulusan KMI yang nantinya bergelar Ustadz dan berguna juga hadirin tamu undangan. Rangkaian acara ditutup dengan doa serta sahur bersama.

Pagi hari Selasa 6 Juni 2017 atau 11 Ramadhan 1438 H, acara yudisium penentuan lulusan KMI dimulai jam 7 pagi bertempat di depan aula BPPM. Yudisium dilaksanakan dengan cara pemanggilan masing-masing nama santri dan asal kotanya. Pemanggilan dilakukan dalam beberapa sesi, kalau tidak salah dalam lima (5) sesi. Masing-masing sesi ada maksud dan tujuannya. Menurut keterangan beberapa santri peserta yudisium, pemanggilan sesi 1 untuk lulusan yang ditugaskan mengabdi di Pondok Gontor 1, 2 dan 3. Pemanggilan sesi 2 adalah yang ditugaskan untuk mengabdi di Pondok Gontro 5, 6 dan cabang lainnya baik yang di pulau Jawa maupun luar Jawa. Pemanggilan sesi 3 adalah diperuntukkan bagi lulusan yang akan ditugaskan di Pondok Alumni seluruh Indonesia. Pemanggilan sesi 4 adalah bagi mereka yang sebelumnya mengajukan tugas pengabdian di UNIDA dan yang terakhir pemanggilan sesi 5 adalah bagi santri yang kelulusannya ditunda dan diberi kesempatan untuk memperbaiki nilai ujiannya selama 6 bulan kedepan.

Sesuai dengan laporan Direktur KMI bahwa peserta Ujian KMI tahun ini sebanyak 1.555 orang dari santri Pondok Gontor (Putra) seluruh Indonesia. Dari seluruh peserta Ujian akhir KMI memang ada yang dinyatakan belum lulus tapi jumlah nya sedikit dibandingkan yang lulus, jikalau diprosentasi mungkin yang lulus adalah kurang lebih 99%. Suatu prestasi yang sangat bagus dan membanggakan.

Kami mengikuti acara yudisium lulusan KMI Pondok Gontor dengan perasaan yang campur aduk, deg-deg an penuh harap agar putra kami bisa lulus. Alhamdulillah akhirnya nama putra kami disebut juga yang berarti lulus. Sembah sujud syukur kami panjatkan untuk Allah yang maha berkehendak serta maha pengasih dan penyayang.

UBK dan UBK

UBK dan UBK

(Khoirul Anam)

Tahun 2017 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK untuk sekolah jenjang SMP sederajat dan SMA sederajat termasuk SMK. Tahun 2017 ini sekolah-sekolah pada jejang tersebut berpacu untuk melaksanakan ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Sebagian sekolah sudah siap melaksanakannya namun sebagian sekolah masih harus berusaha keras memenuhi fasilitas UNBK bahkan ada yang harus menumpang disekolah lain.

Jaman terus berubah dan perubahan adalah abadi. Manusia juga harus berubah mengikuti jamannya. Beberapa tahun terakhir ini perubahan yang pesat adalah dalam bidang teknologi informasi. Semua bidang kehidupan tidak luput dari pengaruh perkembangan teknologi informasi. Hampir semua orang mengenal internet. Hampir semua orang tergantung pada teknologi informasi untuk bersosialisai. Demikian halnya dalam bidang pendidikan mulai pendidikan usia dini sehingga perguruan tinggi. Termasuk juga pendidikan menengah pertama, menengah umum maupun menengah kejuruan.

Teknologi informasi sangat berpengaruh dalam pelaksanaan proses pembelajaran mulai dari persiapan, pelaksanaan sehingga evaluasi. Proses persiapan seperti perencanaan waktu belajar, persiapan bahan ajar sehingga skenario pembelajaran tak bisa lepas dari teknologi informasi minimal untuk membuatnya, semua guru menggunakan aplikasi office di komputer atau laptop, serta internet untuk mencari informasi. Persiapan bahan ajar sudah tidak hanya bergantung pada buku cetak saja tetapi sudah dapat dilengkapi dengan bahan ajar buatan sendiri atau tinggal mengunduh dari internet. Bahan ajar dipersiapkan sedemikian rupa menggunakan aplikasi tertentu sehingga menghasilkan media ajar yang lebih menarik dan mudah dimengerti. Media ajar yang dihasilkan tersebut bisa berbentuk gambar, gambar bergerak, animasi ataupun film. Media tersebut bisa ditayangkan menggunakan proyektor atau pesawat televisi dan bahkan bisa dikopi ke komputer atau laptop siswa bahkan telepon pintar. Bahan ajar yang berupa file dan sudah dipunyai siswa tersebut bisa dipelajari siswa dimanapun dan kapanpun. Bahkan bisa dikembangkan lagi dengan menggunakan blog atau website yang bisa dipakai mirip majalah dinding dan bahan ajarnya juga bisa dipampang di web tersebut sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan dapat diambil oleh yang siswa untuk belajar.

Perkembangan pembelajaran selain dalam pembuatan bahan ajar juga dalam bidang pelaksanaan pembelajaran. Pemanfaatan teknologi informasi ternyata sudah sampai pada pembelajaran jarak jauh atau dari beberapa tempat berbeda dengan menggunakan teknilogi steaming. Siswa dari beberapa ruang kelas dapat belajar bersama dengan mata pelajaran atau bahan ajar sama dalam waktu bersamaan bahkan mungkin yang berbeda sekolah, berbeda kota sehingga berbeda negarapun bisa dilaksanakan. Sudah sedemikian majunya teknologi informasi dan komunikasi.

Proses pembelajaran yang berikutnya adalah penilaian atau evaluasi hasil belajar siswa. Penilaian secara umum dilaksanakan berupa ujian atau tes, mulai dari ujian harian, ujian tengah semester sehingga ujian akhir semester. Sampai dengan beberapa tahun terkhir ini ujian sekolah walau sudah menggunakan teknologi informasi tetapi masih sebatas untuk pembuatan soal, koreksi LJK maupun pengolahan nilai sehingga pencetakan laporan hasil belajar. Soal ujian masih berupa cetakan pada kertas dan untuk jawaban disediakan lembar jawaban komputer (LJK) yang juga berupa kertas. Pelaksanaan ujian menggunakan kertas disebut juga UBK (ujian berbasis kertas) atau PBT (paper base test).

Pelaksanaan UBK/PBT memerlukan kertas sebagai media utama dan alat tulis yang populer yaitu pensil 2B. Kertas yang digunakan untuk soal UBK tersebut berjumlah banyak lembar, tentu ini membutuhkan anggaran yang banyak pula. Masalah berikutnya adalah ketika selesai ujian, mau dikemanakan kertas soal ujian tersebut, kemungkinan besar disimpan di gudang atau dibuang. Misalnya peserta ujian kelas X sebanyak sebanyak 240 orang siswa, maka dibutuhkan 12 ruang ujian jika masing-masing ruang hanya menampung 20 orang siswa atau 6 ruang jika tiap ruang berisi 40 peserta. Untuk 10 mata pelajaran yang sedang diujikan, setiap mata pelajaran terdiri dari 5 lembar kertas soal maka dibutuh kan 50 lembar kertas untuk setiap siswa. 240 siswa akan memerlukan 1.200 lebar kertas soal setiap hari dan 12.000 lebar kertas soal belum termasuk LJK dan amplop serta kertas lainnya. Kebutuhan kertas tersebut untuk satu kali ujian, jika dalam satu tahun diadakan ujian empat kali untuk kelas X, maka kebutuhan kertas juga empat kalinya. Untuk meningkatkan potensi kejujuran dalam mengerjakan soal, maka variasi soal dibuat 2 macam dan bahkan akhir-akhir ini dibuat 5 variasi soal serta dibutuhkan 2 orang pengawas ujian disetiap ruang ujian.

Permasalahan lain yang timbul adalah setelah ujian selesai, beribu-ribu lembar kertas soal yang sudah tidak terpakai tersebut, akan dikemanakan. Mungkin untuk keperluan selanjutnya, maka kertas soal harus disimpan dengan rapi dan baik. Diperlukan tempat atau gudang yang cukup untuk menyimpan kertas-kertas tersebut.

Menanggapi permasalahan tersebut di atas, maka perlu dipertimbangkan penggunaan teknologi informasi untuk pelaksanaan ujian sekolah mulai ujian harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester sehingga ujian nasional. Ujian dilaksanakan dengan menggunakan komputer yang populer dengan istilah CBT (computer base test) atau UBK (ujian berbasis komputer). UBK atau ujian dengan menggunakan komputer bisa dilakasnakan dalam ruang tertentu yang sudah disiapkan, yaitu komputer atau laptop sejumlah tertentu misalnya 40 lengkap dengan sistem jaringan dan servernya. Sebagai gambaran sederhana jika peserta ujiannya kelas X sebuah SMK ada 240 siswa, untuk pelaksanaannnya bisa dikelompokkan menjadi 6 kelompok masing masing 40 siswa,sehingga dalam satu hari dilaksanakan ujian untuk 6 kelompok masing-masing kelompok butuh satu sesi, sehingga diperlukan 6 sesi ujian. Jika demikian maka ujian selesainya bisa sore atau malam hari. Supaya ujian tidak mencapai sore hari, maka diperlukan satu ruang ujian lagi dengan jumlah komputer atau laptop sebanyak 40 set, jadi totalnya ada 2 ruang CBT dan 80 set komputer atau laptop. 6 kelompok peserta ujian bisa dibagi menjadi 2 kelompok untuk masing-masing ruang. Di tiap ruang ujian (CBT) bisa dilaksanakan ujian untuk 3 kelompok atau 3 sesi, sehingga pelaksanaan ujian tidak memakan waktu sampai sore hari.

UBK atau ujian berbasis komputer sudah tidak memerlukan kertas soal lagi, maka penggunaan kertas dapat ditekan seminim mungkin. Semua soal dimasukan ke dalam aplikasi komputer yang diatur sedemikian rupa sehingga urutan nomer soal menjadi acak. Komputer satu dengan yang lainnya dalam waktu bersamaan tidak akan menampilkan soal yang sama untuk nomor soal yang sama. Perbedaan urutan soal antar komputer tersebut sama saja dengan variasi soal, yang bisa diatur sesuai jumlah komputer. Jadi misalnya satu ruangan terdapat 40 komputer maka variasi soal bisa sampai 40 variasi. Pilihan jawaban juga dapat dibuat acak untuk soal yang sama sehingga dapat memperkecil kemungkinan saling mencontek antara satu peserta dengan lainnya. Potensi kejujuran dalam mengerjakan soal semakin meningkat.

UBK dapat menambah kecepatan peserta ujian dalam mengerjakan soal, karena pertama peserta tidak perlu lagi menuliskan identitasnya dengan menggunkanan pensil untuk menghitamkan bulatan-bulatan pada LJK tetapi cukup memasukkan no peserta dan token untuk login. Kedua peserta tinggal menekan mouse atau klik pada pilihan jawaban yang tersedia atau tidak perlu lagi menghitamkan bulatan pada pilihan jawaban. UBK juga mempunyai kecepatan dalam koreksi soal dan bahkan jika dimungkinkan, peserta ujian dapat melihat langsung hasil ujian yang dapat ditampilkan ketika ujian berakhir. Kemudahan berikutnya untuk guru maupun sekolah yang berkepentingan untuk pengolahan nilai. Hasil koreksi dari komputer server dapat langsung dikopi ke komputer atau laptop guru sehingga dapat mempersingkat proses pengolahan nilai maupun analisa butir soal.

Kelebihan dari UBK tersebut juga mengandung kekurangan antara lain pertama investasi awalnya cukup besar, jika misalnya 1 komputer harganya 7.500.000 Rupiah, maka 40 komputer sudah menghabiskan anggaran sebesar 300 juta rupiah masih belum termasuk komputer server, instalasi jaring dan pembuatan aplikasinya. Walaupun demikian investasi tersebut tidak habis pakai dalam sekali pemakaian, tetapi bisa dipakai untuk beberapa kali ujian bahkan mungkin bisa bertahan sampai lima tahun atau lebih tergantung pemakaian dan perawatannya. Operasionalnya memerlukan pasokan arus listrik yang stabil, jika 40 komputer dipakai semua sedangkan 1 komputer memerlukan 100 watt, maka total listrik yang diperlukan adalah 4 ribu watt atau 4 kilowatt perjam disetiap ujian. Kebutuhan listrik yang cukup besar.  Besarnya kebutuhan listrik mungkin bisa terbayarkan oleh kecepatan, kemudahan, efisiensi biaya operasional dan akurasinya.

Permasalahan berikutnya yang akan timbul adalah jika fasilitas UBK tersebut tidak dipakai ujian, selanjutnya bagaimana.

Fasilitas UBK memang investasi yang mahal bagi sekolah, untuk itu perlu pemikiran pengembangan pemanfaatan setelah selesai dipergunakan sebagai fasilitas ujian. SMK Negeri 3 Batu sudah ada rencana pengembangan antara lain adalah yang petama untuk pembelajaran yang berbasis komputer atau media interaktif, kedua untuk ulangan harian yang berbasis komputer, ketiga sebagai laboratorium KKPI, keempat direncanakan untuk laboratorium grafis. Selain itu ada sebagian komputer yang memang rancang dengan spesifikasi cukup tinggi sehingga bisa digunakan untuk laboratorium editing. Dari rencana pemanfaatan lanjutan tersebut maka diharapkan fasilitas UBK menjadi lebih bermanfaat tidak hanya ketika ujian saja tetapi juga untuk pembelajaran.

Pengembangan lanjutan yang masih memungkinkan dari UBK yaitu ujian online artinya ujian yang dapat dikerjakan secara online dan bisa dilakukan di lain tempat atau tidak berkumpul di ruang CBT seperti sekarang ini. Peserta ujian dapat mengikuti ujian dan megerjakan soal ujian dari berbagai tempat dengan menggunakan perangkat IT yang bermacam-macam, antara lain komputer (PC), laptop, tablet dan telepon pintar. Walaupun demikian syarat dan ketentuan atau aturan ujian tetap harus diberlakukan untuk menjaga standar mutu ujian.

Sekolah kejuruan yang memiliki agenda praktik kerja industri (prakerin) atau on the job trainning (OJT) bagi siswa dan gurunya, dapat memanfaatkan pengembangan dari ujian berbasis komputer tersebut. Mereka yang berada jauh disekolah karena prakerin masih bisa mengikuti pembelajaran maupun ujian menggunakan moda online atau daring (dalam jaringan). Demikian juga dengan guru yang sedang mengikuti OJT dapat melaksanakan pembelajaran dengan moda daring. Jadi setiap siswa dimanapun berada tetap bisa mengikuti pembelajaran dan ujian.

Bagi sekolah, guru maupun siswa serta orang tua siswa, lebih menguntungkan mana apakah UBK (ujian berbasis kertas) ataukah UBK (ujian berbasis komputer) ?

Mungkinkah suatu saat sekolah tidak perlu lagi membutuhkan kertas yang banyak untuk pembelajaran, atau mungkinkah suatu saat sekolah tidak megharuskan lagi kehadiran siswa setiap hari selama 5 hari, jika semua pembelajaran hingga ujian sudah menggunakan sarana teknologi informasi dan teknologi, semua serba internet ?