Menghilangkan Noda Lem

Hai sobat, mungkin diantara sobat sekalian punya masalah dengan bekas lem stiker, atau noda cipratan aspal pada body motor maupun mobil yang cukup mengganggu ?

Berikut ini pengalaman pribadi saya terkait masalah tersebut, ketika melepas stiker pada bodi mobil yang bekas lemnya masih menempel dan susah untuk dibersihkan. Beberapa kali ketika melintas di jalanan yang sedang ada pengerjaan pengaspalan kemudian cipratan aspal atau minyak ter hitam yang menempel di bodi mobil, sungguh mengganggu. Noda noda tersebut tidak bisa dibersihkan menggunakan air sabun saat mencuci mobil.

Ada beberapa alternatif bahan cair yang bisa digunakan untuk membersihkan noda noda tersebut.

  1. Bahan pabrikan berupa cairan khusus yang memang diperuntukkan menghilangkan noda noda bekas lem maupun aspal. Cairan jenis ini biasanya memang dijamin aman untuk permukaan cat bodi.
  2. Bahan berikutnya adalah bahan bakar mobil seperti bensin. Cairan ini memang bisa digunakan untuk mengelupas sisa lem atau noda aspal, tetapi cairan ini juga mempengaruhi permukaan cat mobil.
  3. Bahan cairan yang berikutnya ini adalah minyak kesehatan atau minyak kayu putih. Minyak kayu putih mempunyai sifat dapat menguraikan minyak atau lem. Cairan ini juga cukup mudah didapat dan murah serta lebih aman terhadap permukaan cat dari pada penggunaan bensin. Aplikasinya juga mudah yaitu cukup dioleskan pada tisu atau lap kering dan bersih kemudian dioleskan atau teteskan cairan minyak kayu putih langsung ke permukaan bernoda yang ingin dibersihkan, diamkan beberapa saat (mungkin cukup beberapa detik). Langkah berikutnya adalah gosoklah permukaan tersebut menggunakan tisu atau lap yang sudah diberi minyak kayu putih tadi, sehingga bersih. Arah gosokan searah saja ya supaya kotoran bekas gosokan tidak kembali lagi. Setelah dianggap bersih, lanjutkan untuk mengelapnya menggunakan lap bersih sehingga bekas gosokan dan minyak kayu putih benar benar bersih. Jangan lupa sebelum aplikasi minyak kayu putih, permukaan bernoda diusahakan dibersihkan dulu dari debu atau kotoran lainnya. Selamat mencoba.

Serunya Ikut UKG

Batu, 9 Januari 2016.

UKG kependekan dari Uji Kompetensi Guru, ketika mendengarnya pertama kali wow keren. Bagaimana tidak keren, guru ternyata harus diuji juga kompetensinya, apalagi jika dikaitkan dengan yang namanya Sertifikasi Guru dalam Jabatan, kemungkinan sangat berpengaruh. Bayanganku berarti guru bisa makin keren jika UKG dapat nilai yang bagus dan selanjutnya menjadi layak mendapatkan gelar guru bersertifikat. UKG pada tahun 2015 adalah Uji Kompetensi Guru berbasis komputer atau istilah kerennya CBT (Computer Base Test). Suatu istilah yang menyebabkan UKG semakin menunjukkan keangkerannya terutama bagi guru yang masih kurang akrab dengan komputer dan internet. Target nilai minimal yang harus dicapai secara rata-rata nasional adalah 5,5 yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah dalam suatu kesempatan. Target yang cukup menantang tersebut juga menambah kengerian guru terhadap UKG tahun 2015 ini karena pada tahun yang lalu pendapatan nilai UKG-nya masih jauh di bawah angka tersebut. Berhembus kabar pula bahwa pelaksanaan UKG 2015 ini adalah untuk pemetaan tingkat kompetensi guru dan lain-lain.

Kabar tentang UKG begitu santer terdengar, sehingga mengingatkan pada beberapa pengalaman di tahun yang lalu. Pertama adalah masalah ujian online atau CBT sebagai model pelaksanaan UKG, jadi UKG dilaksanakan secara online artinya secara langsung terhubung internet dan CBT (computer base test) atau ujian secara langsung dikerjakan dengan komputer. Bisa juga dikatakan ujian yang dikerjakan dengan tinggal klik dan klik dari awal hingga akhir dan mendapatkan nilai, mirip dengan game komputer. Pengalaman kedua adalah pengerjaan soal menggunakan komputer (CBT) yang sudah pernah saya ikuti di tahun 2006 ketika menjalani tugas diklat instruktur KKPI.  Cara mengerjakannya tinggal klik mulai awal hingga akhir dan klik di akhirnya adalah melihat hasil pengerjaan. Ujian instruktur KKPI yang dilaksanakan di P4TK Malang, pada waktu itu diikuti oleh guru-guru KKPI dari seluruh Indonesia. Ujian dilaksanakan sebagai ukuran setelah pelaksanaan workshop Instruktur KKPI selama 24 hari. Terdapat 9 kompetensi yang diujikan pada waktu itu, yang masing-masing komptensi nilai minimal yang harus dicapai adalah 80 untuk yang CBT, walaupun penilaiannya tidak hanya CBT tetapi juga portofolio yang dikumpulkan setiap hari.   Awalnya timbul semacam pemikiran saya sebagai peserta ujian, adalah kemudahan menyontek atau tanya jawaban pada peserta ujian lainnya, tetapi ternyata soal ujian bisa sangat berbeda-beda antar peserta Ujian. Kesulitan memang bisa muncul kapan saja, yaitu ketika menghadapi  soal yang sulit, biasanya sudah bisa diconto di tetangga (peserta sebelah). Tetapi ternyata soal untuk masing-masing peserta berbeda sama sekali, soal berbeda dan pilihan jawaban juga bereda. Agak sulitnya adalah ketika akan bertanya ke peserta lain tidak bisa dijawab secara langsung karena memang soal dan pilihan jawaban jadi sangat berbeda.

UKG tahun 2015 ini terdengar sangat santer dan bahkan bisa bertahan beberapa hari menjadi headline pemberitaan media sosial, bahwa UKG mengukur kemampuan guru, bahwa UKG memetakan guru bahwa UKG berpengaruh pada TPP, bahwa ketika murid-murid harus ujian maka guru juga harus membuktikan kemampuannya dalam ujian. Dengungnya yang keras dan menggema ke mana-mana mempengaruhi sikap para guru yang semula tenang menjadi agak ketakutan dalam menghadapi UKG, sehingga seperti muncul sesuatu yaitu mulai kerja kelompok penyeseaian soal UKG, buku pintar menghadapi UKG, bahkan MGMP isinya membahas soal UKG.

KKG dan MGMP digiatkan untuk mempersiapkan anggotanya dalam menyambut UKG tahun ini. Kegiatan yang dilakukan adalah mulai dari belajar bareng, pembagian kisi-kisi soal hingga latihan bareng mengerjakan soal dan bahkan dilakukan simulasi pengerjaan soal menggunakan komputer atau laptop. Beberapa penerbit tidak mau ketinggalan memanfaatkan gegap gempita UKG dengan meluncurkan buku buku panduan UKG, Sukses UKG, Pintar UKG dan lain-lain.

Hari-hari mendekati pelaksanaan UKG suasana menjadi semakin riuh dan dinamis, setiap bertemu yang namanya guru selalu meluncur kata-kata UKG. Media online, media sosial juga menyemarakkan UKG dengan terbitnya kartun atau meme UKG, kisi-kisi soal serta bocoran soal yang lengkap dengan penyelesiannya beredar bergentayangan di media sosial. Saya juga terpengaruh dan terlarut dalam derasnya pusaran gegap gempita, riuh gemuruhnya masalah UKG ini. Disetiap kesempatan yang terdengar, terbayang, bahkan termimpikan adalah UKG, UKG dan UKG. Kegiatan yang cukup padat mulai dari workshop, seminar, kunjungan perusahaan, dan lain-lain menyita waktuku, yang menyebabkan tidak dapat mengikuti kegiatan MGMP sekalipun. Saya menjadi semakin tidak tahu dan tidak mengerti apa yang harus saya persiapkan serta harus belajar apa untuk menghadapi UKG. Akhirnya saya pasrah, ya sudahlah, yang penting mengikuti UKG, yang penting klik.

Jadwal pelaksanaan UKG dimumkan oleh Dinas Pendidikan, kami para guru beramai-ramai melihatnya dan mengambil nomor peserta ujian. Saya ternyata terdaftar ujian di hari minggu jam 2 siang, tempat pelaksanaannya di sebuah SMK, wah nggak ada libur. Tidak berbekal kisi-kisi soal, latihan pengerjaan soal maupun simulasi pengerjaan soal, saya tetap harus berangkat UKG dan mencoba untuk tetap tenang. Rasa penasaran begitu kuat menghinggapi ku, sehingga saat hari pertama UKG saya sempatkan untuk bertanya kepada teman yang sudah terlebih dahulu selesai mengikuti UKG. Berbekal informasi dari teman-teman akhirnya saya berkesimpulan bahwa soal UKG memang sesuai dengan bidang studi seperti yang tertera pada kartu peserta. Soal UKG terdiri dari 2 bagian yaitu pertama adalah paedagogig dan kedua adalah bidang studi. Saya menjadi agak lebih lega dalam menghadapi UKG kali ini, apalagi berbekal UKG tahun lalu yang dalam pengerjaannya tinggal klik, maka tahun ini tetntunya juga tinggal klik dan klik untuk menyelesaikan soalnya dan klik terakhir terlihat hasilnya.

Minggu 15 Nopember 2015 adalah jadwalnya ujianku, tetapi sepanjang pagi hingga siang itu malah disibukkan oleh kegiatan kampung yaitu kerjabakti perbaikan saluran air, sehingga tidak sempat mempersiapkan diri untuk UKG. Berbekal doa dan semangat serta dukungan dari isteri, setelah sholat dhuhur berangkat menuju sebuah SMK sebagai tempat ujian. Hampir jam 2 siang sampai di tempat UKG yang ternyata sudah hampir semua peserta sudah masuk ruang dan duduk menghadap komputer masing-masing. Saya kebagian tempat di bagian no 2 dari pojok kiri dengan harapan dapat mengerjakan ujian dengan tenang, dan tidak terpengaruh untuk menyontek kekiri dan kekanan, walaupun hampir semuanya berbeda bidang studi.

Panitia memeberikan arahan-arahan mengenai menu-menu yang nampa pada monitor komputer yang harus di klik untuk mengerjakan soal UKG. Dimulai klik menu Login yang berikutnya nampak adalah soal-soal yang harus segera dikerjakan. Jumlah soalnya adalah 100 pilihan ganda berjenis, sebagian adalah soal mengenai paedagogig dan sebagian lainnya adalah soal IPA SMK sesuai dengan bidang studi yang saya ampu dan waktu yang disediakan adalah 120 menit. Setiap soal terdapat 4 pilihan jawaban. Satu persatu soal saya selesaikan dengan klik no soal dan pilihan jawabannya yang menurut saya paling benar. Ternyata ada beberapa soal yang saya tidak paham, walaupun demikian soal UKG kali ini masih lebih baik dari soal UKG tahun yang lalu, dari semua soal yang pertanyaannya bergambar, masih ada satu soal yang tidak ada gambarnya.

Bidang studi yang saya ikuti sesuai dengan yang saya ampu adalah IPA SMK. Materi ujinya terdiri dari Fisika, Kimia, Biologi, lingkungan hidup dan teori pendidikan atau paedagogik. Berbekal pendidikan Fisika, saya mengandalkan pengetahuan sedanya dan insting berharap benar dalam mengerjakan materi tersebut.

Seratus (100) soal sudah saya selesaikan pengerjaannya, tetapi waktu masih tersisa cukup banyak, saya manfaatkan untuk meneliti kembali soal-soal yang sudah dikerjakan, sehingga saya yakin betul kebenaran pilihannya dan yakin sudah dikerjakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan. Sejak awal mengerjakan adalah klik dan sampai akhinya juga klik dan terpampang dilayar monitor adalah hasilnya. Alhamdulillah sudah melampaui nilai minimal walaupun sedikit. (Khoirul Anam)

Perbaikan IPA Kelas X

Kemudahan bagi kelas X jurusan TP4 A dan B dalam memperbaiki nilai KD 1 dan UTS IPA tahun semester ganjil 2015 2016. Kemudahannya adalah tidak perlu harus tatap muka atau menemui guru tetapi dapat melakukannya secara online, dengan memilih nilai mana yang akan diperbaiki. dua macam nilai yang bisa diperbaiki adalah 1. Nilai UTS dan 2. Nilai KD.1. Perbaikan nilai dimaksudkan untuk memberbaikai nilai kalian yang belum KKM atau bahkan bagi kalian yang mungkin malah belum mendapatkan nilai sama sekali.

Bagi kalian yang belum mendapatkan nilai sama sekali, terutama nilai UTS masih bisa mendapatkan nilai dengan cara mengerjakan soal UTS yang kalian bisa download di link di bawah ini, akan tetapi maaf pembobotan penilaiannya akan sedikit berbeda dengan yang mengikuti UAS sesuai jadwal.  Kalian tinggal pilih nilai mana yang akan diperbaiki sesuai dengan capaian nilai kalian yang bisa dilihat dikartu penjajakan.

Soal atau tugas yang kalian pilih harus sesuai dengan jenis nilai akan kalian perbaikai. Jika kalian sudah mengerjakan sesuai dengan perintah dan sydah yakin dengan pekerjaan tersebut, kalian dapat mengumpulkan langsung secara offline atau kalian dapat mengumpulkannya secara online melalui surel (email) dengan alamat khoirulanam04041968@gmail.com. Jangan lupa untuk konfirmasi atau memberitahu guru kalian jika sudah selesai mengerjakan dan mengumpulkan soalnya.

Berikut ini soal atau tugas yang dapat kalian kerjakan

UTS : Soal UTS IPA X ganjil 20152016

KD 1 : UH IPA X ganjil 2015

jangan lupa menuliskan nama kelas dan nomer absen pada pekerjaan kalian supaya mudah diidentifikasi dan jawaban kalian ditunggu sampai dengan akhir pelaksanaan UAS IPA semester ganjil 2015-2015 yaitu tanggal 3 Desember 2015.

Selamat belajar semoga sukses.