Layar Tancep Menghibur Masyarakat

Pesona layar tancep  sebenarnya sudah pudar dan punah semenjak perkembangan teknologi video berkembang pesat menjadi teknologi VCD maupun DVD. Teknologi VCD dan DVD yang sudah sangat terjangkau oleh kantong semua lapisan masyarakat sepertinya menjadi alasan yang cukup kuat bagi masyarakat untuk tidak bersedia pergi ke gedung bioskop maupun Layar tancep alias misbar (kalau gerimis bubar). Apalagi ditambah dengan gemelegarnya nuansa VCD/DVD bajakan yang sudah mewabah di seantero negeri. Film yang baru diiklankan, ternyata sudah beredar bajakannya dan mudah sekali didapatkan. Hal ini juga menjadi penyebab keengganan masyarakat untuk pergi dan menonton film di gedung bioskop. Buat apa capek-capek pergi ke bioskop kalau filmnya bisa di setel di rumah, biaya untuk beli tiket bioskop sudah cukup untuk menyewa atau pinjam atau beli VCD/DVD bajakan ditambah bisa untuk makan-makan. Semenjak itulah gedung bioskop semakin sepi pengunjung dan berakibat kerugian yang banyak alias bangkrut, sehingga hampir semua gedung bioskop tutup. Apalagi yang namanya misbar semakin jauh dari angan masyarakat. Masyarakat lebih suka nonton orkes atau elektone dengan penyanyi yang berpakaian minim dan melenggak lenggok di atas panggung.

Mbah Bejo pagi ini dapat kabar dari Jawapos/ Radar Malang, di Batu diadakan pertunjukan keliling layar tancap alias misbar. Opo ora edan jaman gini masih ada misbar atau layar tancap. Pagelaran layar tancap ini digagas oleh Pabrik Pari and KO yang diketuai oleh mas Dedy Virfo, yang mengatakan “Harapan kami seminggu sekali pagelaran film ini dapat kami pertunjukkan pada warga Kota Batu”, disela-sela launching Road ti Batu Movie Festival. Acara tersebut di gelar di Kelurahan Temas Batu.

Jenis film yang akan diputar antara lain film-film layar lebar, film dokumenter maupun film indie. Warga Kota Batu dapat menikmatinya dengan gratis.  Acara ini tidak hanya digelar di dalam gedung tapi bisa di luar ruangan bahkan disawahpun juga bisa, tempat tidak jadi masalah yang penting kegiatan ini bisa berlangsung, kata mas Dedi. (sumber Radar Malang ed Senin 11 Mei 2009 hal. 40 kolom 1).

Wah lha kalau layar tancap keliling ada lagi, ya cukup menarik untuk malem mingguan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s