PETIKAN PIDATO BAPAK PIMPINAN DALAM PERINGATAN PERISTIWA 19 MARET 1967 (PERSEMAR)

PETIKAN PIDATO BAPAK PIMPINAN DALAM PERINGATAN PERISTIWA 19 MARET 1967 (PERSEMAR)
1. Peringatan Persemar bukanlah hari libur namun pelajaran dan pendidikan penting yang merupakan salah satu referensi kepondokmodernan.
2. Hati-hati dengan penyakit merasa paling tahu, merasa paling berjasa dan juga penyakit membanding-bandingkan. Sebaik-baiknya pondok dan sesukses-suksesnya pondok tetap ada kekurangan dan tetap ada kekecewaan terhadapnya.
3. Apapun yang terjadi pada dirimu, apapun yang kau rasakan dan apapun yang kau dapati, pastikanlah dirimu tetap menjadi pribadi yang baik.
4. Jangan jadi seperti ikan yang tidak pernah mengambil pelajaran dari terpancingnya teman-temannya dengan umpan pada kail pancing.
5. Persemar terjadi berawal dari rasa kecewa yang berakibat pada sifat mengecewakan dan berakhir dengan mengajak orang lain untuk ikut-ikutan kecewa.
6. Kalau kita ingin mencari aibnya seseorang tidak akan pernah ada habisnya. Begitu juga pondok, kalau ingin mencari kekurangannya akan selalu ada.
7. Bagaimanapun juga, kita yang berada di pondok tetaplah taat dan tidak membantah terhadap apa yang ada di pondok.
8. Jangan membanding-bandingkan antara kyai dengan kyai, guru dengan guru, pondok dengan pondok. ITU TIDAK ETIS!
9. Nilai-nilai yang sudah ada di pondok jangan diganggu karena sudah baku, solid serta konsisten.
10. HATI-HATI…! Tahun ini adalah tahun politik. Kita berpolitik cerdas dengan membaca keadaan yang ada namun tetap TIDAK BERPOLITIK PRAKTIS. TIDAK BOLEH ADA KAMPANYE DI PONDOK!
11. Pondok tidak berada di bawah lembaga manapun. DI ATAS HANYA ALLAH DIBAWAH HANYA TANAH. Siapa saja dan apa saja yang masuk Gontor, HARUS BERPUTUS ASA UNTUK MEMPENGARUHI GONTOR!
12. Kita mungkin termasuk orang yang berjasa namun kita juga takut jangan-jangan apa yang kita berikan tidak diterima di sisi Allah karena kurangnya keikhlasan.
13. Banyak hal-hal yang di pondok yang tidak bisa diterangkan dengan kata-kata dan hanya bisa dirasakan dalam hati. Itulah SAKRALNYA KEHIDUPAN PONDOK.
14. Kultur dan struktur pondok harus berjalan beriringan. Kita sama-sama mengawal dan mengawasi.
15. Internal pondok tidak terpengaruh atau tergoda dengan keadaan eksternal. Keterbukaan YES, intervensi NO.
16. Orang-orang yang hatinya kotor tidak pernah rela pondok berjalan dengan baik. Tidak rela pondok berjiwa tauhid karena yang ada dalam benak mereka bagaimana ingin mengatur dan menguasai sekehendak mereka.
17. Kalau kamu mau maju, MAJULAH! Tidak harus mengajak orang lain untuk maju dan tidak usah menunggu diajak untuk maju.

Senin, 19 Maret 2018

(Ustadz Iqbal Viqry, Grup WA Gontor For All, 19 Maret 2018)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s