Olimpiade TIK Pendidikan untuk Guru dan Siswa Sekolah Menengah dan Dasar

Sidoarjo, Sabtu 15 Nopember 2014

Pembukaan Olimpiade TIK 2014

Pembukaan Olimpiade TIK 2014

Hari ini Sabtu 15 Nopember 2014 dilaksanakan olimpiade TIK untuk siswa sekolah menengah dan dasar se Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Utami Sidorajo. Sebuah hotel yang berdekatan dengan Bandar Udara Juanda Surabaya. Kegiatan Olimpiade tersebut di buka secara resmi oleh Kepala UPT Tekkomdik Dinas Pendidikan Jawa Tmur yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan. Acara tersebut dimulai sesuai jadwal yaitu

1. Cek in dan regristrasi peserta pada hari Jum’at  14 Nopember 2014 jam 14.00 sampai dengan sekitar jaikam 17.00

2. dilanjutkan dengan teknikal meeting pada jam 19.00 sampai dengan selesai.

3. Pembukaan dilaksanakan pada hari ini Sabtu 15 Nopember 2015

4. dilajutkan dengan perlombaan untuk semua bidang lomba yang ditargetkan selesai sampai dengan jam 14.00 siang.

5. Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan direncanakan pada malam hari ini yaitu mulai jam

Lomba Penyiaran Radio

Lomba Penyiaran Radio

19.00sampai dengan selesai.

Olimpiade TIK kali ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah mulai dari tingkat dasar yaitu SD dan MI hingga sekolah menengah yaitu SMA, SMK, MA dan MAK serta SMP dan MTs, baik itu sekolah negeri maupun swasta.  Bidang kreasi yang diperlombakan kali antara lain Olimpiade Fotography On The Spot, Game Edukasi, Desain Poster, Editing Video Pembelajaran, Penyiaran (Pembawa Acara) Radio, yang pesertanya adalah khusus siswa.Disediakan juga ajang kreasi bagi guru sekolah menengah untuk membuat Web/Blog pendidikan, pesertanya cukup banyak. Kegiatan Olimpiade TIK 2014 ini diselenggarakan oleh UPT Tekkomdik Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Batu sebagai salah satu kota yang menetapkan diri sebagai kota wisata, pendidikan dan industri kreatif juga tidak mau ketinggalan untuk ikut mengirimkan utusannya mengikuti olimpiade TIK tersebut. Kota Batu mengirimkan 5 orang peserta yang terdiri dari 1 orang guru dan 4 orang siswa, beserta 3 orang pendamping yang terdiri dari 1 orang pendamping dari Dinas Pendidikan dan 2 orang guru. Bidang lomba yang diikuti adalah Desain Poster oleh siswa SMKN 2, Editing Video Pembelajaran oleh siswa SMKN 3, Penyiaran Radio oleh siswa SMKN 2, Photography On The Spot oleh siswa SMKN 3 serta Lomba Web/Blog oleh guru SMKN 2.

Photography On The Spot, salah satu obyeknya adalah seorang Model yang juga bertindak sebagai juri

Photography On The Spot, salah satu obyeknya adalah seorang Model yang juga bertindak sebagai juri

Panitia berharap dengan diselenggarakannya Olimpiade TIK ini, dapat memotivasi dan menggali potensi siswa serta guru di Jawa Timur untuk berkreasi dalam bidang TIK.

Nilai IPA Kelas XII Semester Ganjil 2014

Diklat Calon Kepala Sekolah oleh LPPKS

Kepala sekolah adalah sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk memimpin dan megatur serta mengarahkan pelaksanakan kegiatan sekolah. Kepala sekolah yang terdiri dari SD, SMP, SMA maupun SMK dijabat oleh guru yang diberi tugas tambahan oleh pejabat yang berwenang. Beberapa tahun terakhir ini pengangkatan kepala sekolah terkadang kurang memperhatikan kompetensi dari guru yang diangkat tersebut, dan hanya dilakukan atas dasar kenal baik, kedekatan dan kesukaan pejabat terkait atau usulan dari pejabat di bawahnya. hal ini bisa saja terjadi karena mungkin persediaan tenaga guru yang siap diberi tugas untuk menjabat sebagai kepala sekolah jumlahnya sangat terbatas. Setelah pengangkatan barulah dlakukan pendidikan dan latihan kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer sekolah. Menyikapi hal itu, pemerintah melalui kementrian pendidikan membentuk lembaga independen yang bertugas menyiapkan calon kepala sekolah. sehingga ketika dibutuhkan kepala sekolah yang baru, sumber daya manusia yang dibutuhkan sudah siap.
Pada periode 2013 dilakukan pendidikan dan latihan calon kepala sekolah dimulai tanggal 16 januari 2013 sampai dengan 22 januari 2013. Diklat tersebut dilaksanakan oleh LPPKS di Hotel Kusuma Sahid Prince (KSPH) Solo. Pelaksanaan kali ini diikuti oleh calon-calon kepala sekolah dari Kota Batu dan Kota Cirebon. Jumlah peserta dari kota batu adalah sejumlah 48 orang dari berbagai jenjang mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK. Sedangkan peserta dari kota Cirebon diikuti oleh 74 peserta dari jenjang SD saja.

Vitamin-vitamin Hati (Masrukhul Amri)

Dalam buku bertajuk, Chicken Soup for the Soul, dicantumkan kisah-kisah menarik, kisah-kisah yang riil. Dari salah satu kisah tentang seorang anak yang kurang memberikan kasih sayang kepada ibunya disebabkan kesibukannya. Suatu hari sang anak tersebut mendatangi ibunya yang dititipkan di panti jompo dan anak itu sudah lama tidak menjenguknya.
Dia ingat bahwa salah satu kesenangan ibunya yaitu makan es krim. Maka anak itu membawakan es krim untuk ibunya. Karena sudah sangat uzur, sang ibu sudah tidak lagi mengenali siapa-siapa, termasuk anak kandungnya. Sehingga tatkala sang anak sampai di tempat jompo, dia memperkenalkan diri sebagai putri bungsunya, dan ibunya itu menjawab dengan senyuman.
Namun ketika anak itu memberikan es krim, langsung saja sang ibu segera melalap habis es krim tersebut. Si anak senang sekali melihat hal itu, dan Subhanallah, kemudian sang ibu menoleh dan berucap dengan lirih, “Betapa nikmatnya hidup ini jika saya memiliki seorang putri seperti anda.”
Mendengar itu sang anak tak kuasa menahan haru, air matanya berjatuhan sampai ia harus pergi ke toilet menangis sejadi-jadinya. Sang ibu kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir sesaat setelah sang anak kembali dari toilet.
Kisah ini sungguh mengharukan dan bisa menjadi “vitamin hati.” Betapa tidak, ketika pernikahan kami menginjak usia ke-5, sesama besan masih belum saling mengenal. Yang megharukan, ketika acara silaturahmi, keluarga kami saling berdatangan.
Dari pihak istri salah satu dari mereka berasal dari Bangka, hadir pula dalam perayaan itu. Kemudian, yang dari Kediri datang dan mengobrol cukup lama. Dan setelah mengobrol cukup lama kemudian ditanya, “Bapak ini siapa?” ternyata, kami saling tidak mengenal padahal itu besan! Mungkin ini salah satu dosa, sekian lama tidak saling bersilaturahmi.
Dari kejadian-kejadian atau kisah tersebut kita bisa mengambil hikmahnya sebagai “vitamin hati”; yang bisa membuat kita terharu dari hati yang sakit menjadi hati yang sehat atau qolbun salim.
Sebenarnya kalau kita mau meneliti, vitamin-vitamin hati itu banyak sekali.
Diantaranya:

Tempat-tempat Tertentu
1. Rumah sakit
Tempat ini (rumah sakit) bisa dijadikan vitamin hati dalam kehidupan. Kita bisa melihat orang yang kakinya diamputasi. Yang kepalanya berdarah. Yang tidak bisa jalan, dan sebagainya. Nah, dengan melihat semua itu, hati kita akan merasa terharu dan merasa beruntung bahwa kita masih diberi kesehatan jasad.
Maka saat itu, teringatlah kita kepada Allah SWT. Ini merupakan hal yang bisa menyehatkan hati dengan vitamin-vitamin tersebut, berupa rasa iba atau haru, yang akhirnya menimbulkan rasa syukur.
2. Kuburan
Mendatangi atau menziarahi kuburan akan mengingatkan kita pada kematian dan bisa melembutkan hati. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang beruntung diantara kalian adalah yang sering ingat mati.” Ingat, dengan mengingat mati akan timbul pada diri kita rasa takut kalau hal itu datang secara tiba-tiba; sehingga hati kita ingin senantiasa beribadah.

Kejadian-kejadian Tertentu
Bagimana kejadian-kejadian tertentu bisa menjadi vitamin-vitamin hati?
Suatu ketika ada seorang pesilat, seorang guru silat juara se-Asia dan sudah mencapai tingkat tertinggi dalam ilmu beladiri, yaitu Dan III. Dia sangat hebat dan tak terkalahkan.
Namun suatu ketika ia meloncat dan menginjak paku kecil yang sudah berkarat, akhirnya berdarah dan terkena tetanus. Bayangkan, ketika ia merasa jago, orang sebesar apapun tak bisa mengalahkannya. Namun ia bisa dikalahkan oleh benda kecil yang berkarat.
Kejadian tersebut bisa menyadarkan hati kita bahwa sekuat apapun manusia pasti ada kelemahannya. Disitulah vitamin dari kejadian-kejadian tertentu yang bisa memberikan makanan kepada jiwa yang lapar.
Hal lainnya, ada salah seorang ustadz yang suatu ketika pergi haji. Ada yang menarik dan patut disimak disini. Dari segi agama, dari segi keseringan tahajud, baca Kitab dan lain sebagainya, dia paling unggul. Namun saat haji dengan melakukan perjalanan, ternyata kakinya bengkak-bengkak karena fisiknya lemah.
Sementara itu teman-temannya yang telah uzur ternyata masih kuat-kuat. Ketika ditanya, “Pak, kenapa Bapak kuat?” Jawabannya karena beliau ini terlatih di pasukan tempur dan biasa berjalan lama. Sementara itu yang satunya meski terlatih dalam hal agama, belum tentu fisiknya terlatih.
Rupanya teman saya ini segera sadar bahwa ternyata ilmu agama saja belumlah cukup untuk memenuhi kemurnian jiwa, akan tetapi fisik tetap diperlukan.

Membaca Al-Quran
Rasulullah pernah bersabda kepada umatnya, bahwasanya jika kita dilanda kegelisahan, kegundahan dan kesedihan, maka bacalah al-Quran. Sebab ia adalah penyejuk hati, penentram jiwa dan cahaya bagi orang yang membaca dan mengkajinya.
Benarlah sabda Rasul ini, vitamin-vitamin hati itu bisa didapatkan dari membaca al-Quran, terutama sesudah sholat fardhu. Insya Allah, Ia adalah cahaya petunjuk ke jalan yang benar yang langsung dari Allah yang Maha Kaya.

Berdzikir
Dzikir adalah salah satu sarana melembutkan hati dari ketakaburan, kesombongan dan ujub yang seringkali menyusup ke dalam diri kita. Dengan dzikir maka kita akan mengagungkan Allah, menjadi bahan hisab atas kekurangan-kekurangan diri, dan dengannya jiwa serasa berada di alam malakut.
Hal ini bisa merupakan vitamin yang paling efektif dan ringan dalam menyehatkan qolbu kita.

Membaca Buku
Imam al-Ghazali dalam salah satu karyanya mengatakan “Hati adalah raja. Maka berilah ia makanan dengan ilmu. Sebab jika lewat tiga hari saja ia tidak diisi oleh makanan berupa ilmu, ia akan mengeras dan akhirnya mati.”
Maka, salah satu cara menyehatkan hati adalah dengan memberinya vitamin berupa ilmu yang kita dapat dari membaca buku-buku para ulama, terutama yang berkenaan dengan ilmu hati. Sehingga dengan itu kita bisa mengaca kekurangan-kekurangan diri, dan berusaha menutupi kekurangan-kekurangan tersebut dengan makanan ilmu yang merupakan vitamin yang bisa menyehatkan qolbu.

Menghadiri Majelis Ta’lim
Bila kita berusaha mengisi waktu-waktu luang kita dengan menghadiri majelis-majelis ta’lim, maka disana akan kita temukan berbagai macam ilmu dari orang-orang yang berilmu. Kita akan menemukan orang-orang yang berbeda perangai. Disanalah hati kita akan menentukan hal mana yang akan mendatangkan maslahat.
Maka apabila kita ingin memiliki hati yang sehat dan bersih, perbanyaklah mengkonsumsi vitamin-vitamin hati tersebut. Insya Allah akan menyehatkan qalbu kita. Disamping itu, sebenarnya masih banyak lagi yang menyokong kita untuk mendapatkan vitamin-vitamin hati tersebut namun tak bisa disebutkan semuanya disini.

(Sumber: Seri Manajemen Qolbu dari AA Gym )

Dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

  1. Dampak Polusi Udara

Polusi udara dapat terjadi jika jumlah atau konsentrasi polutan (zat pencemar) di udara sudah melebihi baku mutu lingkungan. Untuk masing-masing polutan di udara mempunyai nilai baku mutu yang berbeda. Udara yang telah tercemar oleh polutan tertentu dapat menyebabkan turunnya mutu udara di lingkungan tersebut. Udara yang telah tercemar dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya secara langsung. Tetapi udara yang tercemar juga dapat berdampak yang cukup luas seperti pemanasan global dan hujan asam. Peristiwa pemanasan global ditimbulkan karena peristiwa rumah kaca. Sedangkan hujan asam adalah meningkatnya konsentrasi asam di udara seperti peningkatan jumlah SO2 (sulfur dioksida) diudara sebagai hasil dari pembuangan asap kendaraan bermotor dan industri atau hasil pembakaran bahan bakar fosil yaitu bahan bakar minyak dan batubara.

  1. Dampak bagi kesehatan

Polusi udara yang menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan lingkungan adalah:

  1. Gas Karbon monoksida (CO)

Gas karbon monoksida (CO) di atmosfer dalam keadaan normal konsentrasinya sangat sedikit sekitar 0,1 ppm. Di daerah perkotaan dengan aktifitas penggunaan kendaraan bermotor dan industri yang padat, kkonsentrasi gas CO dapat mencapai 10 – 15ppm. Gas CO di dalam paru-paru bereaksi dengan hemoglobin pada sel darah merah yang dapat menghalangi pengangkutan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Tabel: Konsentrasi gas CO di udara dan pengaruhnya pada tubuh manusia bila kontak terjadi pada waktu cukup lama

Konsentrasi gas CO di udara (ppm)

Konsentrasi COHb dalam darah (%)

Gangguan pada tubuh

3

0,98

Tidak ada

5

1,30

Belum begitu terasa

10

2,10

Gangguan sistem saraf sentral

20

3,70

Gangguan panca indera

40

6,90

Gangguan fungsi jantung

60

10,10

Sakit kepala

80

13,30

Sulit bernafas

100

16,50

Pingsan hingga kematian

(Ernawati dkk. 2008)

Dampak yang ditimbulkan adalah :

a)       Pusing/sakit kepala

b)       Rasa mual

c)       Pingsan (ketidak sadaran)

d)       Kerusakan jaringan otak

e)       Sesak nafas

f)        Kematian

g)       Gangguan pada kulit

h)       Gangguan penglihatan (efek jangka panjang)

  1. Gas sulfur oksida (SO), nitrogen oksida (NO) dan ozon (O3)

Dampak negatif adanya penigkatan konsentrasi gas SO, NO dan O3 adalah :

a)       Iritasi mata

b)       Radang saluran pernafasan

c)       Gangguan pernafasan kronis (bronkitis, emfisema dan asma)

d)       Gangguan pada tumbuhan hingga kematian tumbuhan

  1. Materi partikulat

Materi partikulat adalah partikel-partikel yang berukuran kecil seperti serbuk batu bara, serbuk kayu, serbuk batu, serbuk pasir, serbuk kapas, serbuk kwarsa, serbuk asbes. Materi partikulat banyak terdapat di daerah industri, pertambangan, daerah perkotaan yang padat penduduk dan daerah konstruksi (pembangunan gedung).

Dampak yang ditimbulkan adalah penyakit paru mulai dari peradangan hungga kangker paru-paru.

Materi partikulat yang lain adalah timbal (Pb) yang bersifat toksit (racun). Timbal yang masuk ke dalam tubuh dan sudah terakumulasi dalam kosentrasi tertentu dapat menyebabkan :

a)       menyerang berbagai sistem tubuh seperti sistem pencernaan dan sistem syaraf.

b)       Radang paru-paru sampai kanker paru-paru

c)       Gangguan jantung

d)       Gangguan ginjal

e)       Keterbelakangan mental pada anak-anak

f)        Gangguan kesehatan pada hewan

  1. Asap rokok

Rokok terbuat dari tembakau mengandung Nikotin dan TAR

Nikotin adalah zat adiktif yang menimbulkan ketergantungan / kecanduan

Tar adalah senyawa polinuklir hidrokarbon aromatik

Undang-undang pengendalian rokok mensyaratkan kandungan Nikotin tidak boleh dari 1,5 mg dan kandungan tar tidak boleh lebih dari 50 mg.

Tar bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker)

Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya yaitu :

-       formaldehide, benzo-α-pyrene, (bagian dari tar)

-       nikotin,

-       gas CO.

Dampak yang ditimbulkan adalah :

a)       Gangguan pernafasan

b)       Penyakit jantung

c)       Flek di paru-paru

d)       Kanker paru-paru

  1. Zat-zat penyebab kanker

Zat-zat penyebab kanker banyak ditemukan dalam ruangan atau jenis polutan udara dalam ruangan (indoor air pollutants). Polutan udara dalam ruangan antara lain:

a)       kloroform

b)       para-diklorobenzena

c)       tetrakloroetilen

d)       trikloroetan

e)       radioaktif (Radon (Ra))

Jika konsentrasinya berlebih bisa menyebabkab kanker.

  1. Suara

Polusi suara terjadi jika amplitudo suara melebihi ambang batas yaitu 50 dB. Kekuatan suara yang lebih dari 50 dB sudah mulai bising hingga memekakkan telinga yang dapat menimbulkan :

a)       Gangguan organ pendengaran

b)       Kerusakan organ pendengaran

c)       Tuli

d)       Gangguan jantung

e)       Sakit kepala

f)        Stress secara psikologis

  1. Asbut (asap kabut)

Asap kabut atau disingkat asbut (smog adalah singkatan dari smoke (asap) dan fog (kabut)). Istilah ini muncul sekitar awal abad 20, ketika itu asap dan kabut tebal menyelimuti kota London dampak dari revolusi industri besar-besaran di kota tersebut.

Berdasarkan jenis polutan penyebabnya:

a)          Asbut industri

Plolutan penyebab asbut industri adalah sulfur oksida (SO) dan materi partikulat yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil oleh industri. Materi partikulat yang terkandung dalam asbut industri menyebabkan warnanya menjadi keabu-abuan.

b)         Asbut fotokimia

Polutan utama penyebab asbut foto kimia adalah senyawa gas nitrogen oksida (NO) yang berasal dari asap kendaraan bermotor dan senyawa hidrokarbon yang berasal dari berbagai sumber. Gas nitrogen oksida dan hidrokarbon diudara mengalami reaksi fotokimia membentuk ozon (O3). Ozon diudara juga dapat bereaksi dengan polutan udara lainnya membentuk senyawa-senyawa jenis polutan sekunder yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Nitrogen oksida diudara menyebabkan asbut fotokimia berwarna kecoklatan.

Asap kabut/ asbut dapat mengganggu penglihatan dan pernafasan.

  1. Hujan Asam

Sejarah Hujan Asam

Fenomena hujan asam mulai dikenal sejak akhir abad 17, hal ini diketahui dari buku karya Robert Boyle pada tahun 1960 dengan judul “A General History of the Air“. Buku tersebut menggambarkan fenomena hujan asam sebagai “nitrous or salino-sulforus spiris“.

Revolusi industri di Eropa yang dimulai sekitar awal abad ke 18 memaksa penggunaan bahan bakar batubara dan minyak sebagai sumber utama energi untuk mesin-mesin. Sebagai akibatnya, tingkat emisi precursor (faktor penyebab) dari hujan asam yakni gas-gas SO2, NOx dan HCl meningkat. Hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Robert Angus Smith pada tahun 1872. Ketika itu, Robert Angus Smith berhasil menemukan hubungan antara hujan dengan polusi udara. Hujan asam dilaporkan pertama kali terjadi di Kota Manchester, Inggris. Smith menjelaskan fenomena hujan asam pada bukunya yang berjudul “Air and Rain: The Beginnings of Chemical Technology“.

Derajat keasaman adalah tingkat kandungan hidrogen (H+) dan ion OH- dalam air. Semakin banyak kandungan hidrogen (H+) maka derajat keasaman air turun  atau pH turun atau air menjadi asam, sedangkan jika kandungan  ion OH- meningkat maka derajat keasaman naik atau pH naik atau air menjadi basa. Kandungan/konsentrasi hidrogen (H+) dan ion OH- dalam air sangat tergantung kandungan/konsentrasi zat atau mineral dalam air.  Lihat gambar berikut

(Asam)

(Basa)

Skala nilai pH adalah ditunjukkan dengan angka dari 0 – 14. Jika cairan mempunyai pH kurang dari 7 maka bersifat asam dan jika cairan mempunyai pH lebih dari 7 maka bersifat basa. Air murni adalah zat dengan derajat keasaman netral atau air  mempunyai pH = 7.

Hujan normal adalah hujan dengan air yang tidak membawa polutan didalamnya dan nilai pH nya adalah antara 7 – 5,6. Pada peristiwa hujan normal terjadi pembentukan senyawa asam karena reaksi antara gas CO2 dengan air hujan membentuk senyawa asam karbonat (H2CO3).

CO2  + H2O3                 H2CO3

(Bersifat asam lemah/ pH ≥5,6)

Asam tersebut mempengaruhi air hujan yang turun sehingga derajat keasamannya (pH) menjadi ± 5,6 bersifat asam lemah. Air yang bersifat asam tersebut berguna untuk melarutkan mineral-mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan.

(asap pabrik mengandung sulfur oksida dan nitrogen oksida)

(asap kendaraan bermotor sulfur oksida dan nitrogen oksida)

Peningkatan aktivitas manusia seperti banyaknya industri dan pengguanaan kendaraan bermotor meningkatkan jumlah bahan bakar fosil yang dibakar. Bahan bakar fosil menghasilkan limbah berupa senyawa gas SO2 , NOx.

Meningkatnya jumlah polutan di udara mengakibatkan meningkatnya derajat keasaman air hujan, menjadi lebih asam dengan derajat keasaman (pH) dibawah 5,6. Peristiwa tersebut di sebut hujan asam.  Polutan yang menyebabkan hujan asam adalah gas SO2 , NOx dan Freon (CFC / chloro fluoro carbon). Gas SO2 di udara bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat (H2SO4), sedangkan gas NO diudara bereaksi dengan uap air membentuk asam nitrat (HNO3). Freon (CFC) bereaksi secara fotokimia menghasilkan Klor (Cl) dan jika bereaksi dengan uap air membentuk asam klorida (HCl).

Berikut ini pembentukan asam di atmosfer:

  1. Pembentukan asam sulfat (H2SO4)

SO2 + H2O -> H2SO4

  1. Pembentukan asam nitrat (HNO3)

NO2 + H2O -> HNO3

  1. Pembentukan asam klorida

Reaksi pembentukan asam klorida dari freon (CFC) melalui beberapa tahapan, yaitu tahapan reaksi fotokimia dan reaksi kimia. Asam klorida biasanya terbentuk di lapisan stratosfer, dimana reaksinya melibatkan Chloroflorocarbon (CFC) dan radikal oksigen O*

CFC + hv(UV) -> Cl* + produk
CFC + O* -> ClO + produk
O* + ClO -> Cl* + O2
Cl + CH4 -> HCl + CH3

(http://4.bp.blogspot.com/_cwzKfItnUCk/TPYOe4MtjjI/AAAAAAAAAC0/DP-Jj-jowcE/s1600/acid-rain-1a.jpg)

Reaksi diatas merupaka bagian dari rangkaian reaksi yang menyebabkan deplesi lapisan ozon di stratosfer. Perbandingan ketiga asam tersebut dalam hujan asam biasanya berkisar antara 62 persen oleh Asam Sulfat, 32 persen Asam Nitrat dan 6 persen Asam Chlorida.

Pulau Jawa memiliki tingkat emisi penyebab hujan asam tertinggi di Indonesia, terutama disebabkan oleh sebagian besar kegiatan perekonomian yang terpusat di pulau ini. Pada tahun 1989, tingkat precursor SOx di Indonesia mencapat 157.000 ton per tahun, sedangkan NOx mencapai 175.000 ton per tahun. Kota Surabaya pada tahun 2000 tercatat mengemisikan 0,26 ton SO2 dan 66,4 ton NOx ke udara dari berbagai sumber pencemar.

Catatan:

Pulau Jawa memiliki tingkat emisi penyebab hujan asam tertinggi di Indonesia,

Pada tahun 1989, tingkat precursor SOx di Indonesia mencapat 157.000 ton per tahun, sedangkan NOx mencapai 175.000 ton per tahun.

Kota Surabaya pada tahun 2000 tercatat mengemisikan 26 ton SO2 dan 66,4 ton NOx ke udara dari berbagai sumber pencemar.

Dampak negatif peristiwa hujan asam adalah :

  1. mempengaruhi kualitas air permukaan atau air menjadi lebih asam sehingga mempengaruhi biota air yang hidup di dalamnya, karena biota air terpengaruh oleh pH air. (pH air kurang dari 5,6)
  2. dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan bahkan menyebabkan kematian tanaman.
  3. dapat melarutkan logam berat dalam tanah kemudian mencemari air. air yang tercemar oleh logam berat sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
  4. dapat bersifat korosif artinya dapat merusak atau mengkorosi logam, seperti motor, mobil, sepeda, kotruksi bangunan atau komponen bangunan, seperti gedung, patung, candi, monumen dan lain-lain.
  5. menyebabkan gangguan pernafasan.
  6. dapat menyebabkan bayi lahir prematur atau meninggal pada ibu hamil.
  1. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0c/Acid_rain_woods1.JPG/800px-Acid_rain_woods1.JPG
  2. http://static.howstuffworks.com/gif/acid-rain-4.jpg
  1. Efek Rumah Kaca / Pemanasan Global

Efek Rumah Kaca

Efek Rumah kaca ditemukan oleh Joseph Fourier tahun 1824, merupakan proses atmosfer memanaskan sebuah planet. Efek rumah kaca bisa terjadi secara alami maupun oleh aktivitas manusia. Efek rumah kaca disebabkan naiknya konsentrasi gas CO2 (karbon dioksida), NO (nitrogen monoksida), SO2 (sulfur dioksida), CH4 (metana) dan CFC (chloro fluoro carbon) ke atmosfera bumi. Konsentrasi  gas CO2 meningkat karena kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya (absorbsi).

Energi yang masuk ke bumi mengalami 25% dipantulkan oleh awan dan/ atau partikel lain di atmosfer, 25%  diserap awan, 45% di serap oleh permukaan bumi,  5% di pantulkan kembali oleh permukaan bumi.

Energi yang diserap oleh bumi, dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi sinar infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Tetapi sebagian sinar inframerah yang dipancarkan oleh permukaan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas-gas lainnya kemudian dipancarkan kembali ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan untuk menjaga agar perbedaan suhu antara siang dan malam tidak jauh berbeda.

Analogi gas rumah kaca adalah seperti peristiwa yang terjadi dalam green house

Peningkatan aktivitas manusia meningkatkan jumlah gas rumah kaca yang berada di atmosfer. Peningkatan jumlah gas rumah kaca dimulai adanya revolusi industri di Eropa memasuki abad 21, ketika itu pemakaian batubara sebagai bahan bakar industri mengalami peningkatan yang tinggi sehingga limbah yang berupa gas sulfur oksida, nitrogen oksida dan karbon monoksida juga meningkat tajam. Peningkatan gas-gas tersebut di atmosfer juga diikuti peningkatan jumlah gas yang lainnya seperti metana dan freon yang digunakan dalam sistem mesinpendingin ruang atau penimpanan.

Berikut ini beberapa gas rumah kaca yang berada di atmosfer adalah :

•       Gas karbon dioksida (CO2)

•       Gas nitrogen oksida (NOx )

•       CH4 (metana) dan

•       Gas CFC (Cloro Fluoro Carbon)

Gas-gas tersebut dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak, batubara dan gas alam) oleh industri, transportasi maupun rumah tangga. Demikian juga dengan pembakaran hutan dan peristiwa alam seperti gunung meletus.

Akibatnya adalah terjadi peristiwa pemanasan global.

Dampak Pemanasan Global

Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu permukaan bumi rata-rata 0.74 ± 0.18 °C selama seratus tahun terakhir. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Peningkatan konsentrasi gas CO2 di atmosfer maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer yang akhirnya meningkatkan suhu permukaan bumi.

Meningkatnya suhu bumi mengakibatkan adanya perubahan iklim yang ekstrim di bumi, yang dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global juga mengakibatkan pencairan lapisan es di puncak-puncak gunung dan es di kutub utara dan selatan. Pemanasan global juga mengakibatkan peningkatan suhu permukaan air laut.  Menurut laporan IPCC tahun 2007 peningkatan permukaan air laut sejak tahun 1961 dengan peningkatan rata-rata ±1,8 mm/tahun dan sejak tahun 1993 menjadi ±3,1 mm/tahun. Pencairan lapisan es dan salju di kutub utara mencapai ±2,7% per dekade (10 tahun).

Dampak lebih lanjut dari pemanasan global adalah:

a.        Volume air laut bertambah mengakibatkan naiknya permukaan air laut.

b.       Permukaan air laut meningkat mengakibatkan banjir di daerah pantai.

c.        Dapat menenggelamkan pulau-pulau atau kota-kota di dekat pantai

d.       Meningkatkan penyebaran penyakit munlar.

e.       Curah hujan di daerah yang beiklim tropis meningkat.

f.         Tanah lebih cepat mengering walaupun sering terkena hujan, berdampak kekurangan air kematian tanaman.

g.        Sering terjadi angin besar atau badai di beberapa wilayah.

h.       Migrasi atau berpindahnya hewan ke daerah yang lebih dingin.

i.         Punahnya manusia hewan dan tumbuhan yang tidak mampu berpindah atau beradaptasi dengan suhu yang makin tinggi.

j.         meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.

  1. Penipisan Lapisan Ozon (O3)

Ozon adalah salah satu gas yang membentuk atmosfer. Molekul oksigen (O2) yang kita gunakan untuk bernafas membentuk hampir 20% atmosfer. Pembentukan ozon (O3), molekul triatom oksigen jumlahnya sedikit  dalam atmosfer di mana kandungannya hanya 1/3.000.000 gas atmosfer.

Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai ‘lapisan ozon’. Ozon dihasilkan dari berbagai percampuran kimiawi, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (UV) dari matahari.

http://edukasi.depdiknas.go.id/file_storage/pengetahuan_populer/PP_50/Image/h_2.JPG

UV dikaitkan dengan pembentukan kanker kulit dan kerusakan genetik. Peningkatan tingkat UV juga mempunyai dampak kurang baik terhadap sistem imunisasi hewan, organisme akuatik dalam rantai makanan, tumbuhan dan tanaman.

Ozon dilapisan stratosfer memiliki peran penting dalam menyerap radiasi sinar UV (ultraviolet) yang dipancarkan matahari ke bumi.

Penyerapan sinaran UV berbahaya oleh ozon stratosfer amat penting untuk semua hidupan di bumi.

Ancaman yang diketahui terhadap keseimbangan ozon adalah kloroflorokarbon (CFC) buatan manusia yang meningkatkan kadar penipisan ozon menyebabkan kemerosotan berangsur-angsur dalam tingkat ozon global.

CFC digunakan oleh masyarakat modern dengan cara yang tidak terkira banyaknya, dalam kulkas, bahan dorong dalam penyembur, pembuatan busa dan bahan pelarut terutama bagi kilang-kilang elektronik.

Masa hidup CFC berarti 1 molekul yang dibebaskan hari ini bisa ada 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuskan.

Dalam waktu kira-kira 5 tahun, CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfer (10 – 50 km). Di atas lapisan ozon utama, pertengahan julat ketinggian 20 – 25 km, kurang sinar UV diserap oleh ozon. Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan UV, dan membebaskan atom klorin. Atom klorin ini juga berupaya untuk memusnahkan ozon dan menghasilkan

Lubang ozon di Antartika disebabkan oleh penipisan lapisan ozon antara ketinggian tertentu seluruh Antartika pada musim semi. Pembentukan ‘lubang’ tersebut terjadi setiap bulan September dan pulih ke keadaan normal pada lewat musin semi atau awal musim panas.

Dalam bulan Oktober 1987, 1989, 1990 dan 1991, lubang ozon yang luas telah dilacak di seluruh Antartika dengan kenaikan 60% pengurangan ozon berbanding dengan permukaan lubang pra-ozon. Pada bulan Oktober 1991, permukaan terendah atmosfer ozon yang pernah dicatat telah terjadi di seluruh Antartika.

Dalam tahun 1975, dikhawatirkan aktivitas manusia akan mengancam lapisan ozon. Oleh itu atas permintaan “United Nations Environment Programme” (UNEP), WMO memulai Penyelidikan Ozon Global dan Proyek Pemantauan untuk mengkoordinasi pemantauan dan penyelidikan ozon dalam jangka panjang.

(http://konsultasispiritual.com/wp-content/uploads/2010/03/OZONEHOLE111.jpg)

Semua data dari tapak pemantauan di seluruh dunia diantarkan ke Pusat Data Ozon Dunia di Toronto, Kanada, yang tersedia kepada masyarakat ilmiah internasional.

Pada tahun 1977, pertemuan pakar UNEP mengambil tindakan Rencana Dunia terhadap lapisan ozon; dalam tahun 1987, UNEP mengambil Protokol Montreal atas bahan yang mengurangi lapisan ozon.

(http://dwiwildhatuljannah.files.wordpress.com/2010/03/02-ozon.jpg)

Protokol ini memperkenalkan serangkaian kapasitas, termasuk jadwal tindakan, mengawasi produksi dan pembebasan CFC ke alam sekitar. Ini memungkinkan tingkat penggunaan dan produksi terkait CFC untuk turun ke tingkat semasa 1986 pada tahun 1989, dan pengurangan sebanyak 50% pada 1999.

  1. DAMPAK POLUSI AIR

Air adalah komponen komponen abiotik yang sangat penting bagi lingkungan hidup yaitu bagi kesehatan manusi dan makhluk hidup lainnya. Air yang telah tercemar mutunya menjadi turun dan bahkan tidak memenuhi standart kualitas yang dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Air tercemar menimbulkan pemandangan dan bau yang tidak sedap, keruh dan mungkin mengandung bahan beracun dan berbahaya, sehingga sangat mengganggu kehidupan biota air.  Sebagian besar zat pencemar dihasilkan oleh kegiatan manusia seperti industri, rumah tangga, pertanian, pertambangan dan lain-lain. Bahan pencemar air bisa terdiri dari bahan organik maupun anorganik.

  1. Gangguan Kesehatan

Pencemaran air dapat menimbulkan berbagai penyakit menular dan tidak menular

  1. Penyakit menular

Penyakit menular sebagai akibat dari pencemaran dapat terjadi karena berbagai sebab antara lain:

a)       Air yang tercemar dapat menjadi media bagi perkembang biakan dan pesebaran mikroorganisme, termasuk mikroba patogen.

b)       Air yang telah tercemar tidak dapat lagi digunakan sebagai pembersih, sedangkan air bersih mungkin jumlahnya sudah tidak mencukupi lagi.

c)       Air yang tercemar limbah organik merupakan tempat yang subur untuk perkembang biakan mikroorganisme. Mikroorganisme patogen yang berkembang biak dalam air dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit menular.

Tabel: Contoh beberapa penyakit menular yang dapat tersebar melalui air tercemar.

Jenis Mikroba Penyakit Gejala
Virus
- Hepatitis A Hepatitis A Demam, sakit kepala, sakit perut, kehilangan selera makan, pembengkakan hati sehingga tubuh menjadi kuning
- Virus Polio Poliomyelitis Tenggorokan sakit, demam, diare, sakit pada tungkai dan punggung, kelumpuhan dan kemunduran fungsi otot
Bakteri
- Vibrio Cholerae Kolera Diare yang sangat parah, muntah-muntah, kehilangan cairan yang sangat banyak sehingga menyebabkan kejang dan lemas
- Escherichia coli(strain patogen) Diare Buang air besar (BAB) berkali-kali dalam sehari, kotoran encer (mengandung banyak air), terkadang diikuti rasa mulas atau sakit perut.
- Shigella dysentriae Disentri Infeksi usus besar, diare, kotoran mengandung lendir dan darah, sakit perut.
- Salmonella typhi Tifus Sakit kepala, demam diare, muntah-muntah, peradangan dan pendarahan usus.
Protozoa
- Entamoeba histolytica Disentri amuba Sama seperti disentri oleh bakteri
- Balantidium coli Balantidiasis Pandarahan usus, diare berdarah
- Giardia lamblia Giardiasis Diare, sakit perut, terbentuk gas dalam perut, bersendawa, kelelahan.
Metazoa(Cacing Parasit)
- Ascaris lumbricoides(cacing gelang) Ascaris Demam, sakit perut yang parah, malabsorbsi, muntah-muntah, kelelahan
- Taenia saginata(cacing pita) Taeniasis Gangguan pencernaan, rasa mual, kehilangan berat badan, rasa gatal di anus.
- Schistosoma sp.(cacing pipih) Schistosomiasis Gangguan pada hati dan kantung kemih sehingga terdapat darah dalam urin, diare, tubuh lemas, sakit perut yang terjadi berulang-ulang.
  1. Penyakit tidak menular

Air yang tercemar juga dapat menyebabkan penyakit yang tidak menular, walaupun juga termasuk penyakit berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Zat pencemar air yang menyebabkan penyakit adalah senyawa anorganik, seperti logam berat, dan ada senyawa organik yang mengandung unsur klorin (Cl) seperti DDT dan PCB yang bersifat beracun bagi makhluk hidup.

Tabel: Zat-zat polutan yang dapat menyebabkan penyakit

Nama Zat Sumber Nama Penyakit
Kadmium (Cd) Cd adalah logam berat yang banyak digunakan oleh industri seperti: pabrik pipa PVC, pabrik pengolahan karet, pabrik kaca Keracunan Cd dapat menyebabkan kerusakan organ ginjal dan hati, mempengaruhi otot polos pembuluh darah, tekanan darah tinggi menyebabkan gagal jantung.
Kobalt (Co) Di industri sebagai bahan campuran untuk membuat magnet, alat pemotong, alat penggiling, mesin pesawat terbang, pewarna kaca, keramik dan cat Keracunan kobalt merusak kelenjar tiroid (gondok), menyebabkan kekurangan hormon hasil kelenjar gondok.Menyebabkan gagal jantung dan endema (pembengkakan jaringan akibat kelebihan cairan dalam sel)
Merkuri (Hg) Dalam industri, merkuri digunakan untuk proses pembuatan klorin. Merkuri juga terdapat dalam baterai, cat, plastik, termometer, lampu tabung, kosmetik, dan hasil pembakaran batu bara Merkuri masuk ke tubuh manusi bisa melalui konsumsi ikan yang tercemar merkuri. Pada ibu hamil, menyebabkan bayi cacat mental. Dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan ginjal, saraf dan jantung.
Timbal (Pb) Limbah Pb berasal dari rembesan sampah kaleng yang mengandung timbal, cat yang mengandung timbal, bahab bakar yang bertimbal, pestisida, korosi pipa yang mengandung timbal. Pb dengan konsentrasi >15 mg/l dalam darah berbahaya bagi kesehatan.Pada wanita hamil, keracunan Pb menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau kematian janin.

Pada anak-anak menyebabkan cacat mental dan gangguan fisik.

Pada orang dewasa menyebabkan hipertensi.

Senyawa Organik Berklorin Senyawa berklorin antara lain adalah dikloro-difenil-trikloroetana (DDT), aldrin, heptaklor dan klordan sebagai bahan pestisida. Senyawa ini biasa diapakai untuk membasmi serangga dan hama. Senyawa industri adalah poliklorinasi bifenil (PCB) dan dioksin. DDT dan PCB dialam dapat mengalami magnifikasi biologi saat memasuki rantai makanan atau senyawa tersebut terakumulasi dalam makhluk hidup dan konsentrasinya meningkat pada makhluk hidup dan konsentrasinya terus meningkat pada mkhluk hidup yang berada di posisi lebih atas pada rantai makanan. Berarti manusia adalah makhluk yang sangat beresiko menerima senyawa-senyawa tersebut. Senyawa berklorin bersifat persisten di alam terakumulasi dalam tubuh yang berbahaya bagi tubuh. Senyawa berklorin menyebabkan kerusakan berbagai organ, terutama hati dan ginjal dan dapat menimbulkan kanker.
  1. Air Tidak Bermanfaat Sesuai Peruntukannya

Polutan di air menyebabkan penurunan mutu air hingga ke tingkat tertentu. Air yang mutunya turun mnyebabkan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Jadi air tidak dapat digunakan menurut keperluannya. Contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan rumah tangga

Air yang tercemar menjadi berbau, keruh dan mengandung kuman atau zat berbahaya. Air yang tercemar tersebut tentu tidak memenuhi standar untuk keperluan air minum, sebagai alat pembersih (mandi dan mencuci).

  1. Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan industri

Industri membutuhkan air dengan syarat yang sesuai industrinya. Contohnya industri pengolahan buah dan sayur memerlukan air yang tidak tercemar.

  1. Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan pertanian dan perikanan

Air yang sesuai untuk pertanian dan perikanan adalah yang mempunyai nilai pH sedang (6 – 8). Pencemaran air akan merubah nilai pH (derajat keasaman). Polutan dari zat-zat anorganik tertentu ada yang bersifat beracun bagi hewan dan tanaman.

  1. Menurunnya populasi berbagai biota air

Penurunan populasi biota air membawa kerugian yang sangat besar. Kerugian secara langsung adalah berkurangnya sumber mata pencaharian bagi sebagian besar orang sedangkan kerugian secara tidak langsung adalah keseimbangan ekosistem menjadi terganggu. Beberapa polutan berbahaya bagi biota air adalah nutrien tumbuhan, limbah yang membutuhkan oksigen, minyak, sedimen dan panas.

  1. Nutrien tumbuhan

Nutrien tumbuhan seperti fosfat dan nitrogen yang jumlahnya berlebihan di perairan dapat menjadi polutan. Perairan yang mengandung polutan tersebut mengalami eutrofikasi. Eutrofikasi menyebabkan ganggang (algae) berkembang biak dengan sangat subur sehingga populasinya berkembang pesat. Peristiwa perkembangan ganggang secara cepat/pesat disebut algae blooming.

Akibat dari algae blooming adalah :

a)       Mengganggu penetrasi cahaya matahari kedalam perairan karena permukaan tertupi ganggang.

b)       Ganggang yang beracun dapat meracuni biota air.

c)       Ganggang yang mati, sel-selnya turun ke dasar perairan mengalami pembusukan meningkatkan populasi bakteri pengurai yang membutuhkan oksigen. Peningkatan jumlah populasi bakteri pengurai meningkatkan kebutuhan oksigen / BOD (Biological Oxygen Demand) di perairan. Peningkatan BOD menurunkan kadar oksigen terlarut / DO (Disolved Oxygen). Penurunan DO mempengaruhi jumlah populasi biota air terutama bagi biota air yang tidak toleran terhadap kondisi DO yang rendah.

  1. Limbah yang membutuhkan oksigen

Pencemaran oleh limbah yang membutuhkan oksigen (aerob) menyebabkan peningkatan BOD akibat dari tingginya populasi bakteri aerob yang membusukkan limbah. Peningkatan BOD menurunkan DO di perairan, sehingga menurunkan jumlah populasi biota air yang tidak toleran terhadap kondisi DO yang rendah.

  1. Minyak

Pencemaran minyak di perairan dapat terjadi di laut dan pantai.  Pencemaran minyak dapat menyebabkan kematian biota air seperti terumbu karang karena minyak bersifat sebagai racun. Minyak juga dapat menemper pada bulu-bulu burung dan rambut mamalia air sehingga mengganggu fungsi fisiologis bulu atau rambut yaitu kemampuan mengapung dan kemampuan menjaga suhu tubuh. Hewan dapat tenggelam dan mati karena suhu tubuhnya menurun drastis.

  1. Sedimen / endapan

Pencemaran perairan oleh sedimen dapat menyebabkan perairan menjadi keruh sehingga menghalangi penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan. Perairan yang kekurangan cahaya menyebabkankemampuan fotosintesis ganggang dan tumbuhan air menurun sehingga populasinya berkurang. Penurunan populasi ganggang dan tumbuhan air menyebabkan penurunan populasi biota air lainnya.

Sedimen juga menyebabkan gangguan aliran air atau bahkan tersumbat, membawa endapat bersifat toksin dan menutupi terumbu karang serta biota air lainnya.

  1. Panas

Polusi termal/ panas menyebabkan perubahan suhu perairan secara drastis. Perubahan suhu mendadak mengakibatkan kemaatian biota air, juga dapar menurunkan DO di perairan.

  1. Dampak Polusi Tanah

Tempat pembuangan sampah merupakan lahan yang penuh dengan timbunan berbagai jenis limbah, sehingga merupakan salah satu sumber utama polusi tanah. Meningkatnya perekonomian dan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan jumlah limbah. Masalah polusi tanah juga terjadi di areal pertanian, industri dan pertambangan.

  1. Tempat pembuangan

Tempat pembuangan limbah/sampah baik tempat pembuangan sementara maupun tempat pembuangan akhir (TPA) menimbulkan berbagai dampak polusi. Berbagai jenis limbah yang tertumpuk seperti limbah cair, padat, organik dan anorganik. Limbah padat yang sulit terurai akan bertumpuk selama bertahun-tahun memerlukan lahan yang luas.

Lahan disekitar tempat pembuangan tidak ideal untuk pemukiman, pertanian maupun aktivitas lainnya karena terganggu dari segi estetika dan berbahaya bagi kesehatan. Limbah organik ada yang mengandung senyawa beracun, seperti logam berat yang dapt meracuni makhluk hidup di tanah seperti tumbuhan, mikroorganisme dan cacing tanah. Limbah organik menjadi tempet berkembangnya bakteri pembusuk/pengurai yang dapat menyebabkan penyakit. Limbah organik yang membusuk dapat mengundang hewan penyebar penyakit seperti nyamuk, lalat dan tikus.

Proses pembusukan limbah organik menimbulkan cairan lindi yang mengandung senyawa beracun dan menimbulkan gas metan (CH4). Cairan lindi dapat meracuni tanah dan gas metan adalah gas berbau tidak sedap yang dapt mangganggu kesehatan dan gas metan adalah termasuk gas rumah kaca.

  1. Lingkungan pertanian

Pencemaran tanah dilingkungan pertanian dan perkebunan selain oleh sisa-sisa tumbuhan dapat terjadi karena penggunaan pestisida kimia, pupuk dan irigasi. Pestisida dapat membunuh hama pengganggu dan dapat juga membunuh biota tanah yang bergunan bagi kesuburan tanah seperti cacing tanah dan mikroorganisme.

Pupuk yang digunakan secara   berlebihan dapat menjadi racun bagi tanaman. Pestisida dan pupuk dapat  berdampak terhadap kualitas tanah dan juga dapat menjadi polutan di air jika terbawa oleh aliran air ke perairan.

Proses irigasi dapat menyebabkan tanah mengalami salinisasi yaitu peningkatan kadar garam. Kadar garam yang terlalu tinggi pada tanah menyebabkan keracunan pada tanaman.

Latihan

  1. Jawablah soal di bawah ini dengan singkat dan jelas!
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan lingkungan tercemar!
  3. Mengapa matahari disebut sebagai sumber energi yang utama?
  4. Jelaskan tentang sifat-sifat gas CO dan sumbernya!
  5. Sebutkan sumber gas sulfur oksida yang berasal dari aktivitas manusia dan jelaskan tentang  sifat gas sulfur oksida !
  6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hujan asam dan dampaknya?
  7. Jelaskan bagaimana pemanasan global yang tejadi saat ini!
  8. Bahaya apakah yang timbul dari penipisan lapisan ozon di lapisan stratosfer?
  9. Jelaskan tiga penyakit menular yang dapat disebarkan melalui air
  10. Sebutkan jenis mikroorganisme patogen yang dapat tersebar melalui air beserta penyakit yang dapat ditimbulkannya!
  11. Jelaskan bahaya yang dapat ditimbulkan karena keracunan timbal!
  1. Pilihlah satu jawaban yang paling benar!
  2. Polutan udara yang berupa cairan dapat membentuk ….
    1. Kabut
    2. Asap
    3. Halimun
    4. Pencemaran air
    5. Debu
  1. Gas yang menyebabkan pengikatan oksigen dalam darah terganggu karena gas ini berikatan dengan hemoglobin dalam darah adalah ….
    1. Hidrokarbon
    2. Karbon dioksida
    3. Karbon monoksida
    4. Amonia
    5. Klorin
  1. Berikut ini yang bukanmerupakan dampak pencemaran gas nitrogen oksida adalah ….
    1. Bronkitis
    2. Penipisan ozon
    3. Hujan asam
    4. Pemanasan global
    5. Asbut
  1. Sumber emisi global yang menghasilkan gas karbon dioksida terbesar adalah ….
    1. Kebakaran hutan
    2. Penggunaan gas alam
    3. Kilang minyak
    4. Pembakaran batu bara
    5. Kendaraan bermotor
  1. Salah satu dampak pemanasan global adalah ….
    1. Bertambahnya volume air laut.
    2. Terjadi gempa bumi dimana-mana
    3. Timbul wabah penyakit menular
    4. Banyak timbul kasus keracunan gas CO
    5. Rusaknya bahan-bahan logam dan bangunan akibat korosi
  1. Penggunaan CFC pada berbagai produk pendingin telah banyak dikurangi karena gas ini dapat menimbulkan ….
    1. Kanker
    2. Hujan asam
    3. Keracunan
    4. Lubang ozon (black hole)
    5. Asbut
  1. Asbut dapat menimbulkan kematian karena ….
    1. Merusak ginjal
    2. Menimbulkan kelainan pada jantung
    3. Menyebabkan gangguan pernafasan
    4. Mengganggu suplai oksigen tubuh
    5. Menimbulkan stres
  1. Gas berikut ini yang dapat menimbulkan hujan asam adalah ….
    1. SO2
    2. O3
    3. H2S
    4. CO2
    5. S2
  1. Berikut ini yang bukan contoh dampak yang ditimbulkan oleh polusi air adalah ….
    1. Air tidak dapat digunakan untuk minum, mandi dan bercocok tanam
    2. Mudah terserang diare dan / atau disentri
    3. Keracunan logam berat
    4. Menurunkan BOD  di perairan
    5. Akumulasi senyawa berbahaya dalam tubuh biota air
  1. Unsur N dan P merupakan polutan air yang dapat menyebabkan ….
    1. Salinisasi
    2. Magnifikasi biologi
    3. Eutrofikasi
    4. Keracunan pada biota air
    5. Kematian burung dan mamalia air
  1. Berikut ini yang bukan merupakan keracunan merkuri  adalah ….
    1. Cacat mental pada janin
    2. Kerusakan saraf
    3. Perubahan perilaku
    4. Tekanan darah tinggi
    5. Kerusakan ginjal
  1. Contoh penyakit menular yang ditimbulkan oleh polusi air adalah ….
    1. Cacar
    2. TBC
    3. Polio
    4. Bronkitis
    5. Influenza
  1. Logam Co dapat menimbulkan gangguan kesehatan berupa ….
    1. Kerusakan kelenjar gondok (tiroid)
    2. Kanker paru-paru
    3. Gagal ginjal
    4. Kemunduran fungsi otak
    5. diare
  1. Hal berikut ini yang bukan merupakan akibat dari   membuang sampah secara sembarangan ke sungai adalah ….
    1. Pendagkalan sungai
    2. Terhambatnya arus sungai
    3. Menurunnya populasi bakteri pembusuk
    4. Air sungai menjadi tidak layak dikonsumsi
    5. Meningkatnya kekeruhan air
  1. Penggunaan pestisida secara berlebihan justru dapat menurunkan produktivitas hasil pertanian karena ….
    1. Membunuh hama pengganggu
    2. Membunuh tanaman produksi
    3. Tidak memberikan pengaruh sama sekali
    4. Membunuh biota lain yang menyuburkan tanah
    5. Mencemari perairan di dekat tempat pengaplikasiannya.
  1. Suatu ekosistem sungai memiliki jaring-jaring makanan sebagai berikut

Jika sungai tersebut tercemar DDT dari lahan pertanian dekat sungai, makhluk hidup yang akan mengonsumsi DDT dalam konsentrasi paling besar adalah ….

  1. Tumbuhan air
  2. Ikan kecil
  3. Ikan besar
  4. Manusia
  5. Udang
  1. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat pemanasan global adalah …
    1. Tidak membangun gedung yang ditutupi kaca
    2. Memperbanyak kendaraan bermotor
    3. Memeriksa emisi gas buangan kendaraan bermotor
    4. Melakukan pembakaran untuk membuka lahan hutan
    5. Mengalih fungsikan hutan menjadi kebun produksi
  1. Jika perairan menjadi semakin keruh maka terjadi ….
    1. Penurunan jumlah sedimen di perairan
    2. Peningkatan laju aliran air
    3. Penurunan populasi ganggang fotosintetik
    4. Perbaikan kondisi rantai makanan di perairan
    5. Pengurangan volume endapan
  1. Berikut ini bukanakibat yang mungkin terjadi, bila larian pupuk yang berlebih dari areal pertanian memasuki perairan di sekitarnya, adalah ….
    1. Populasi ganggang dan tumbuhan air meningkat
    2. DO pada perairan meningkat
    3. Populasi bakteri pembusuk meningkat
    4. Penetrasi cahaya ke dalam perairan terganggu
    5. Populasi ikan menurun
  1. Berikut ini adalah bukan dampak polusi tanah yang ditimbulkan oleh limbah padat anorganik adalah ….
    1. Memakan lahan karena akan menumpuk untuk waktu yang lama
    2. Dapat mengganggu kesehatan bila mengandung senyawa kimia berbahaya
    3. Menimbulkan bau tak sedap karena mengalami pembusukan bakteri
    4. Mengganggu estetika
    5. Lahan menjadi tidak subur karena berkurangnya populasi bakteri pe

Materi 2.1. Limbah

A. Pengertian Limbah

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18/1999 Jo PP 85/1999, limbah didefinisikan sebagai “sisa/buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia”.

B. Pengertian Baku Mutu Lingkungan

UU RI No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup mendefinisikan Baku Mutu Lingkungan sebagai ukuran batas atau kadar makhluq hidup, zat, energi atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.

Dengan kata lain, baku Mutu Lingkungan Hidup adalah ambang batas/batas kadar maksimum suatu zat atau komponen yang diperbolehkan berada di lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Jenis limbah berbeda dapat memiliki baku mutu lingkungan yang berbeda. Seperti contoh tertera pada tabel berikut ini

Tabel 1.1 Baku mutu beberapa jenis limbah anorganik dalam air yang diperuntukkan sebagai air minum.

Jenis Limbah Satuan

Kadar maksimum yang diperbolehkan

Air Raksa (Hg) mg/liter

0,001

Arsenik (As) mg/liter

0,010

Boron mg/liter

0,300

Kadmium mg/liter

0,003

Tembaga (Cu) mg/liter

2,000

Sianida (Sn) mg/liter

0,070

Fluorida (F) mg/liter

1,500

Timah mg/liter

0,010

Nikel mg/liter

0,020

Nitrat (NO3) mg/liter

50,000

C. Pengelompokan Limbah

  1. Pengelompokan Berdasarkan Jenis Senyawa

a. Limbah Organik

Limbah organik memiliki definisi berbeda yang penggunaannya dapat disesuaikan dengan tujuan penggolongannya.

Berdasarkan pengertian kimiawi, limbah organik merupakan segala jenis limbah yang mengandung unsur karbon (C ), sehingga meliputi :

1.          Limbah dari makhluq hidup (misalnya kotoran hewan dan manusia, sisa makanan dan sisa-sisa tumbuhan mati),

2.          Karet

3.          Plastik

4.          Kertas

Definisi limbah organik menurut sebagian besar orang secara teknis adalah limbah yang berasal dari makhluk hidup (alami) dan sifatnya mudah membusuk.

Artinya bahan-bahan organik yang tidak mudah/sulit membusuk/terurai, seperti plastik dan karet tidak termasuk dalam limbah organik.

Limbah organik yang berasal dari makhluk hidup mudah membusuk karena pada makhluk hidup terdpat unsur karbon (C) dalam bentuk gula (karbohidrat) yang rantai kimianya relatif sederhana sehingga dapat dijadikan sumber nutrisi bagi mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur.

Hasil pembusukan limbah organik dapat menjadi sumber penyakit yaitu jika kikroorganisme yang berkembang adalah bersifat patogen.

Hasil pembusukan limbah organik oleh mikroorganisme sebagian besar adalah berupa gas metan (CH4) yang juga dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan.

Limbah organik yang mudah membusuk dapat dimanfaatkan kembali dengan cara dijadikan kompos, yang dapat dijadikan pupuk/penyubur tanaman.

b. Limbah anorganik

Berdasarkan pengertian kimiawi, limbah anorganik adalah meliputi limbah yang tidak mengandung unsur karbon (C)

1.       Logam (besi dan seng dari mobil bekas atau perkakas, alumunium dari kaleng bekas atau peralatan rumah tangga, tembaga dari kabel bekas dan lain-lain)

2.       Gelas

3.       Pupuk anorganik (misalnya yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor)

Secara teknis limbah anorganik didefinisikan sebagai segala limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami olek mikroorganisme pengurai. Dalam hal ini bahan organik seperti plastik, kertas dan karet juga dikelompokkan sebagai limbah anorganik. Bahan-bahan tersebut sulit diurai oleh mikroorganisme sebab unsur karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang (polimer).

Beberapa jenis limbah padat (sampah) anorganik seperti plastik alumunium, besi dan kertas dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

2. Pengelompokan berdasarkan wujud

a. Limbah cair

Limbah cair adalah segala jenis limbah yang berwujud cairan, berupa air beserta bahan-bahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam air.

  1. Limbah cair domestik (domestic wastewater),

yaitu limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah tangga), pusat perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis.

Contoh: air deterjen sisa cucian, air sabun dan air tinja.

  1. Limbah cair industri (industrial wastewater),

yaitu limbah cair hasil buangan industri.

Contoh: sisa cucian buah, sayur, jamur atau daging dari industri pengolahan makanan, sisa pewarnaan kain/bahan dari industri tekstil, tetes dari industri gula.

  1. Rembesan dan luapan (infiltration and inflow),

yaitu:

a. Aimbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki sauran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan air permukaan. Air limbah dapat merembes ke dalam saluran pembuangan melalui pipa yang rusak, pecah atau bocor.

b. Luapan terjadi melalui bagian saluran yang membuka atau terhubung ke permukaan.

Contoh: Limbah cair yang dapat merembes dan meluap ke dalam saluran pembuangan limbah cair adalah air buangan dari talang atap, pendingin ruangan (AC), tempat parkir, halaman, bangunan perdagangan dan industri, serta pertanian dan perkebunan.

  1. Air Hujan (storm water)

yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di atas permukaan tanah. Aliran air hujan di permukaan tanah dapat melewati dan membwa partikel-partikel buangan padat atau cair sehingga dapat disebut sebagai limbah cair.

b. Limbah padat

Limbah padat merupakan salah satu wujud limbah yang paling banyak terdapat di lingkungan. Limbah padat disebut sebagai sampah. Bentuk, jenis dan komposisi limbah padat sangat dipengaruhi oleh taraf hidup masyarakat dan kondisi lingkungan, sedangkan jumlahnya dipengaruhi oleh kepadatan penduduk.

  1. Sampah organik mudah busuk (garbage)

yaitu limbah padat semi basah, berupa bahan-bahan organik yang mudah membusuk atau terurai mikroorganisme. Sampah ini umumnya berasal dari sektor pertanian dan makanan.

Misalnya sisa dapur, sisa makanan, sampah sayuran dan kulit buah-buahan.

  1. Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish)

yaitu limbah padat anorganik atau organik cukup kering yang sulit terurai oleh mikroorganisme, sehingga sulit membusuk.

Contoh: selulosa, kertas, plastik, kaca, karet dan logam.

  1. Sampah abu (ashes)

yaitu limbah padat yang berupa abu, biasanya hasil pembakaran. Sampah ini mudah terbawa angin karena ringan dan tidak mudah membusuk.

  1. Sampah bangkai binatang (dead animal)

yaitu semua limbah yang berupa bangkai binatang, seperti tikus, ikan dan binatang ternak yang mati. Limbah ini relatif kecil jumlahnya, tetapi jika terjadi bencana alam, sampah ini akan bermasalah karena mudah membusuk dan bau.

  1. Sampah sapuan (street sweeping)

yaitu limbah padat hasil sapuan jalanan yang berisi berbagai sampah yang tersebar di jalanan, seperti dedaunan, kertas, plastik dan lain-lain.

  1. Sampah industri (industrial waste)

yaitu limbah padat yang berasal dari buangan industri. Komposisi sampah ini tergantung dari jenis industrinya. Semakin banyak industri yang berdiri, akan semakin besar dan beragam sampahnya.

  1. Limbah gas

Limbah gas biasanya dibuang ke udara. Di udara terkandung unsur-unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2, H2 dan lain-lain. Penambahan gas ke udara yang melampaui kandungan udara alami akan menurunkan kualitas udara. Tingkat kualitas udara tergantung pada jenis limbah gas, volume yang lepas dan lamanya limbah berada di udara. Jangkauan persebaran limbah gas melalui udara dapat meluas karena faktor cuaca dan iklim turut mempengaruhi. Arah angin dapat mempengaruhi karena gas sifatnya ringan sehingga mudah terbawa.

Tabel beberapa macam limbah gas yang umunya ada di udara.

No. Jenis Keterangan
1 Karbon monoksida (CO) Gas tidak berwarna, tidak berbau
2 Karbon dioksida (CO2) Gas tidak berwarna, tidak berbau
3 Nitrogen Oksida (Nox) Gas berwarna dan berbau
4 Sulfur oksida (Sox) Gas tidak berwarna dan berbau tajam
5 Asam klorida (HCl) Berupa uap
6 Amonia (NH3) Gas tidak berwarna dan berbau
7 Metan (CH4) Gas berbau
8 Hidrogen fluorida (HF) Gas tidak berwarna
9 Nitrogen sulfida (NS) Gas berbau
10 Klorin (Cl2) Gas berbau

3. Pengelompokan Berdasarkan Sumber

  1. Limbah domestik

Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari:

1. kegiatan pemukiman penduduk (rumah tangga)

2. berbagai kegiatan usaha seperti pasar, restoran, dan gedung-gedung perkantoran.

Jenis limbah domestik bisa beragam seperti:

a.        sisa makanan

b.       kertas

c.        kaleng

d.       plastik

e.       air sabun

f.         deterjen

g.        tinja (kotoran)

  1. Limbah industri

Limbah industri adalah merupakan buangan hasil proses industri.

Jenis limbah yang dihasilkan tergantung pada jenis industri.

Misalnya, limbah organik cair atau padat banyak dihasilkan oleh industri pengolahan makanan. Sedangkan limbah anorganik seperti logam berat banyak dihasilkan oleh industri tekstil, pengolahan logam, kertas dan lain-lain.

Industri-industri yang melakukan proses pembakaran banyak menghasilkan limbah gas.

  1. Limbah pertanian

Limbah pertanian berasal dari daerah pertanian atau perkebunan. Limbah pertanian terutama berupa senyawa-senyawa anorganik dari bahan kimia yang digunakan untuk kegiatan pertanian, seperti pupuk dan pestisida (pembasmi hama).

Disamping itu, juga dihasilkan limbah organik dari sisa-sisa tumbuhan.

  1. Limbah pertambangan

Limbah pertambangan adalah limbah yang berasal dari kegiatan pertambangan.

Kandungan limbah ini terutama berupa material tambang seperti logam atau batuan.

4. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Menurut Peraturan Pemerintah No. 18/1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun adalah “Sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, yang karena sifat dan atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tak langsung merusak lingkungan hidup, kesehatan, maupun manusia”.

Limbah B3 dapat diklasifikasikan sebagai zat atau bahan yang mengandung satu atau lebih senyawa sebagai berikut:

a.        mudah meledak (explosive);

b.       pengoksidasi (oxidizing);

c.        mudah terbakar (flammable);

d.       sangat mudah terbakar (highly flammable);

e.       amat sangat mudah terbakar (extremely flammable);

f.         beracun (moderately toxic);

g.        sangat beracun (highly toxic);

h.       amat sangat beracun (extremely toxic);

i.         berbahaya (harmful);

j.         korosif (corrosive);

k.        bersifat mengiritasi (irritant);

l.         berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment);

m.      karsinogenik/ dapat menyebabkan kanker (carcinogenic);

n.       teratogenik/ dapat menyebabkan kecacatan janin (teratogenic);

o.       mutagenik/ dapat menyebabkan mutasi genetika (mutagenic).

Zat-zat atau bahan-bahan tersebut di atas diklasifikasikan sebagai limbah B3 karena memenuhi satu atau lebih karakteristik limbah B3 sebagai berikut:

  1. Limbah mudah meledak

Limbah mudah meledak yaitu limbah yang pada suhu dan tekanan standar (25°C, 760 mmHg) dapat meledak atau melalui reaksi kimia dan/atau fisika dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi sehingga dengan cepat dapat merusak lingkungan disekitarnya.

  1. Limbah mudah terbakar, yaitu limbah yang mempunyai salah satu sifat sebagai berikut :

1)       Limbah berupa cairan yang mengandung alkohol kurang dari 24% volume dan/atau pada titik nyala tidak lebih dari 60oC (140oF)  akan menyala apabila terjadi kontak dengan api, percikan api atau sumber nyala lain pada tekanan udara 760 mmHg.

2)       Limbah bukan berupa cairan, yang pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 760 mmHg) dapat mudah menyebabkan kebakaran melalui gesekan, penyerapan uap air atau perubahan kimia secara spontan dan apabila terbakar dapat menyebabkan kebakaran terus-menerus.

3)       Merupakan limbah yang bertekanan yang mudah terbakar.

4)       Merupakan limbah pengoksidasi.

  1. Limbah yang bersifat reaktif, yaitu limbah yang mempunyai salah satu sifat berikut:

1)       Limbah yang pada keadaan normal tidak stabil dan dapat menyebabkan perubahan tanpa peledakan.

2)       Limbah yang dapat bereaksi hebat dengan air.

3)       Limbah yang bila bercampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakan, menghasilkan gas, uap, atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

4)       Merupakan limbah sianida, sulfida atau amonia yang pada kondisi pH antara 2 – 12,5 dapat menghasilkan gas, uap atau asap dalam jumlah yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

5)       Limbah yang dapat mudah meledak atau bereaksi pada suhu dan tekanan standar ((25°C, 760 mmHg).

6)       Limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepas atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.

  1. Limbah beracun

Limbah beracun adalah limbah yang mengandung pencemar yang bersifat racun bagi manusia atau lingkungan yang dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius apa limbah tersebut masuk ke dalam tubuh.

  1. Limbah yang bersifat korosif

Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang mempunyai salah satu sifat sebagai berikut:

1)       Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit.

2)       Menyebabkan proses pengakaran pada lempeng baja dengan laju korosi lebih besar dari 6,35 mm/tahun dengan temperatur pengujian 55­oC.

3)       Mempunyai pH sama atau kurang dari 2 untuk limbah bersifat asam dan sama atau lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.

Sertifikasi Bukan Menilai Mutu Guru

JAKARTA, KOMPAS.com – Sertifikasi guru bukan ukuran yang tepat untuk menilai peningkatan mutu guru. Sebab, sertifikasi guru lebih merupakan proses untuk menetapkan guru apakah memenuhi syarat atau tidak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pasalnya, peningkatan mutu guru pascasertifikasi tidak serta-merta meningkat tajam. Karena itu, program sertifikasi guru yang dilaksanakan pemerintah hingga tahun 2015, baik lewat penilaian portofolio maupun pendidikan dan pelatihan guru, tetap harus diikuti dengan pembinaan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan.

“Jika pemerintah dan masyarakat belum puas dengan kinerja guru pascasertifikasi, jangan hanya menyalahkan guru. Selama ini, pembinaan dan pelatihan pada guru secara massal ketika ada kebijakan pendidikan yang berubah. Tetapi pembinaan secara sistematis dan komprhensif tidak terjadi,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo pascarapat koordinasi nasional PGRI akhir pekan lalu.di Jakarta, Senin (27/9/2010).

Sulistiyo mengatakan peningkatan mutu guru tidak bisa dilaksanakan dengan pendekatan proyek. Untuk itu, keseriusan penanganan guru harus jadi komitmen pemerintah. Salah satunya lewat direktorat jenderal peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah ada.

“Bukan dibongkar-pasang sesukanya. Potret guru saat ini merupakan hasil dari pembinaan di masa lalu. Kita sudah tidak bisa coba-coba lagi dalam peningkatan mutu guru. Kita mesti sudah punya sistem pembinaan profesionalisme guru yang mantap,” jelas Sulistiyo.

Ketua Harian Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi mengatakan peningkatan mutu guru pascasertifikasi ada, namun belum signifikan. Namun, kenyataan itu bukan berarti sertifikasi tidak berhasil.

Menurut Unifah, profesionalisme guru dapat berjalan jika ada sebuah sistem yang terus-menerus menjaga pembinaan guru berjalan. Selain itu, dalam diri guru itu sendiri harus ada komitmen untuk menjadi guru sejati.

Unifah mencontohkan, di Singapura pemerintah mengharuskan guru mendapatkan pelatihan selama 100 jam per tahun. “Para guru terus mendapat pelatihan mendasar untuk membuat mereka kaya dalam mengembangkan metodologi dan bahan ajar untuk mendorong prestasi siswa,” katanya.

Sumber: http://www.klubguru.com/2-view.php?subaction=showfull&id=1285810090&archive=&start_from=&ucat=1&

Ketika Guru Berkumpul

Apa yang biasanya akan dibicarakan oleh guru ketika berkumpul. Barang kali saja bahasannya akan menyesuaikan kapan dan dalam situasi papa mereka berkumpul. Yah apa yaaa….

5 Alasan Guru Takut Lakukan PTK

KOMPAS.com – Dewasa ini banyak dijumpai guru yang belum melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di dalam proses pembelajarannya. Mengapa? Ada 5 alasan utama yang menyebabkan guru takut melakukan PTK:

Kurang memahami profesi

Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia, sehingga hendaknya mereka menyadari ini. Guru harus dapat memahami peran dan fungsinya di sekolah, karena guru sekarang bukan hanya guru yang mampu mentransfer ilmu dengan baik, tetapi juga mampu digugu dan ditiru untuk memberi tauladan yang tidak hanya sebatas ucapan, tapi juga tindakan.

Profesi guru adalah profesi yang bukan hanya mulia di mata manusia, tetapi juga di mata Tuhan. Karena itu guru harus dapat mengajar dan mendidik dengan hatinya agar dapat menjadi mulia. Hati yang bersih dan suci akan terpancar dari wajahnya yang selalu ceria, senang, dan selalu menerapkan 5 S dalam kesehariannya, yaitu Salam, Sapa, Sopan, Senyum, dan Sabar.

Malas membaca buku dan malas menulis

Masih banyak guru yang malas membaca, padahal dari membaca itulah akan terbuka wawasan luas. Kesibukan-kesibukan mengajar membuat guru merasa kurang sekali waktu untuk membaca. Ini nyata, dan terjadi di sekolah kita.

Bukan hanya di sekolah, di rumah pun guru malas membaca. Guru harus dapat melawan kebiasaan malas membaca. Pengalaman mengatakan, siapa yang rajin membaca, maka ia akan kaya akan ilmu, namun bila kita malas membaca, maka kemiskinan ilmu akan terasa.

Guru yang rajin membaca, otaknya ibarat mesin pencari google di internet. Bila ada siswa yang bertanya, memori otaknya langsung bekerja mencari dan menjawab pertanyaan para siswanya dengan cepat dan benar.

Guru yang terbiasa membaca, maka akan terbiasa menulis. Dari membaca itulah guru mampu membuat kesimpulan dari apa yang dibacanya, kemudian kesimpulan itu ia tuliskan kembali dalam gaya bahasanya sendiri. Guru yang rajin menulis, maka ia mempunyai kekuatan tulisan yang sangat tajam, layaknya sebilah pisau.

Kurang sensitif terhadap waktu dan terjebak rutinitas

Guru yang kurang memanfaatkan waktunya dengan baik tidak akan banyak meraih prestasi dalam hidupnya. Dia akan terbunuh oleh waktu yang disia-siakan, sehingga guru harus sensitif terhadap waktu. Ia harus selalu terjaga dari sesuatu yang kurang bermanfaat.

Guru juga harus pandai mengatur rutinitas kerjanya. Jangan sampai terjebak rutinitasnya, yang justru tidak mengantarkan dia menjadi guru dan tidak dapat diteladani anak didiknya.

Guru harus pandai mensiasati pembagian waktu kerjanya. Buatlah jadwal yang terencana. Buang kebiasan-kebiasaan yang membawa guru untuk tidak terjebak di dalam rutinitas kerja, misalnya, membuat diari atau catatan harian yang ditulis dalam agenda guru, di dalam blog internet, dan lain-lain. Rutinitas kerja tanpa sadar membuat guru terpola menjadi guru yang kurang berkualitas.

Kurang memahami PTK

Banyak guru kurang memahami penelitian tindakan kelas atau PTK. Guru menganggap PTK itu sulit. Padahal, PTK itu tidak sesulit yang dibayangkan, karena PTK dilakukan dari keseharian mereka mengajar.

Tidak ada yang sulit. Guru hanya perlu merenung sedikit dari proses pembelajarannya, mencatat masalah-masalah yang timbul, dan mencoba mencari solusinya. Ajaklah teman sejawat agar proses observasi dan refleksinya tidak terlalu subyektif.

PTK adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

(Penulis: Wijaya Kusumah/Guru TIK SMP Labschool, Jakarta)

Sumber: http://www.klubguru.com/2-view.php?subaction=showfull&id=1275873514&archive=&start_from=&ucat=2&do=agenda

CAIRAN YANG MEMPENGARUHI CAT MOBIL

Merawat kendaraan adalah salah satu pekerjaan rutin yang terpaksa maupun sukarela harus kita lakukan, tetapi kalau tidak dilakukan dengan benar dan berhati-hati, malahan apa daya duit melayang. Cairan berbahaya akan mengancam cat mobil anda.
Menambah minyak rem atau membersihkan jamur kaca merupakan perawatan yang bisa Anda kerjakan diwaktu senggang.Namun bila dilakukan dengan tidak benar maka proses ini bisa membuat Anda harus mengeluarkan biaya ekstra. Karena cairan-cairan tersebut berisiko membuat rusak cat kendaraan.
Ada juga cairan lainnya yang bisa menyebabkan resiko kebakaran bila Anda tidak mengetahui bahaya yang tersembunyi dibaliknya.Apa saja cairan berbahaya yang kerap Anda gunakan ketika merawat kendaraan? Berikut ini diuraikan beberapa Tips agar cat mobil anda awet terlindungi;

1.MINYAK REM
adalah Fluida dalam sistem rem dimobil ini menyimpan potensi tinggi sebagai perusak cat mobil. Cat mobil bila terkena oleh cairan ini dapat mengelupas sehingga beresiko timbulnya karat atau korosi.
Jika sampai tumpah,sesegera mungkin siramkan air kebagian cat yang terkena minyak rem. Namun sebelum menyiram, Anda perlu memperhatikan bahwa tutup reservoir minyak rem telah tertutup rapat sehingga air tidak mungkin masuk .Sebab bila penutup tidak tertutup, maka akan beresiko kemasukan air dan akibatnya reservoir minyak rem dan sistem rem perlu dikuras.

2.OLI MESIN
Anda perlu berhati-hati saat mengisi atau menambah oli melalui lubang pengisian dibagian atas mesin. Posisi lubang pengisian oli mesin dekat dengan lubang busi,memungkinkan cecerannya menggangu sistem pengapian, mengakibatkan gejala mesin tersendat atau sulit distart.
Apalagi pada mesin mobil modern yang biasanya tertutup oleh cover plastik sehingga lebih sulit untuk dideteksi apakah ada oli yang tercecer atau tidak dan cover mesin ini juga membuat pembersihan ceceran oli jadi lebih sulit.

3.PEMBERSIH JAMUR KACA
Dipasaran banyak beredar obat pembersih jamur kaca mobil.Namun penghilang jamur yang sedianya berfungsi menghilangkan bercak dipermukaan kaca justru menimbulkan noda permanen. Selain itu cairan ini juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Jadi berhati-hatilah menggunakannya. Gunakan sarung tangan karet dan siapkan air untuk membasuh atau menyiram cairan pembersih jamur yang terkena bagian lain. Paling penting pastikan cairan pembersih yang digunakan tidak merusak atau menimbulkan noda permanen pada kaca.Jadi sebelum menggunakan pada seluruh permukaan kaca, coba dulu pada bagian tersembunyi untuk memastikan cairan tersebut cocok dan tidak merusak kaca.

4.MINYAK POWER STEERING
Bagi kendaraan lawas yang telah mengadopsi power steering sebaiknya perlu berhati-hati terhadap kebocoran.Dibeberapa kasus,kebocoran bisa berakibat kebakaran ketika minyak power steering tumpah dan mengenai exhaust manifold panas yang terbuat dari baja cor. Membasuh dengan air bersih setelah penambahan atau penggatian minyak power steering perlu dilakukan, supaya bekas ceceran minyak tersebut bersih.

5.AIR AKI
Konsentrasi asam yang tinggi pada cairan elektrolit aki bisa menyebabkan korosi bila terkena logam.Tak heran jika beberapa produsen aki merancang sistem sirkulasi uap air aki dengan menggunakan slang.Hal ini bertujuan untuk meminimalkan penyebaran kandungan asam diruang mesin.

6.ADITIF BAHAN BAKAR
Pada beberapa kasus,larutan kimia yang digunakan untuk meningkatkan kualitas bahan bakar pun dapat menyebabkan noda pada cat.Noda yang tercipta tidak dapat dihilangkan dengan pemoles cat yang banyak dijual dipasaran.

7.DETERJEN
Deterjen sering digunakan untuk mencuci pelek atau ban mobil.Tapi tidak sedikit tempat pencucian mobil menggunakannya saat membersihkan bodi.Masalahnya,kandungan deterjen dapat merusak lapisan pelindung cat mobil,memudarkan warna cat,dan membentuk noda.Gunakan sampo khusus mobil yang memiliki pH seimbang.

« Older entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.