Tata cara sholat jenazah

Saudara sekalian tentunya kita sudah sering pergi ke tempat suadara atau tetangga yang meninggal dunia atau bahkan kerabat kita sendiri yang meninggal dunia. Barangkali juga ada yang punya pengalaman ketika kerabat atau bahkan orang tua (Bapak atau Ibu) meninggal dunia, kemudian ketika harus mensholatkan kita menjadi bingung bagaimana caranya, bacaan apa saja yang harus kita ucapkan dan sebagainya. Pengalaman pribadi saya cukup menyedihkan mengenai hal itu, ketika Bapak saya meninggal sekitar 19 tahun yang lalu dan demikian juga ketika Ibu saya meninggal 6 tahun yang lalu.

Mari kita sama-sama belajar sehingga kalau ada saudara yang meninggal dunia kita bisa sama-sama mensholatkan.

Saudara sekalian kewajiban kita sebagai muslim terhadap jenazah adalah sebagai sebagai berikut:

1.Mensucikan

2. Mengkafani

3. Mensholati

4. Memakamkan

Hukum pelaksanaannya adalah fardu kifayah

Sedangkan berikut ini adalah tata cara sholat jenazah secara ringkas adalah :

Pelaksanaan sholat jenazah tidak tergantung waktu sholat karena sholat jenazah adalah ibadah yang ada sebabnya.

Sholat jenazah bisa dilaksanakan secara berjamaah maupun sendiri tetapi lebih utama jika berjamaah oleh laki-laki maupun perempuan. Sholat jenazah bisa juga dilaksanakan untuk beberapa jenazah sekaligus. kedudukan ketika sholat adalah menghadap jenazah, sedangkan kedudukan imam sholat ketika jenazahnya laki-laki adalah dekat kepala atau dekat perut / pinggul untuk jenazah perempuan.

2. Syarat shalat jenazah
  • Sama dengan syarat shalat biasa, yaitu menutup aurat, menghadap kiblat, suci dari hadats (besar dan kecil) dan najis, baik badan, pakaian maupun tempatnya.
  • Jenazah sudah dimandikan (disucikan) dan dikafani.
  • Jenazah diletakkan di hadapan orang yang mensholati, dengan posisi kepalanya berada disebelah kanan, searah dengan kiblat.
3. Rukun shalat jenazah
Posisi berdiri bagi imam sholat atau jika sholat sedirian adalah dekat kepala untuk jenazah laki-laki dan dekat pinggul untuk jenazah perempuan, menghadap kiblat.
a. Niat.
b. Berdiri bagi yang mampu.
c. Empat kali takbir (termasuk takbiratul ihram) tanpa rukuk dan sujud.
d. Membaca surat Al-Fatihah setelah takbir yang pertama (takbiratul ihram).
Surat Al Fatihah
e. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. setelah takbir yang kedua.
f. Membaca doa untuk jenazah setelah takbir yang ketiga.
     Silahkan klik : Do’a Jenazah

g. Membaca doa untuk jenazah setelah takbir yang keempat dilanjutkan,

h. Membaca salam ke kanan dan ke kiri.

Sumber :

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s